DAERAH  

Tentara Organisasi Papua Merdeka Klaim Serang Seorang Aparat Keamanan di Kali Bonto, Yahukimo

Salah seorang anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan saat berada di hutan di wilayah Yahukimo. Sumber foto: screenshot video.

DEKAI, ODIYAIWUU.com —‎ Pihak ‎Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Jumat (23/1) mengklaim melakukan penyerangan disertai penembakan terhadap aparat keamanan Indonesia di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami menerima laporan resmi dari Brigjen Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka dari Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Selasa (20/1) sekitar jam 10.15 waktu Papua di Kabupaten Yahukimo,” ujar Juru Bicara Komnas TPNPB Sebby Sambom melalui keterangan tertulis kepada wartawan di tanah Papua, Jumat (23/1).

Sebby mengatakan, pasukan TPNPB dari Batalyon HSSBI di bawah pimpinan Enos M Yoal, Jinak Sobolim, dan Wene Kobak, Selasa (20/1) telah melakukan penyerangan serta penembakan terhadap satu orang personel militer Indonesia di Kali Bonto, Jalan Gunung, Kota Dekai, Yahukimo.

‎“‎Sebelumnya kami juga melakukan penembakan terhadap seorang aparat militer Indonesia pada Senin (19/1) sekitar jam 05.00 waktu Papua. Namun, belum diketahui korban tewas atau luka-luka,” kata Sebby.

Pihak Komnas TPNPB OPM, kata Sebby, menampaikan kepada Panglima Kodam XVI/Cenderawasih, Satgas Damai Carthenz, dan Koops Habema untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap warga sipil di Jalan Gunung, Dekai, Yahukimo.

‎‎Sebby menambahkan, Komandan Lapangan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Amil Mil Singahun juga melaporkan, penyerangan terhadap aparat militer Indonesia terjadi selama Senin-Selasa (19-20/1). Serangan dilakukan Kompi Busa, Kompi Sio Mulip, Nangenang, Kompi H 2 Yes, Kompi Heseli, Kompi Manusili dan Kompi Isbel atas perintah Komandan Batalyon HSSBI Mayor Enos Yoal, Jinak Sobolim, dan Wene Kobak.

‎‎”Brigjen Elkius Kobak juga melaporkan bahwa penembakan berturut-turut tersebut dan siap bertanggung jawab atas jatuhnya dua korban dari aparat militer Indonesia,” kata Sebby. (*)