JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Pola pendekatan humanis yang dilakukan pihak Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih menuju Papua tanah damai kembali membuahkan hasil menggembirakan.
Sebanyak lima anggota keluarga eks Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari wilayah tapal batas RI-Papua Nugini, Minggu (27/9) secara resmi menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga menyerahkan tiga pucuk senjata api kepada apparat keamanan.
Panglima Kodam Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM menjelaskan, lima eks anggota OPM yang Kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi merupakan bagian dari proses pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Kodam Cenderawasih, mulai dari tingkat Korem, Kodim hingga satuan kewilayahan.
Menurut Febriel, proses tersebut tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga pendekatan humanis melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.
Febriel menambahkan, salah satu proses pembinaan berlangsung sejak 2019 saat tokoh OPM inisial LK memilih kembali ke NKRI dan kemudian mendapatkan dukungan sarana usaha peternakan untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarganya.
“Kami memberikan dukungan sarana usaha peternakan agar ekonomi keluarga beliau lebih mandiri,” ujar Febriel kepada awak media di Makodam Cenderawasih, Jayapura, Papua, Minggu (27/9).
Perubahan kondisi ekonomi keluarga tersebut, lanjut Febriel, kemudian menjadi pengalaman nyata yang mendorong anggota keluarga lainnya untuk mengambil keputusan serupa.
“Setelah melihat langsung manfaat kehadiran negara melalui pendampingan dan pemberdayaan, lima anggota keluarga yang sebelumnya masih berada di seberang perbatasan bersama kelompok OPM akhirnya memilih kembali dan menjalani kehidupan secara damai bersama masyarakat,” katanya.
Langkah tersebut mencapai puncaknya pada Jumat (25/9), ketika lima warga tersebut diterima langsung Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi. Dalam kesempatan tersebut, mereka secara sukarela menyerahkan tiga pucuk senjata api yang terdiri atas satu pucuk FN, satu pucuk revolver dan satu pucuk senjata rakitan, berikut amunisi serta magasin.
Febriel mengatakan, upaya menjaga kedamaian dan membangun masa depan Papua membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk menciptakan kondisi yang kondusif sekaligus memperluas kesempatan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Saya berharap agar mereka yang baru kembali dapat menjadi jembatan damai untuk mengajak saudara-saudara kita yang masih berada di dalam hutan untuk berbaur kembali, berkebun, dan membangun masa depan bersama tanpa rasa cemas,” ujar Febriel.
Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, SIP mengatakan, proses tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan teritorial yang dilakukan dengan pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kehadiran aparat di tengah masyarakat diarahkan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu membuka ruang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Tri. (*)










