TANAH MERAH, ODIYAIWUU.com — Pesawat Cessna milik PT Smart Air Aviation rute Tanah Merah-Danawage/Koroway Batu, Rabu (11/2) sekitar pukul 10.00 WIT dilaporkan ditembak di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Pesawat tersebut disebut membawa 15 orang, termasuk pilot dan co-pilot. Setelah pesawat mendarat sekitar pukul 10.00 WIT, pilot dan para penumpang kemudian menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Pesawat milik PT Smart Air Aviation, Rabu (11/2) menjadi target serangan kelompok bersenjata di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selaran.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-SNR menjadi sasaran penembakan oleh kelompok bersenjata. Apesnya, pilot dan kopilot pesawat naas itu meregang nyawa diseksekusi setelah berupaya menyelamatkan diri.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan, pilot dan kopilot pesawat tersebut tewas dibantai kekompok bersenjata. Pesawat naas itu bertolak dari Tanah Merah tersebut membawa 13 penumpang dengan tujuan Lapangan Terbang (Lapter) Korowai Batu.
Menurut keterangan kepolisian, serangan terjadi sesaat setelah pesawat mendarat pukul 11.00 WIT. Saat mendarat, pelaku langsung memberondong dengan tembakan hingga memaksa awak pesawat dan seluruh penumpang lari menyelamatkan diri ke hutan.
Apesnya, saat hendak berlari menyelamatkan diri naas menimpa pilot dan kopilot. “Sekitar pukul 13.00 WIT, kami mendapat informasi bahwa pilot dan kopilot ditemukan tewas,” kata Wisnu Perdana Putra kepada wartawa, Rabu (11/2).
Kedua korban, pilot dan kopilot dilaporkan dikejar kemudian dibunuh oleh kelompok penyerang. Sedangkan 13 penumpang lainnya dinyatakan selamat.
Pihak kepolisian mengatakan, kelompok penyerang diduga hanya mengincar awak kabin. Para penumpang yang merupakan warga lokal tidak mengalami kekerasan fisik. “Sementara para penumpang kondisi aman karena mereka warga setempat,” kata Wisnu.
Informasi yang diperoleh menyebutkan identitas crew pesawat naas itu yaitu Captain Pilot Egon Irawan dan Co-pilot Baskoro. Sedangkan para penumpang yaitu Yance Bemanop, Limu Gurik, Yanduk Kogoya, Turis Magai, Emira Wonda, Anak Kimis, Dualima Kogoya, Imantinus Kahipka, Irvan Kahipka, Samuel Jitmau, Pania Mialka, Topius Kogoya, danTialongga Kogoya. (*)










