Bupati John Rettob Fasilitasi Dua Kelompok Warga Konflik Kwamki Narama Guna Wujudkan Perdamaian

Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob saat meninjau langsung keadaan di Distrik Kwamki Narama sekaligus memfasilitasi kedua kelompok warga yang bertikai menuju rekonsiliasi damai. Konflik meletus sejak Oktober 2025 hingga sebelas nyawa melayang. Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, Jumat (9/1) memfasilitasi pertemuan dua kubu yang sempat terlibat konflik Kwamki Narama yang akan berlangsung di Pendopo Rumah Negara SP 3, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Langkah Bupati Rettob dan Wakil Bupati Emanuel ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika guna membicarakan dengan pihak-pihak terkait menuju rekonsiliasi damai.

Pertemuan tersebut sangat penting sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik antara dua kelompok warga Kabupaten Puncak di Kwamki Narama yang terjadi sejak Oktober silam.

“Proses mempertemukan kedua kubu yang bertikai di satu meja pertemuan ini tentu bukan hal yang mudah. Pemerintah daerah baik Kabupaten Mimika maupun Puncak juga sudah secara marathon melakukan pendekatan kepada kedua pihak,” ujar Bupati John Rettob di Timika, Papua Tengah, Jumat (9/1).

Pihak Pemkab Mimika sudah melakukan pertemuan dalam rangka rekonsiliasi damai yang dimulai dengan kelompok keluarga Dang pada Selasa (6/1). Setelah itu Pemkab Mimika dan Pemkab Puncak kembali memfasilitasi dialog lanjutan bersama keluarga Newegalen pada Rabu (7/1).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, Sekda Puncak Nenu Tabuni serta sejumlah anggota DPRK Mimika, Bupati Rettob menyampaikan telah tercapai itikad baik dari kedua belah pihak untuk berdamai. Pada Kamis (8/1) Bupati Rettob bertemu langsung dengan kedua kubu yang bertikai.

Kehadiran Bupati Rettob di lokasi konflik secara langsung ini menjadi isyarat kesungguhan pemerintah daerah untuk merajut kembali benang-benang damai yang sempat terputus.

“Keluarga Dang dengan keluarga Newegalen bersepakat untuk berdamai. Hari Jumat kami akan mempertemukan kedua belah pihak,” ujar Bupati Rettob kepada wartawan di lokasi konflik, Kwamki Narama, Kamis (8/1).

Menurut Bupati Rettob, pertemuan lanjutan bersama kedua kubu akan digekar Jumat (9/1) dan diharapkan tercapai mufakat damai sehingga prosesi adat ‘belah kayu’ dapat segera dilaksanakan.

Bupati Rettob menjelaskan, dalam tatap muka dirinya dengan kedua kubu yang bertikai di lokasi konflik baik keluarga Newegalen maupun keluarga Dang menyampaikan permintaan khusus sebelum mereka duduk bersama di Pendopo Rumah Negara Kabupaten Mimika.

Salah satu permintaan, agar penjagaan aparat keamanan di sekitar lokasi konflik sedikit dilonggarkan dan juga terkait dengan beberapa anggota kelompok yang ditahan untuk dibebaskan.

“Menurut kedua kubu, akibat penjagaan pihak keamanan mereka kesulitan mengumpulkan keluarga sehingga meminta agar penjagaan sedikit dilonggarkan supaya proses pertemuan keluarga bisa berjalan,” kata Bupati Rettob.

Terkait dengan pihak-pihak yang saat ini diamankan oleh pihak kepolisian, Bupati Rettob menyampaikan kepada kedua belah pihak dirinya menjamin mereka akan dikeluarkan setelah kubu Newegelen dan Dang membuat kesepakatan perdamaian.

Bupati menegaskan, melihat hasil pertemuan dengan kedua kubu, pemerintah daerah sangat optimis perdamaian konflik Kwamki Narama dapat terwujud dalam waktu dekat.

Nenu Tabuni sebelumnya menegaskan, pemerintah daerah baik Pemkab Mimika maupun Pemkab Puncak tidak tinggal diam dalam menyikapi konflik ini dan terus mengambil langkah-langkah penyelesaian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bertahan dan menunggu proses ini selesai. Setelah semua tahapan perdamaian dilalui dan situasi aman, barulah masyarakat bisa kembali,” ujar Nenu Tabuni.

Dukungan terhadap upaya perdamaian juga datang dari Gradus Wamang, Kepala Suku Damal di Kwamki Narama. Wamang menegaskan kesiapannya untuk mendukung perdamaian demi menghentikan konflik.

“Kami datang ke sini untuk perdamaian. Kedua kubu yang berperang itu keluarga saya semua. Saya minta perdamaian supaya tidak ada korban lagi,” kata Wamang Gradus.

Wamang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Mimika dan Pemkab Puncak yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Wakil Bupati Puncak serta Sekda Puncak. Saya berharap pemerintah Mimika dan Puncak terus bekerja sama agar perdamaian ini benar-benar terwujud,” ujar Wamang lebih lanjut. (*)