OPINI  

38 Tahun Binterbusih Dampingi Orang Muda Papua

Narik Yimin Tabuni, Kepala Korwil Yayasan Binterbusih Semarang dan Mahasiswa Program Doktor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah. Foto: Istimewa

Oleh Narik Yimin Tabuni

Kepala Korwil Binterbusih Semarang, Jawa Tengah

YAYASAN Bina Teruna Bumi Cenderawasih (Binterbusih) merupakan yayasan non nirlaba dengan fokus pada aspek pendampingan, pembinaan, dan pendidikan demi kemajuan anak-anak, generasi muda tanah Papua.

Yayasan Binterbusih berdiri 12 Januari 1988. Pada Selasa (12/1) keluarga besar Yayasan Binterbusih bersama para pelajar dan mahasiwa merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 yayasan ini di Semarang, kota Provinsi Jawa Tengah.

Perjalanan waktu Yayasan Binterbusih sejak berdiri hingga menyentuh 38 tahun tentu bukan waktu yang pendek. Usai 38 tahun ini bukti kepedulian dan keseriusan yayasan melalui Dewan Pembina Yayasan Binterbusih Paulus Sudiyo dan Paskalis Abner selaku ketua yayasan serta para pengurus.

Sektor pembangunan di bidang pendidikan di kalangan generasi muda tanah Papua masih jadi ironi. Dari sana lahir kepedulian mendalam yayasan memajukan potensi anak muda dan generasi emas bumi Cenderawasih melalui pendidikan.

Wajah pembangunan pendidikan yang ironis di tanah Papua puluhan tahun silam membawa Yayasan Binterbusih di Semarang terpangil untuk menjadi fasilitator keselamatan bagi orang muda Papua.

Yayasan ini mengusung visi Menjadi Yayasan yang Mandiri, Handal, Terpercaya dalam Mendidik dan Membina Generasi Muda Papua Menuju Papua yang Damai, Adik dan Sejahtera.

Misi Utama

Untuk mewujudkan visi tersebut Yayasan Binterbusih memiliki empat misi utama pembangunan generasi muda tanah Papua. Pertama, membangun yayasan yang mandiri dan terbuka bagi semua pihak yang berkehendak baik.

Kedua, meningkatkan kompetensi para karyawan menjadi lebih handal dan terpercaya, Ketiga, melayani dengan hati, mendidik dan membina generasi muda Papua yang peduli Papua, memiliki kualitas intelektual yang baik, memiliki mental, spiritual, dan kualitas emosi yang baik.

Keempat, melayani dengan Inovasi tiada henti menuju Papua yang damai, adil, dan sejahtera. Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 tahun 2026, Yayasan Binterbusih mengusung tema Profesional, Happines, dan Quality.

Tema pada peringatan ulang tahun kali ini menjadi refleksi perjalanan panjang yayasan dalam upaya membina, mendidik, dan mendampingi orang muda Papua agar kelak mandiri kemudian mengabdi di tanah Papua dan di mana saja.

Dalam kesempatan itu, tidak lupa Binterbusih melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

YPMAK adalah lembaga yang mengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat asli di Mimika, Papua Tengah, khususnya suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.

Selain itu, MoU juga dilakukan dengan Yayasan Pemuda Kamoro Bangkit (YPKB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Bintang, Pemkab Puncak, Pemkab Maybrat, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan.

Yayasan juga melakukan penandatanganan MoU dengan berbagai universitas di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Bali, baik negeri, swasta maupun sekolah kedinasan.

Ada sekitar 1.263 generasi muda asli Papua, baik pelajar maupun mahasiswa asal Papua yang didampingi, dibina, dan dididik yayasan. Seiring perjalanan waktu, Yayasan Binterbusih sudah mencetak alumni, yang mengabdi baik di tanah Papua maupun di berbagai wilayah di Indonesia.

Beberapa yang dapat dicatat yaitu Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia Natalius Pigai, Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni,  Ketua Yayasan YPMAK Dr Leonardus Tumuka, Ketua Komisi Yudisial RI Perwakilan Papua Dr Methodius Kossay, SH, MH, dan lain-lain.

SDM Generasi Muda Papua

Momen HUT ke-38 Yayasan Binterbusih tahun 2026 dihadiri oleh pengawas yayasan, dewan pembina, pengurus, Korwil, dan seluruh karyawan. Yayasan ini murni untuk mempersiapkan masa depan orang muda Papua melalui pendidikan. Pendidikan merupakan jalan satu-satunya jalan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) demi kemajuan tanah Papua.

Selama manusia Papua ada dan Yayasan Binterbusih eksis dalam proses pembinaan, pendampingan, dan pendidikan maka kelak sumber daya manusia (SDM) Papua yang dihasilkan juga menjadi pribadi yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing di tengah persaingan lokal, nasional, dan global yang kian kompetitif.

Selamat Ulang Tahun ke-38 Yayasan Binterbusih Tahun 2026. Doa dan ucapan disertai harapan semoga Yayasan Binterbusih menjadi dian yang setia menerangi tanah Papua melalui generasi mudanya di tengah masyarakat.