DAERAH  

Pemuda Katolik Komisariat Cabang Paniai Respon Aksi Pengrusakan Gereja Santo Yusup Enarotali

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Paniai, Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Yunus Gobai (kiri) dan Sekjen Anton Kayame (kanan). Foto: Istimewa

ENAROTALI, ODIYAIWUU.com — Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Paniai angkat bicara terkait aksi pengrusakan Gereja Katolik Santo Yusup Enarotali, Dekanat Paniai, Keuskupan Timika oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Selasa (10/2).

Respon Pemuda Pemuda Katolik Komcab Paniai, Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah juga bukan sekadar aksi perusakan gereja Paroki Santo Yusuf Enarotali, tetapi aksi pencurian yang marak belakangan.

“Pemuda Katolik Komisariat Cabang Paniai menyesalkan pengrusakan fasilitas Gereja Katolik Santo Yusup Enarotali,” ujar Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Paniai Yunus Gobai dan Sekretaris Anton Kayame di Enarotali, kota Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Selasa (17/2).

Yunus Gobai dan Anton Kayame menyebut pengrusakan rumah ibadah oleh orang tak dikenal tersebut merupakan tindakan yang tidak terpuji, kurang terdidik, amoral, dan minim internalisasi iman serta nilai-nilai sosial keagamaan.

“Gereja ini adalah tempat ibadah suci umat Katolik Santo Yusuf Enarotali berkumpul untuk berdoa memuji dan memuliakan kebesaran dan keagungan nama Tuhan. Para pekaku yang melakukan tindakan amoral ini perlu diberi pendampingan khusus kembali kepada jalan yang benar,” kata Gobai dan Kayame.

Pihak Pemuda Katolik Komcab Paniai mengatakan, belakangan ini marak terjadi aksi pengrusakan gedung gereja dan aksi pencurian fasilitas gereja di wilayah Dekanat Paniai. Bahkan terjadi aksi pembobolan pintu-pintu rumah ibadah. Banyak alat liturgi Misa hilang dan intensitasnya meningkat di wilayah Paniai.

“Peristiwa pengrusakan fasilitas Gereja Paroki Santo Yusup Enarotali ialah satu rentetan dari berbagai aksi pencurian alat-alat liturgis di beberapa gereja yang ada di Ibu Kota Enarotali,” ujar Gobai dan Kayame.

Pasca aksi Gereja Paroki Santo Yusup Enarotali dan sejumlah aksi pencurian di wilayah itu Pemuda Katolik Komisariat Cabang Paniai menyampaikan sejumlah seruan.

Pertama, kepala pelaku segera berhenti dan bertobat dari aksi premanisme dan kembali ke jalan kehidupan yang baik dan benar.

Kedua, jika pelaku masih waras segera meminta maaf dan mengakui perbuatannya kepada Pastor Paroki Santo Yusup Enarotali. Ketiga, terkait aksi vandalisme berupa pengrusakan fasilitas ibadah di Kabupaten Paniai yang terus meningkat maka seluruh umat wajib menjaga rumah ibadahnya.

Keempat, meminta pihak keamanan segera menangkap dan memberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya. Pasalnya, aksi yang dilakukan beruntun dialami tidak hanya Gereja Katolik tetapi juga Gereja Protestan di wilayah Paniai.

“Demikian pernyataan sikap Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Paniai. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan salam damai,” kata Gobai dan Kayame. (*)