SALATIGA, ODIYAIWUU.com — Putra asli tanah Papua Oskar Ayub Wompere, Jumat (9/10) meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Sosiologi Agama, Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) usai yudisium di Ruang Probowinoto, UKSW Salatiga, Jawa Tengah.
Dr Oskar Ayub Wompere resmi meraih gelar doktor setelah berhasil menyelesaikan disertasi berjudul Nyanyian sebagai Ideologi Transformatif: Suatu Tinjauan Etnomusikologis terhadap Lagu ‘Hai Tanahku Papua’ dengan predikat kelulusan memuaskan.
Dalam risetnya, Oskar, dosen Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura, mengkaji nyanyian bukan sekadar sebagai rangkaian nada, melainkan sebagai media yang membawa nilai, membangun kesadaran, dan memperkuat hubungan antarmanusia.
Berangkat dari kecintaannya terhadap tanah Papua, penelitian tersebut berupaya menunjukkan bagaimana lagu Hai Tanahku Papua dapat dimaknai sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan, tanah air, dan sesama sekaligus membuka perspektif tentang pembinaan mental, integrasi sosial, dan kehidupan bersama.
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan UKSW Priyo Hari Adi, Ph.D menyampaikan apresiasi atas ketangguhan Oskar dalam menyelesaikan pendidikan doktoral. Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi tonggak perjalanan akademik, tetapi juga dapat menginspirasi orang lain.
“Bapak telah menunjukkan ketangguhan dan mampu melewati proses pendidikan doktoral hingga selesai. Pencapaian ini merupakan tahapan tertinggi dalam perjalanan akademik dan dapat menjadi contoh bagi orang lain,” ujar Priyo Hari Adi melalui keterangan tertulis yang diperoleh di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (14/10).
Oskar saat menyampaikan kesan dan pesannya mengatakan, ia berterima kasih kepada UKSW yang telah memberinya kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan bertumbuh sebagai bagian dari komunitas akademik.
Oscar juga mengungkapkan kedekatan emosional yang terbentuk selama menjalani perjalanan studinya. “Ikatan saya dengan UKSW telah tumbuh begitu kuat dan tidak mudah dipisahkan,” kata Oscar lebih lanjut.
Promotor Prof Yusak Budi Setiawan juga mengapresiasi perkembangan intelektual Oskar selama menjalani proses pendidikan doktoral. Ia menilai, Oskar mampu melihat nyanyian dari sudut pandang baru, yakni sebagai ideologi yang berpotensi mendorong transformasi sosial, khususnya dalam komunitas masyarakat Papua.
Yusak berharap hasil penelitian Oscar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat menginspirasi perubahan dalam kehidupan masyarakat.
Turut hadir dalam rangkaian kegiatan yudisium yaitu Ketua Program Studi (Kaprodi) Doktor Sosiologi Agama Fakultas Teologi UKSW Dr Suwarto Adi, M.Si; ko-promotor Pendeta Prof Izak YM Lattu; dan penguji Dr Juanita Theresia Adimurti, M.Pd.
Pencapaian Oskar menjadi pengingat bahwa penelitian dapat berangkat dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk sebuah lagu, untuk menggali nilai-nilai yang lebih mendalam.
Melalui kajian ini, nyanyian diharapkan tidak hanya menjadi ekspresi seni dan spiritualitas, tetapi juga menghidupkan kecintaan terhadap tanah air serta mendorong tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Penelitian ini memperkuat komitmen UKSW dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan yang lebih inklusif.
Kajian tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Penelitian ini juga mendukung komitmen UKSW dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 melalui penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.
Sebagai perguruan tinggi swasta terakreditasi unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang diploma hingga doktor serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A.
UKSW dikenal sebagai kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat creative minority UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (*)










