DENPASAR, ODIYAIWUU.com — Pelarian Zuleam Costinel Cosmin (33) guna menghindari kejaran aparat keamanan akhirnya terhenti. Buronan internasional asal Rumania itu berhasil sembunyi di Bali selama berbulan-bulan.
Kehidupan Cosmin selama di Bali tertutup sehingga tak terendus aparat penegak hukum. Ia juga menikah siri dengan WNI. Meski demikian, nasibnya ibarat kata pepatah: sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga.
Cosmin akhirnya ditangkap tim gabungan Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia bersama Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar, dan Kepolisian Resor (Polres) Gianyar pada Kamis (15/1).
Nama Cosmin tercatat dalam daftar buronan paling dicari di Eropa terkait kasus penyiksaan brutal terhadap seorang pengusaha di Kota Sibiu, Rumania, yang terjadi pada Senin (6/11 2023).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes I Gede Adhi Mulyawarman mengatakan, Cosmin merupakan figur sentral dalam kasus kriminalitas tersebut dan menjadi target prioritas aparat penegak hukum Eropa.
“Cosmin ini juga dikenal sebagai individu yang sangat berbahaya dan memiliki kecenderungan kekerasan tinggi. Dia berhasil kabur sehingga menjadi target utama perburuan internasional sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh pengadilan Sibiu, Rumania,” kata Adhi mengutip detik.com saat konferensi pers di Mapolda Bali, Selasa (20/1) malam.
Cosmin masuk ke Indonesia pada 14 November 2023. Ia terdeteksi melakukan perjalanan dari Chengdu, China, dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
Setelah tiba di Indonesia, ia berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya menetap di Bali. Di pulau tersebut, Cosmin menjalani kehidupan secara tertutup dan berupaya tidak menarik perhatian lingkungan sekitar.
Cosmin juga sempat terdeteksi mencoba keluar Indonesia dengan data pemesanan tiket sebuah maskapai dari Denpasar menuju Kuala Lumpur. “Namun, setelah dilakukan pengecekan, yang bersangkutan tidak tercatat dalam data perlintasan,” ujar Adhi.
Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional Ses National Central Bureau (NCB)-Interpol Kombes Ricky Purnama menjelaskan, Cosmin sengaja menjaga profil rendah selama berada di Bali agar keberadaannya tidak terdeteksi aparat.
“Yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok atau low profile, jadi artinya yang berpenghasilan itu justru pasangannya,” ujar Ricky Purnama.
Strategi tersebut menjadi salah satu cara Cosmin bertahan hidup di Bali tanpa memunculkan kecurigaan, meski statusnya sebagai buronan internasional telah menyebar di kalangan aparat penegak hukum Eropa.
Selain menjaga kehidupan tertutup, Cosmin juga diketahui menikah siri dengan seorang warga negara Indonesia (WNI). Fakta ini terungkap saat proses penangkapan Cosmin oleh tim gabungan kepolisian.
“Pada saat kami lakukan penangkapan bersama jajaran Polda Bali, kita dapati status yang bersangkutan telah menikah dengan status siri dengan warga negara Indonesia,” kata Ricky.
Menurut Ricky, pasangan Cosmin tidak mengetahui bahwa pria tersebut merupakan buronan internasional yang tengah diburu aparat. “Pada saat kita tangkap, pasangannya tidak mengetahui bahwa statusnya dalam pelarian,” ujarnya.
Di balik upaya menyamarkan diri di Bali, Cosmin merupakan pelaku utama dalam kasus penyiksaan brutal di Rumania. Cosmin bersama dua orang komplotannya menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal di Sibiu.
Ketiganya melakukan penyiksaan terhadap korban hingga meninggal dunia. Para pelaku juga mengancam anak perempuan korban menggunakan senjata api sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Setelah melakukan aksi tersebut, komplotan ini membawa kabur jam tangan mewah senilai sekitar 200.000 Euro. Dua rekan Cosmin telah lebih dulu ditangkap di Irlandia dan Skotlandia serta dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Ricky mengungkapkan, motif kejahatan Cosmin tidak hanya perampokan barang berharga, tetapi juga penguasaan aset digital korban.
“Pada saat yang bersangkutan berusaha merampok pengusaha, yang bersangkutan terdeteksi melakukan upaya penyiksaan untuk mendapatkan akun kripto. Penyiksaan itu dilakukan karena korban berusaha tidak memberikan,” ujar Ricky.
Anak perempuan korban juga dilibatkan dalam rangkaian kejahatan tersebut dan mengalami ancaman serta tekanan psikologis berat.
“Putri korban juga harus ikut menjadi salah satu yang terlibat dalam tindak kriminal itu. Dan itu dianggap sebagai bentuk kekerasan yang melampaui batas kewajaran terhadap anak-anak. Nah itulah yang membuat Cosmin ini menjadi salah satu the most wanted tersangka di wilayah Eropa,” jelas Ricky.
Sementara itu Untung mengatakan, proses penanganan terhadap Cosmin telah memasuki tahap akhir. Proses hukum selanjutnya akan dilanjutkan melalui persidangan di Rumania.
“Selanjutnya malam ini subjek red notice Interpol atas nama Cosmin akan kami terbangkan ke Bucharest, Rumania,” ujar Untung. (*)










