DEKAI, ODIYAIWUU.com — Pihak Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Jumat (7/11) mengumumkan duka nasional.
Juru Bicara Komnas TPNPB OPM Sebby Sambon mengatakan, duka nasional diumumkan kepada publiK atas gugurnya Mayor Semut B Sobolim setelah meregang nyawa akibat ditembak oleh aparat keamanan Indonesia.
Menurut Sebby, pengumuman itu disampaikan usai menerima laporan resmi Brigjend Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka dari Markas TPNPB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo. Mayor Semut meningga akibat ditembak di Jembatan Agung Mulia, Jalan Gunung, Dekai, kota Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (6/11) sekitar pukul 07:35 WIT.
“Mayor Semut B Sobolim bersama pasukannya melakukan patroli menggunakan motor dari wilayah pemukiman sampai melewati pos penjagaan di markas Koramil Dekai dan juga melewati Pos Satgas Damai Chartenz,” ujar Sebby Sambom melalui keterangan tertulis kepada awak media, Jumat (7/11).
Saat melakukan patroli di wilayah itu, kata Sebby, aparat militer Indonesia langsung melakukan penembakan sebanyak empat kali. Saat pasukan Semut berhasil melewati pos-pos aparat militer Indonesia dan mendekati Jembatan Agung Mulia, pasukannya yang memegang motor sempat melompat dari atas motor.
“Mayor Semut Sobolim melakukan perlawanan balik namun ditembak sniper aparat militer Indonesia jarak jauh. Peluru mengenai Mayor Sobolom sehingga korban jatuh di tempat,” kata Sebby.
Tim Satgas Operasi Damai Cartenz dan aparat gabungan TNI-Polri membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai dalan keadaan hidup. Namun, saat korban berada di rumah sakit, pukul 08: 00 WIT korban akhirnya meninggal di tangan aparat keamanan Indonesia.
“Setelah disemayamkan di rumah sakit jenazah dijaga ketat aparat keamanan Indonesia sehingga pihak keluarga, gereja dan kepala suku tidak bisa memiliki akses mengambil jenazah. Hingga Jumat (7/11) pukul 09:00 jenazah dipindahkan dari ruang gawat darurat ke ruang jenazah,” kata Sebby.
Menurut Sebby, aparat keamanan Indonesia kemudian menyerahkan jenazah Mayor Semut kepada keluarga dengan penjagaan ketat hingga pemakaman di lokasi pekuburan umum Kilo 7, Dekai, Yahukimo.
Brigjen Elkius Kobak menjelaskan, Mayor Semut bergabung bersama TPNPB Kodap XVI Yahukimo tahun 2019. Semasa hidup, almarhum terlibat langsung dalam medan perang melawan militer Indonesia demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.
“Atas gugurnya Mayor Semut B Sobolim saya bersama Mayor Kopitua Heluka sebagai Komandan Operasi TPNPB Kodap XVl Yahukimo dan seluruh pasukan menyampaikan turut berduka cita,” ujar Elkius Kobak.
Brigjen Elkius Kobak juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Sobolim yang telah menyerahkan anaknya untuk membela tanah air bangsa Papua. Mayor Semut Sobolim lahir di Sehol, 10 Januari 2004 dan gugur dalam usia 21 tahun. (*)










