DAERAH  

Mantan Wartawan Harian Kompas Liputan Papua Kornelis Kewa Ama Khayam Meninggal Dunia

Mantan wartawan Harian Kompas Kornelis Kewa Ama Khayam. Sumber foto: Facebook Kornelis Kewa Ama

KUPANG, ODIYAIWUU.com — Mantan wartawan Harian Kompas Kornelis Kewa Ama Khayam, Rabu (11/3) meninggal di Rumah Sakit (RS) Leona, Kupang, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.

Kabar duka berpulangnya Kornelis, jurnalis senior NTT kelahiran Adonara Barat, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, disampaikan wartawati BeritaSatuTV Ayu Pugel melalui cuitannya di WhatsApp Group Forum Wartawan NTT Sedunia di Jakarta, Rabu (22/3) malam.

“Berita duka. Ka Kornelis, wartawan Kompas di Kupang meninggal di RS Leona Kupang diantar oleh polisi. Mohon jika ada kenal keluarganya, mohon dibantu,” ujar Ayu, wartawati kelahiran Adonara, Flores Timur.

Mantan wartawan Kompas Jannes Eudes Wawa mengenang Almarhum Kornelis sebagai sosok wartawan yang sangat rajin turun ke lapangan untuk menulis dan melaporkan ke redaksi Kompas di Jakarta. Kornelis di mata Jannes juga tak pernah mengeluh tentang penugasan.

“Penciuman Kornelis sebagai wartawan sangat tajam mencermati berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Ia juga unik, memilih ‘daerah merah’ yang dihindari banyak jurnalis saat ini,” ujar Jannes Wawa di Kupang, Timor, Rabu (11/3).

Jannes, mantan Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Kupang Santo Fransiskus Xaverius, juga mengaku, Almarhum Kornelis juga sosok yang bertanggung jawab atas isu hingga menyelesaikan dan menyajikan melalui laporan jurnalistik.

“Kita tahu, Timor Timur (kala itu) dan Papua selama Kor ditugaskan di sana adalah wilayah yang berkali-kali dilanda gejolak keamanan dan ketertiban masyarakat. Selama berada di tempat penugasan baik di Timor Timur hingga ke Papua, ia ibarat lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya,” kata Jannes.

Jannes menambahkan, satu hal yang dimiliki Kornelis, ia terampil membangun relasi dengan nara sumber. Independensi sebagai wartawan benar-benar ia jaga. Menariknya lagi ia juga rajin ke lapangan, semangat yang tak banyak dimiliki jurnalis masa kini.

Semasa terjun di dunia jurnalistik, Kornelis pernah bertugas enam bulan di Solo, Jawa Tengah. Tak lama setelah itu ia kemudian mengikuti pelatihan pengangkatan menjadi karyawan tetap.

“Pada Jumat 31 Desember 1999 saya pindah tugas di Jayapura menggantikan wartawan Kompas Octo Mote, yang melarikan diri ke luar negeri karena diduga terlibat gerakan Papua merdeka,” kata Kornelis Kewa Ama.

Selama enam tahun bertugas di Papua, pada Juli 2006 Kornelis dipindahtugaskan di Kupang, NTT. Pada Agustus 2007, ia sempat menuju Dili, ujung timur Timor, untuk meliput pemberontakan Mayor Alfredo yang ingin kembali bergabung dengan Indonesia. Namun, Alfredo saat itu tewas ditembak.

Konradus Rupa Mangu, mantan wartawan Tabloit NOVAS, Dili, Timor Timur (kini, Timor Leste) mengenang Almarhum Kornelis Kewa Ama sebagai sosok wartawan Komppas yang kutu buku. Perjumpaan selama di Dili, membuat keduanya, karena selain sama-sama terjun di jurnalistik namun juga berasal dari Adonara.

“Ama Nelis (Kornelis) itu jurnalis Kompas yang sangat teliti dalam menulis. Sajian featurenya di Kompas sangat menarik dan selalu jadi santapan saya saat kami ngopi bareng atau liputan di Dili,” ujar Rupa Mangu, mantan kontributor UCANews, media online berbasis di Bangkok. (*)