Dua Putra NTT Jadi Duta Besar RI untuk Republik Filipina dan Republik Afrika Selatan

Dr Josef Adreanus Nae Soi, MM, Ph.D (kiri) dan Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake (kanan). Foto: Istimewa

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Dua putra Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr Josef Adreanus Nae Soi, MM, Ph.D dan Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake dikabarkan menjadi Duta Besar RI.

Nae Soi sebagai Dubes RI untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau berkedudukan di Manila. Sedangkan Ayodhia Kalake menjabat Dubes RI untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana.

Keduanya mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bersama 23 calon Dubes RI oleh Komisi I DPR RI di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Selasa-Rabu (22-23/9).

Nae Soi sebelumnya menjabat Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 mendampingi Gubernur Dr Viktor Bungtilu Laiskodat, SH. Pria asal Kabupaten Ngada, Pulau Flores, adalah politisi Partai Golkar. Sebelum menjadi Wakil Gubernir NTT, ia pernah tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2018.

Sedangkan Ayodhia sebelumnya pernah menjabat Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI tahun 2022-2024. Ayodhia pernah didapuk sebagai Penjabat Gubernur NTT tahun 2023-2024.

Ayodhia, pria asal Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat. Ia meraih gelar Sarjana (S1) di Universitas Padjajaran dan menempuh Program Magister (S2) di Universidad De Complutense, Madrid, Spanyol.

Tahun 2020, Ayodhia menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi. Setahun kemudian, Ayodhia dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisaris PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menggantikan Letjen (Purn) Sumardi berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Selain Soi dan Ayodhia, Komisi I DPR RI juga melaksanaan fit and propert test 23 calon Dubes RI lainnya.  Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto mengatakan, uji kelayakan dan kepatutan terhadap 25 calon Dubes untuk negara-negara sahabat.

Anton menyebut, proses fit and proper test akan digelar dalam dua hari pada 22-23 September 2026. “Sudah mulai, dua hari sampai besok,” kata Anton di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/9).

Setelah proses uji kelayakan dan kepatutan selesai, hasilnya akan disampaikan ke pimpinan DPR. “Langsung selesai di pimpinan DPR, jadi kita balikin ke pimpinan DPR. Kita kan rekomendasi saja ini sifatnya,” ujar Anton.

Menurut Anton, 25 calon Dubes yang mengikuti fit and proper test sudah pasti lolos karena hasil dari Komisi I DPR bersifat rekomendasi. Namun, calon dapat tidak lolos apabila ada pengaduan dari masyarakat.

“Kecuali memang ada yang cacat, ada yang laporan dari masyarakat, yang kita pikir itu bahaya untuk ditaruh di tempat sana, mungkin ada. Biasanya sih enggak ada yang begitu, karena kan screening-nya deplu kan ketat sekali ya,” kata Anton. (*)