Upaya Pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka Berpotensi Picu Instabilitas Politik Nasional

Mantan anggota Komisi Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Paskalis Kossay. Sumber foto: antaranews.com, 22 Januari 2011

Loading

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Mantan anggota Komisi Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Paskalis Kossay mengatakan, jika dicermati dengan perkembangan politik Indonesia saat ini ada korelasi kuat dengan isu pemakzulan posisi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka. Namun, bila upaya pemakzulan dilakukan berpotensi menciptakan instabilitas politik nasional.

“Pengaruh politik Jokowi dalam pemerintahan maupun pendukung fanatik Jokowi dalam struktur masyarakat sipil atau civil society masih kuat. Ditambah dengan arah politik Presiden Prabowo Subianto yang tidak sejalan dengan arah politik Jokowi membuat Jokowi bisa merancang orang-orang loyalisnya di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan membuat jebakan politik menciptakan instabilitas politik nasional,” ujar Paskalis Kossay di Jayapura, Papua, Sabtu (30/8).

Menurut Paskalis, politisi senior Partai Golkar Papua, kebijakan Presiden Prabowo seperti pemberian abolisi dan amnesti, pemberian tanda jasa sejumlah tokoh, politisi, dan pejuang yang tidak terukur, juga merupakan bagian dari jebakan politik badman pengaruh Jokowi terhadap Prabowo. 

“Titik balik politik Jokowi untuk mengguncang pemerintahan Presiden Prabowo adalah memanfaatkan isu kenaikan gaji anggota DPR. Kenaikan gaji anggota DPR itu dinilai fantastis, lalu menggalang kekuatan civil society, termasuk mahasiswa untuk melakukan perlawanan di DPR,” kata Paskalis lebih lanjut.

Paskalis menambahkan, aksi demo di depan gedung DPR/MPR Senayan yang berujung ricuh dan aksi pelemparan kendaraan taktis (rantis) polisi yang melintas tubuh seorang ojek online (ojol), semua itu merupakan desain politik dari para loyalis Jokowi. 

“Sekarang Jokowi sudah menemukan jawaban yang tepat dari skenario politik untuk menyelamatkan posisi putranya sebagai wakil presiden dari ancaman pemakzulan,” katanya. 

Sebaliknya, lanjut Paskalis, jika gerakan demo masyarakat ini terus meluas, momentum politik yang ditunggu Jokowi adalah desakan mundur Presiden prabowo dan secara otomatis Wakil Presiden menjadi presiden lalu mengambil alih kekuasaan pemerintahan sambil menunggu Pemilihan Umum Presiden definitif. 

“Ini semua skenario yang dirancang Jokowi  dan para loyalisnya untuk mengkudeta secara politik Pemerintahan Presiden Prabowo demi mengamankan Posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming dari ancaman pemakzulan,” ujar Paskalis. (*)