DAERAH  

Ayahanda Kapolres Jayapura Vox Dei Meninggal, Almarhum Pegawai Purna Tugas Keuskupan Jayapura

Almarhum Pieter Doni Helan, ayahanda Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil. Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Pieter Doni Helan, ayahanda Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil, Rabu (30/9) meninggal dunia di Jayapura, Papua. Kabar berpulangnya Pieter Doni Helan disampaikan melalui jejaring jagat maya.

“Turut berdukacita atas meninggalnya orang tua terkasih dari Pak Kapolres Jayapura. Semoga Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga besar,” kata Fendi melalui cuitannya di sebuah grup WhatsApp di Jayapura, Papua, Rabu (30/9).

Sementara itu sesepuh warga Flobamora Papua Stanis Dosinaen mengaku, berpulangnya Pieter Doni Helan, sesepuh dan orangtua warga Flobamora Papua tidak hanya membawa kabar duka.

Sejak menetap di Papua tahun 1970-an Almarhum dikenal tipikal pekerja keras dan menjadi panutuan, contoh yang baik bagi warga Flobamora Papua. Sejak mendedikasikan tenaganya di Keuskupan Jayapura, Pieter Doni Helan, fokus mencurahkan tenaga dan waktunya melayani sesama hingga purna tugas.

“Pagi ini kami mendapat informasi sesepuh dan orangtua kami, Bapak Pieter Doni Helan meninggal dunia. Beliau tiba di Jayapura sekitar tahun 1970-an. Kemudian, menjadi pegawai di Keuskupan Jayapura hingga purna tugas,” ujar Stanis Dosinaen, sesepuh Flobamora Papua di Jayapura, Rabu (30/9).

Bukti kerja keras dan disiplin yang ditanamkan Pieter Doni Helan kepada anak-anaknya dalam keluarga, kelak mereka kembali mendedikasikan ilmu dan tenaganya demi kemajuan tanah Papua. Dua putranya, Ferdinan Helan dan Dionisius Vox Dei Helan mengabdi di bidangnya masing-masing melayani masyarakat bumi Cenderawasih.

Pieter Doni Helan merupakan pria kelahiran Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sejak tahun 1970-an meninggalkan Adonara lalu merantau di tanah Papua. Selamat jalan menuju rumah Bapa di Surga, amane. Pengabdiamu yang tulus bagi tanah Papua hingga ajal menjemput adalah warisan terindah. Damailah di sisi-Nya. (*)