Pemerintah Distrik Sentani Tanam Pohon dan Bersihkan Sampah di Kali Yauwngolo Felafouw

Kepala Distrik Sentani Jack Judzoon Puraro, M.Si bersama warga Kelurahan Sentani Kota dan Komunitas Sentani Bersih saat melaksanakan aksi Jumat Kasih dengan menanam bibit poho, membersihkan sampah serta material yang mengganggu aliran sungai di sekitar kawasan Kali Yauwngolo Felafouw, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (6/3). Foto: Istimewa

SENTANI, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Distri Sentani Bersama sejumlah elemen seperti pihak Kelurahan Sentani Kota dan Komunitas Sentani Bersih, Jumat (6/3) melaksanakan aksi Jumat Kasih dengan sejumlah kegiatan konkrit.

“Kami bersama-sama melaksanakan kegiatan utama berupa penanaman bibit pohon di sekitar kawasan Kali Yauwngolo Felafouw serta pembersihan sampah dan material yang mengganggu aliran Sungai,” ujar Kepala Distrik Sentani Jack Judzoon Puraro, M.Si di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (7/3).

Menurut Jack Puraro, aksi Jumat Kasih tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan melalui aksi nyata.

“Kegiatan nyata ini juga bertujuan membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan komunitas dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan hidup,” kata Jack Puraro lebih lanjut.

Selain itu, melalui kerja kolaboratif itu dimaksudkan untuk menciptakan semangat persatuan dan kerja sama erat di antara berbagai elemen masyarakat (stakeholder) dalam semangat dan sejalan dengan visi serta misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura yaitu Kasih Mempersatukan Perbedaan.

“Kegiatan ini juga tak lain upaya kami untuk meningkatkan kondisi ekosistem lokal melalui penanaman pohon dan pembersihan sungai, khususnya di wilayah Kali Yauwngolo Felafouw,” ujar Jack Puraro.

Kegiatan tersebut, kata Jack, dilaksanakan di Kelurahan Sentani Kota. Para peserta dalam aksi Jumat Kasih itu menanam bibit pohon di sekitar kawasan Kali Yauwngolo Felafouw dan membersihkan sampah serta material yang mengganggu aliran sungai. (*)