TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Seorang perempuan yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi korban tragis akibat konflik antar kelompok yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Korban yang diketahui bernama Aprilia Magai, Senin (5/1) sekitar pukul 11.00 WIT ditemukan tewas dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya di Jalan Aspal, Kampung Maleo, Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah.
Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki membenarkan peristiwa tersebut. Namun, ia menyampaikan korban bukan bagian dari kelompok yang berkonflik dan diduga hanya sedang melintas di lokasi kejadian.
“Korban ini diduga ODGJ. Sehari-hari memang sering berjalan ke sana kemari. Saat kejadian, tidak diketahui secara pasti siapa pelakunya, namun ada saksi yang sempat berteriak meminta agar korban tidak dipanah,” ujar Yusak di Timika, Papua Tengah, Senin (5/1).
Menurut Yusak, peristiwa itu terjadi saat aparat keamanan tengah melakukan pembongkaran tenda-tenda perang di wilayah konflik. Korban sempat melintas di sekitar lokasi dan bahkan meminta minum kepada aparat keamanan sebelum melanjutkan perjalanan ke arah wilayah kubu Newegalen.
“Setelah aparat keamanan selesai dan meninggalkan lokasi, korban berjalan ke wilayah kubu Newegalen. Di situlah korban kemudian dipanah hingga meninggal dunia,” kata Yusak lebih lanjut.
Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban agar jenazah dimakamkan secara layak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga agar korban tidak dibakar, karena korban bukan bagian dari konflik atau orang perang. Kami minta agar dimakamkan sesuai dengan tata cara agama,” ujar Yusak.
Peristiwa ini menambah daftar korban sipil dalam konflik Kwamki Narama dan menjadi perhatian serius aparat keamanan agar masyarakat non-konflik, khususnya kelompok rentan, tidak lagi menjadi korban kekerasan.
Konflik dua kelompok warga di Kwamki Narama yang terjadi sejak Oktober lalu hingga kini belum kunjung selesai. Pada Minggu (4/1) seorang warga tewas dengan kondisi tertancap puluhan panah di sekujur tubuhnya di Kwamki Narama.
Yusak mengatakan, dengan bertambahnya satu korban ini, total korban jiwa akibat konflik Kwamki Narama menjadi sepuluh orang. Kejadiannya Minggu (4/1) sekitar pukul 13.18 WIT. Salah satu warga dari kelompok Newegalen melewati lokasi atau tempat berkumpul kelompok Dang.
“Orang tersebut kemudian dikejar ke arah kios panjang di kampung Olaroa. Korban diduga dalam keadaan mabuk serta tidak kontrol dan kalah jumlah dari kelompok Dang sehingga korban dikejar dan di panah,” ujar Yusak mengutip Kompas.com di Timika, Minggu (4/1). (*)










