Bupati Dogiyai Yudas Tebai Nyalakan Lilin HUT ke-63 SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Mowanemani

Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd, M.Si menyalakan lilin saat puncak peringatan HUT ke-63 Tahun 2026 SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani, Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (4/10). Foto: Istimewa

MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd, M.Si, Minggu (4/10) berbaur di tengah ratusan siswa, guru, orang tua wali serta tokoh masyarakat di halaman SMP Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Fransiskus Asisi, Mowanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (4/10).

Kehadiran Bupati Tebai bersama jajarannya dalam rangkaian menghadiri merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi, lembaga pendidikan kebanggaan warga Dogiyai yang selama puluhan tahun hadir mempersiapkan generasi emas sebagai persembahan bagi kemajuan masyarakat dan daerah.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tebai menyalakan lilin utama di atas altar sebagai tanda dimulainya rangkaian perayaan Misa Syukur dan refleksi iman sekaligus mengukuhkan komitmen lembaga Pendidikan meneruskan obor pengetahuan bagi generasi muda di pedalaman tanah Papua.

Puncak perayaan HUT ke-63 SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Mowanemani Tahun 2026 bertajuk Fransiskus Manusia Damai, Saudara Bagi Semua dipilih untuk mengingatkan para siswa, guru, dan orang tua agar meneladani semangat Santo Fransiskus Asisi.

Pelindung sekolah, Santo Fransiskus Asisi, dikenal karena kerendahan hatinya, cintanya pada damai, dan kemampuannya bersaudara dengan segala ciptaan tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang sosial.

“Hari ini kita tidak hanya merayakan angka 63 tahun, tetapi kita merayakan perjalanan panjang sebuah lembaga yang telah melahirkan ribuan anak bangsa,” ujar Bupati Tebai disambut tepuk tangan para siswa dan tamu undangan.

Menurut Bupati Tebai, guru SMA Negeri 1 Mulia, Kabupaten Puncak Jaya tahun 2004-2012 dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai tahun 2018-2024, di tengah tantangan zaman, nilai-nilai kedamaian dan persaudaraan yang diajarkan Santo Fransiskus adalah fondasi paling kuat bagi kita.

Bupati Tebai juga menyampaikan apresiasi kepada pihak YPPK Keuskupan Timika atas konsistensi dan dedikasi dalam mendidik generasi muda di Dogiyai selama lebih dari enam dekade. Karena itu, ia menegaskan, menyalakan lilin bukan sekadar seremonial.

“Saya menyalakan lilin sebagai symbol bahwa kita semua dipanggil untuk menjadi terang di tengah masyarakat. Seperti tema hari ini, mari kita jadikan sekolah ini sebagai tempat lahirnya manusia-manusia baru yang membawa damai dan menganggap sesama sebagai saudara,” ujar Bupati Tebai.

Bupati Tebai juga mengingatkan sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa bahwa masa depan Dogiyai sangat bergantung pada kualitas pendidikan mereka saat ini. Ia menitip pesan kecil dan bermakna bagi para siswa.

“Kepada adik-adik sekalian, pesan saya sederhana. Tetaplah semangat belajar. Jangan biarkan keterbatasan geografis membatasi mimpi kalian. Ilmu adalah senjata paling ampuh untuk mengubah nasib diri sendiri dan membangun daerah ini. Gunakan fasilitas sekolah dengan baik, hormati guru, dan jagalah nama baik almamater kalian,” kata Tebai disambut tepuk tangan meriah para siswa.

Perayaan ulang tahun tersebut tidak hanya diisi dengan ibadah syukur dan sambutan-sambutan tetapi juga dimeriahkan pertunjukan seni budaya khas Papua. Siswa-siswi menampilkan tarian adat khas Dogiyai yang menggambarkan kegembiraan dan rasa syukur.

Selain itu, momen pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi sorotan utama. Para siswa yang berprestasi dalam bidang akademik, olahraga, dan seni menerima penghargaan langsung dari pihak sekolah Hal ini bertujuan untuk memicu semangat kompetisi yang sehat dan mengakui kerja keras mereka.

“SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani terus berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kurikulum nasional, tetapi juga memanusiakan manusia melalui nilai-nilai kasih, integritas, dan persaudaraan universal ala Fransiskan,” ujar Tebai.

Kehadiran Bupati Tebai dalam acara tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi para siswa untuk berprestasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter yang luhur, toleran, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. (*)