Perdana Menteri Xanana Gusmão Sampaikan Duka Berpulangnya Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno

Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmão menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Xanana menyampaikan duka berpulangnya Try Sutrisno saat menmbangi Kantor KBRI Timor Leste di Rua Karketu Mota-Ain, Dili, Jumat (6/3). Sumber foto: Fb Xanana ba Ema Hotu.

DILI, ODIYAIWUU.com — Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmão, Jumat (6/3) menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-6, Try Sutrisno, yang meninggal dunia pada 2 Maret 2026,” ujar Perdana Menteri Xanana melalui cuitannya di laman resmi Facebook-nya, Xanana ba Ema Hotu di Dili, Timor Leste, Senin (6/3).

Perdana Menteri Xanana menyampaikan ucapan duka berpulangnya Try Sutrisno setelah bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste Okto Dorinus Manik di Kantor KBRI Timor Leste di Rua Karketu Mota-Ain, Dili. Dalan kunjungan tersebut. Xanana juga menandatangani buku belasungkawa resmi di KBRI di Dili.

Try Sutrisno tutup usia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58 WIB. Jenazah Try Sutrisno kemudian dibawa untuk disemayamkan kediamannya di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 November 1935. Ia terlahir sebagai anak ketiga dari enam bersaudara pasangan suami-istri (pasutri) Subandi dan Mardliyah. Kehidupan keluarga di masa Try masih kecil terbilang sederhana. Jalan hidup dan karirnya merupakan inspirasi hidup.

Try Sutrisno memulai karier militernya setelah lulus Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) tahun 1959. Semasa aktif sebagai prajurit ia pernah ikut dalam operasi melawan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1957.

Kemudian, terlibat dalam sejumlah operasi seperti Operasi 17 Agustus, Tri Komando Rakyat (Trikora) di Irian Jaya tahun 1961-1962, Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Operasi Seroja tahun 1975, dan Pemberontakan di Nanggroe Aceh Darussalam.

Try juga sempat ikut Operasi Pembebasan Irian Barat tahun 1962 yang kelak mengantarnya berkenalan dengan Soeharto. Kala itu, Soeharto ditunjuk Sukarno menjadi Panglima Komando Mandala yang ditempatkan di Sulawesi. Try menjabat Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto periode 1993-1998.

Try menikah dengan Tuti Sutiawati pada 5 Februari 1961. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tujuh orang anak yaitu Nora Tristyana, Taufik Dwi Cahyono, Irjen Pol Firman Santyabudi, Nori Chandrawati, Isfan Fajar Satrio, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari. (*)