WAGHETE, ODIYAIWUU.com —Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Provinsi Papua Tengah mengapresiasi langkah Gubernur Meki Fritz Nawipa, SH bersama bersama sejumlah pimpinan OPD dan anggota Forkopimda menyambangi delapan kabupaten di wilayah Meepago (Papua Tengah).
Gubernur Nawipa menyambangi delapan kabupaten dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) tersebut bertujuan bertemu bupati beserta jajaran, masyarakat, dan berbagai stakeholder memberi bantuan sekaligus berdialog dari hati ke hati, menyerap aspirasi terkait kebutuhan daerah.
Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Tino Mote, SIP mengatakan, kunjungan Gubernur Nawipa bukan sekadar kewajiban sebagai pemimpin formal yang lahir dari kepercayaan dan mandat formal rakyat tetapi lebih dari itu menjadi momentum tepat mendengar langsung kebutuhan riil warganya untuk ditindaklanjuti.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kerja Pak Gubernur di delapan kabupaten di Papua Tengah. Kunjungan ini sangat penting untuk memastikan berbagai program pembangunan daerah lebih terarah dan terintegrasi demi melayani masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil,” kata Tino di Waghete, kota Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Kamis (1/10).
Tino mengatakan, kunjungan Gubernur bersama rombongan bukan sekadar bertemu masyarakat, menyerap aspirasi, dan berdialog dengan pemerintah dan warga. Lebih dari itu, menerima langsung aspirasi nyata berupa proposal yang diserahkan warga di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial-keagamaan.
“Saat bertemu warga dalam kunjungan kerjanya, Pak Gubernur menerima langsung proposal masyarakat seperti pembangunan asrama, gedung sekolah, Gereja, pemberdayaan ekonomi, dan lain-lain. Saya pikir proposal masyarakat ini dapat dipenuhi oleh Pak Gubernur melalui OPD terkait dalam APBD Papua Tengah Tahun Anggaran 2027,” kata Tino.
Menurut Tino, pada Senin (7/9), misalnya Gubernur dan rombingan melakukan kunker d Dogiyai guna memastikan pelaksanaan program pembangunan sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat. Tiba di Bandara Moanemani, Distrik Kamuu, Gubernur disambut Bupati Yudas Tebai, S.Pd, M.Si dan Wakil Bupati Yuliten Anouw, SE, Forkopimda, ASN dan masyarakat penuh kekeluargaan.
Dalam kunjungan tersebut, ujar Tino, Gubernur melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Mapia, meresmikan dua asrama di Bomomani dan Mowanemani, dan bertatap muka dengan masyarakat serta menyerahkan bantuan sepeda motor secara simbolis kepada pemuda setempat.
“Kunjungan Pak Gubernur seperti ini sangat positif. Selain mendengar langsung apa kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat tetapi juga bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah membangun kerja sama sinergis serta memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Tino.
Sementara itu, dalam kunjungannya di Intan Jaya, Selasa (15/9) Gubernur Nawipa menyerahkan bantuan laptop kepada sejumlah pelajar. Bantuan diberikan Gubernur Nawipa yang juga pilot senior tanah Papua bertujuan mendukung proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan keterampilan digital generasi muda.
“Kunjungan seperti ini juga bukan hanya membawa kebahagiaan bagi masyarakat, terutama seperti adik-adik yang tengah menimba ilmu di bangku sekolah. Kunjungan kerja ini juga menjadi motivasi dan inspirasi bagi adik-adik agar semakin giat belajar di tengah keterbatasan terutama topografi daerah yang sulit. Apalagi adik-adik diberi laptop oleh Pa Gubernur. Cara ini sangat efektif membantu adik-adik agar tetap giat belajar meraih cita-cita,” kata Tino.
Tino menambahkan, dukungan riil Gubernur Nawipa menjadi concern di bidang pendidikan. Tak hanya itu, Pemprov Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley juga menaruh perhatian pada sektor vital lainnya terutama kelistrikan, internet, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat Intan Jaya.
“Sekali lagi, kunjungan Pak Gubernur di selapan kabupaten merupakan wujud komitmen sebagai pemimpin Papua Tengah. Pemerintah di delapan kabupaten juga leluasa menyampaikan kebutuhan warganya yang dapat di-cover APBD Provinsi Papua Tengah. Hal ini penting mengingat APBD tiap kabupaten bervariasi di kebijakan efiesiensi dan pemangkasan dana tranfer ke daerah. Kondisi ini diperlukan sinergi antar pemimpin daerah bagaimana menghadapi dua kebijakan nasional ini,” ujar Tino. (*)










