IDAKEBO, ODIYAWUU.com — Umat Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo, Dekanat Kamuu-Mapia (Kammapi), Dogiyai. Keuskupan Timika, Kamis (1/10) memasuki Oktober atau Bulan Maria dalam tradisi Gereja Katolik dengan melakukan perarakan dengan berjalan kaki.
Umat mengarak Patung Bunda Maria Ratu Rosari dari Gunung Odedimi ke halaman Gereja Santa Maria Ratu Rosari Idakebo. Kurang lebih satu jam, umat berjalan kaki sambil mendaraskan doa sebagai bentuk penghormatan kepada Maria, ibunda Kristus dan ibunda Gereja sebagai perantara abadi.
Sebelum prosesi perarakan Pastor Paroki RD Richardus Buang Lela, Pr memperesembahkan Misa Pemberkatan Patung Bunda Maria di Gunung Odedimi. Selama dalam perjalanan pastor bersama tim pastoral (TimPas), dewan pastoral paroki (DPP), dan umat khusyuk mendaraskan doa Rosario dan nyanyi-nyayian.
Umat Paroki Idakebo penuh haru menyambut aarca Bunda Maria seperti mama yang telah pergi jauh dan sudah lama dirindukan untuk pulang. Melihat mama yang pulang, banyak umat tak kuasa menahan air mata.
Umat tampak antusias dan penuh semangat menyambut kedatangan Maria, Bunda Gereja yang setia mendengar doa dan keluh kesah dalam menghadapi hidup yang kerap dilanda nestapa.
Para pemuda dan mama-mama bahkan menari penuh sukacita sambil melantunkan lagu-lagu Maria menghantar patung Bunda Maria untuk ditakhtakan di taman doa yang sudah disiapkan umat.
Dalam ziarah ini, hadir juga Wakil Ketua Peresmian Gereja Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo David Goo, S.Pd. David adalah tokoh Katolik yang juga bersusah payah bersama ketua panitia, sekertaris, bendahara dan seluruh jajarannya serta umat paroki menghadirkan Patung Bunda Maria dan Patung Keluarga Kudus dari Nazaret.
David Goo mengisahkan usaha mendatangkan Patung Bunda Maria dan Patung Keluarga Kudus Nasaret hingga tiba di Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo. Mulai rencana hingga tiba di Idakebo bukan butuh waktu singkat.
“Panitia memulai mempersiapkan segala sesuai dalam doa dan usaha. Termasuk pembuatan arca Bunda Maria juga arca Keluarga Kudus Nasaret. Mulai perencanaan hingga tiba di Idakebo butuh waktu sebulan. Dalam doa dan usaha kami yakin semua terlaksana karena kebaikan dan kemurahan Tuhan,” ujar David.
Davis mengaku, ia bersama panitia sangat terkesan dengan umat yang begitu antusias mengarak arca bunda Maria. Walaupun berjarak jauh dan di bawah terik matahari umat setia dan tetap semangat.
Umat sungguh merasa bunda Maria, seorang mama yang pergi jauh sudah kembali. Karena itu, David mengajak umat setia berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria serta tak lupa meneladani Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari dalam situasi untung dan malang.
“Kami menghimbau umat selalu dekat dengan Bunda Maria karena sang bunda, mama sudah pulang. Bunda Maria sudah datang karena itu kita selalu berdoa kepada Tuhan melalui perantaraannya,” ujar David.
Menurutnya, melalui doa dan devosi penuh keyakinan Bunda Maria akan menolong, membantu dan mendoakan anak-anaknya. Umat tidak lagi menjadi anak yatim piatu, karena mama sudah kembali.
“Kita memohon doa dari Bunda Maria agar kerikil-kerikil dalam kehidupan nyata didengar Bunda Maria, mama kita. Doa-doa kita disampaikan kepada Allah melalui Kristus, sang putra,” kata David.
Usai pentahtaan arca Bunda Maria, dilanjutkan dengan Misa. Pastor Buang Lela dalam homilinya mengatakan, perayaan Ekaristi yang didahului ziarah bertepatan dengan Pesta Santa Teresa dari Kanak-kanak Yesus dan Bunda Maria sendiri.
” Perayaan kita hari ini adalah perendahan hati. Kita merendahkan diri bahwa kita tidak layak di hadapan Tuhan, tetapi Tuhan mengasihi kita. Kita terus merendahkan diri seperti Santa Teresa dari Kana-kanak Yesus. Juga teladan iman bunda Maria yang selalu merendahkan diri,” kata Pastor Buang Lela.
Pastor Buang Lela menambahkan, selama ini umat belum memiliki arca bunda Maria yang besar. Namun, saat ini sudah ada sehingga umat semakin dekat dalam doa dan devosi melalui perantaraan Bunda Maria.
“Devosi kepada Bunda Maria sudah dibangun oleh Gereja. Gereja selalu menaryg perhatian dan hormat atas peran Bunda Maria menghadirkan Yesus di dunia. Kita semua diminta bergabung bersama Gereja semesta membangun relasi melalui doa dan devosi kepada Bunda Maria,” katanya.
Pastor Buang Lela juga menyampaikan terima kasih kepada umat yang penuh antusias menyambut dan menerima arca bunda Maria dan Keluarga Kudus di Paroki Idakebo. (Yesaya Goo)










