OPINI  

Satu Tahun Kerja Nyata dan Konsolidasi Pembangunan Tolikara

Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev, Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDM Setda Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Foto: Istimewa

Oleh Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev

Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDM Setda Kabupaten Tolikara

PADA Sabtu (21/2) usia kepemimpinan Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si genap satu tahun memimpin Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan. Sebagaimana diketahui, Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto resmi melantik Bupati Tolikara Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025).

Karena itu, tepat setahun duet Wandik dan Wonda memimpin Tanah Injil Tolikara, menjadi momentum penting merefleksikan perjalanan pengabdian dan pembangunan daerah. Tahun pertama ini tidak sekadar menjalankan agenda kerja, tetapi menata fondasi pemerintahan, memperjelas arah kebijakan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

Di tengah tantangan geografis pegunungan, keterbatasan fiskal serta dinamika kebijakan nasional, kepemimpinan ini menunjukkan kemampuan adaptif, manajerial yang terukur, dan komitmen yang konsisten terhadap kesejahteraan rakyat. Tahun pertama kepemimpinan duet pemimpin ini diperhadapkan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Kebijakan tersebut mendorong rasionalisasi anggaran dan penyesuaian prioritas pembangunan.

Melalui pendekatan yang cermat, efisiensi dijalankan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Justru momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat disiplin perencanaan, memastikan belanja lebih fokus, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata. Finalisasi RPJMD Tolikara yang selaras dengan visi dan misi kepala daerah menjadi pijakan utama arah pembangunan lima tahun ke depan. Dokumen ini kemudian diturunkan ke dalam Renstra perangkat daerah, sehingga tercipta kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan penganggaran dalam satu sistem yang terintegrasi dan akuntabel.

Kepastian Wilayah sebagai Dasar Pembangunan

Keberhasilan menyelesaikan tapal batas antara Tolikara dengan Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Mamberamo Tengah merupakan capaian strategis yang memperkuat legitimasi administrasi pemerintahan. Kepastian wilayah ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya, dan peningkatan pelayanan publik yang lebih terarah.

Dalam mendukung program unggulan nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara berhasil membentuk 545 Koperasi Merah Putih di seluruh kampung. Pembentukan koperasi ini menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

Melalui kelembagaan koperasi, masyarakat memperoleh wadah kolektif untuk mengembangkan usaha, meningkatkan akses permodalan, serta mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Dukungan terhadap pertanian pegunungan, pembinaan kelompok tani, serta penguatan usaha kecil termasuk mama-mama Papua semakin memperkokoh ekonomi kampung sebagai tulang punggung daerah.

Komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang. Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi sehat dan berkualitas. Pemerintah membuka titik-titik strategis pelayanan ibu hamil, pencegahan stunting, dan pendampingan gizi keluarga.

Melalui Program Sarasehans, dukungan makanan bagi anak sekolah turut diperluas untuk meningkatkan gizi dan kualitas belajar. Kebijakan ini menegaskan bahwa pembangunan Tolikara berakar pada investasi manusia sejak dini. Pada jenjang pendidikan tinggi, kemitraan dengan Universitas Cenderawasih menghadirkan akses perkuliahan lebih dekat bagi generasi muda. Kerja sama dengan Institut Teknologi Del memperkuat orientasi pada pengembangan kapasitas teknologi dan inovasi. Langkah ini menunjukkan kesinambungan pembangunan SDM dari hulu hingga hilir.

Tolikara sebagai Pusat Religi dan Berbudaya

Visi pengembangan Tolikara sebagai pusat religi dan berbudaya mulai diwujudkan melalui penyusunan dokumen peta sejarah masuknya Injil serta inventarisasi potensi objek wisata rohani dan budaya. Pendekatan ini memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis nilai spiritual dan kearifan lokal.

Wilayah utara Tolikara yang sebelumnya terisolir mulai aktif dilayani dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan penerbangan perintis. Kerja sama dengan Rumah Sakit Dian Harapan memperkuat sistem rujukan medis, sementara kolaborasi dengan Universitas Papua memastikan pembangunan infrastruktur berbasis kajian ilmiah dan adaptif terhadap kondisi geografis pegunungan.

Langkah ini menunjukkan komitmen menghadirkan pelayanan hingga ke wilayah terpencil secara bertahap dan berkelanjutan. Selain program unggulan strategis, berbagai program prioritas rutin tetap berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di bidang sosial dan budaya, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, pelestarian adat, serta pemberdayaan komunitas terus diperkuat sehingga stabilitas sosial tetap terjaga.

Di sektor infrastruktur, pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan, fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, serta infrastruktur dasar lainnya tetap dilaksanakan meskipun dalam keterbatasan fiskal. Di bidang ekonomi, penguatan produksi pertanian, distribusi sarana produksi, serta pembinaan pelaku usaha lokal terus berjalan.

Pelayanan administrasi kependudukan, peningkatan kapasitas ASN, serta penguatan tata kelola keuangan daerah turut menjadi bagian dari capaian penting tahun pertama. Program-program tersebut mungkin tidak selalu terlihat besar secara simbolik, namun dampaknya nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kepemimpinan yang Menyatukan Arah dan Harapan

Satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda memperlihatkan fondasi pembangunan yang semakin kokoh. Penataan sistem perencanaan, kepastian wilayah, penguatan ekonomi kampung, investasi SDM, pembentukan 545 koperasi, serta pelaksanaan program rutin yang konsisten menunjukkan kepemimpinan yang bekerja dengan arah dan visi yang jelas.

Fondasi telah diletakkan, sistem diperkuat, pelayanan diperluas, dan kepercayaan masyarakat semakin tumbuh. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang terus dijaga, Tolikara optimis melangkah menuju percepatan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bermartabat pada tahun-tahun berikutnya.