TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten Mimika beserta jajaran, masyarakat, dan seluruh elemen, Senin (12/10) merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP 3, Provinsi Papua Tengah.
Perayaan berlangsung meriah di tengah kepungan asap pekat menyusul kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di bumi Cenderawasih. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pengibaran bendera yang dipimpin langsung Bupati Mimika Johannes Rettob selaku inspektur upacara.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah, doa lintas agama, penyerahan penghargaan, pemotongan kue ulang tahun, pemotongan tumpeng serta berbagai hiburan.
Perayaan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi terkait, PT Freeport Indonesia, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta tamu undangan lainnya.
Bupati Mimika John Rettob yang didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam sambutannya mengatakan, perjalanan 30 tahun Kabupaten Mimika merupakan proses panjang yang diwarnai dinamika, tantangan, perjuangan, pengorbanan serta berbagai capaian pembangunan.
“Apa yang kita nikmati hari ini merupakan hasil kerja keras dan perjuangan banyak pihak. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melanjutkan, dan meningkatkan hasil pembangunan demi masa depan Mimika yang lebih baik,” ujar Bupati John Rettob di Timika, Papua Tengah, Senin (12/10).
Dalam momentum bersejarah tersebut, John Rettob mengajak masyarakat dan seluruh elemen memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pendiri, pemimpin terdahulu, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Mimika.
Peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika tahun ini mengusung tema Mimika Rumah Kita, Bangkit dan Bergerak dari Kampung ke Kota Menuju Gerbang Emas. Tema tersebut bukan sekadar slogan atau pelengkap peringatan tahunan, melainkan pesan semangat sekaligus arah pembangunan yang harus dijalankan bersama.
“Tema ini merupakan pesan semangat sekaligus arah bagi kita semua untuk membangun Kabupaten Mimika secara bersama-sama, dengan mengedepankan persatuan, pemerataan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati John Rettob lebih lanjut.
Menurutnya, filosofi peringatan HUT ke-30 Mimika mengandung pesan bahwa pembangunan harus mampu menghubungkan perjalanan masa lalu, kebutuhan masa kini, dan harapan masa depan. Pengalaman selama tiga dekade menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
John Rettob menambahkan, berbagai tantangan yang dihadapi saat ini harus dijawab melalui kerja keras, inovasi, dan kolaborasi. Sementara itu, masa depan Mimika perlu dipersiapkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, terampil, dan memiliki semangat kebersamaan.
“Kita harus menyadari bahwa pembangunan Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan merupakan pekerjaan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak,” katanya.
Bupati John Rettob juga meminta seluruh perangkat daerah menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama. Keberhasilan pemerintah diakuinya tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan atau pembangunan fisik yang dikerjakan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan agar menjadikan momentum 30 tahun ini untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita capai, memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kekurangan, serta memperkuat program-program pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat,” kata John Rettob. (*)










