BANDUNGAN, ODIYAIWUU.com — Para pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Nduga yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Nduga Seluruh Indonesia (IPMNI) dari lima DPC IPMNI dalam pernyataan sikapnya mendesak segera menggelar Konferensi Nasional ke-IV IPMNI demi menyelamatkan roda organisasi.
Desakan tersebut lahir mengingat hingga memasuki tahun 2025 atau sepuluh tahun para pelajar dan mahasiswa sudah mengikuti, merasakan, dan mengalami terjadi kevakuman dalam tubuh IPMNI, baik dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Badan Pengawas Organisasi Pusat (BPOP), Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Barat (DPWIB), dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur (DPWIT).
“Kami mencermati dnegan baik perkembangan roda organisasi sejak pelaksanaan Konas ke-III IPMNI di Bukit Soka, Salatiga, Jawa Tengah tahun 2015 hingga memasuki tahun 2025, tepatnya memasuki sepuluh tahun terjadinya kevakuman aktivitas roda organisasi,” ujar Yepin Kogoya dan lima pengurus DPC IPMNI masing-masing DPC Semarang-Salatiga, DPC Yogyakarta, DPC Malang-Surabaya, DPC Bali, dan DPC se-Jabodetabek melalui keterangan pers usai acara Natal bersama dan seminar di Bandungan, Jawa Tengah, Senin (5/1).
Dalam pernyataan tersebut, Yepin Kogoya bersama lima pengrrus DPC IPMNI mengatakan, berdasarkan keputusan Konas ke-III, yang menjadi panitia Konas IV ialah DPWIT, DPC Jayapura sebagai tuan rumah (panitia pelaksana). Konas ke-IV, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga. Para pelajar dan mahasiswa dari lima DPC sudah mengikutinya, namun hingga memasuki 2026, Konas ke-IV tidak dapat dipertanggunjawabkan panitia.
“Kami mendesak perlu segera dilakukan restrukturisasi dalam tubuh IPMNI mulai dari pengurus pimpinan pusat, pengurus pimpinan wilayah hingga cabang. Hal ini penting untuk menyelamatkan IPMNI dan generasi muda Nduga. Pengurus Pusat IPMNI juga tidak mengontrol hingga membuat IPMNI DPW-IT yang terdiri dari 6 DPC serta DPW-IB yang terdiri dari 6 DPC berjalan tanpa roh atau tanpa kepala,” kata Yepin Kogoya.
Ujungnya, organisasi tidak menyiapkan proses pembinaan dan regenerasi pelajar dan mahasiswa asal Nduga sebagai aset dan sumber daya manusia. Para pelajar dan mahasiswa asal Nduga juga tidak mendapatkan kesempatan mengasah dan menempah diri untuk belajar sebagai calon pemimpin dan agen perubahan.
IPMNI sebagai wadah potensial dan laboratorium calon pemimpin malah mati suri alias dibunuh dan tidak dapat berkembang sebagai organisasi persemaian calon pemimpin mengadapi tantangan global masa kini.
“Kami meminta kepada Panitia Konas IV, Dewan Pimpinan Cabang Jayapura, Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga, segera bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan Konas IV demi menyelematkan nasib dan masa depan generasi muda Nduga sebagai agen perubahan,” katanya.
Para pelajar dan mahasiswa asal Nduga yang terdiri dari lima DPC IPMNI Wilayah Indonesia Barat menyampaikan sejumlah pernyataan sikap sebagai berikut.
Pertama, meminta pertanggung jawaban kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pertimbangan Organisasi Pusat (DPOP), Badan Pengawas Organisasi (BPOP), Dewan Pimpinan Wilayah Timur (DPWIT), Dewan Pimpinan Wilayah Barat (DPWIB) dan Panitia Konferensi Nasional (Konas) ke-IV IPMNI mendesak agar Konas IV dapat diselenggarakan dalam waktu sesingkat-singkatnya, terhitung sejak Januari hingga Mei 2026.
Kedua, lima Dewan Pimpinan Cabang IPMNI menuntut keras saudara Frantinus Ubruangge ST sebagai Ketua Panitia Konas ke-IV segera mempertanggung jawabkan dan melaksanakan Konas ke-IV yang sudah vakum selama delapan tahun. (*)










