Dosen Politeknik Saint Paul Kota Sorong Johanes Eudes Ola Nimanuho Meninggal Dunia

Dosen Politeknik Katolik Saint Paul Kota Sorong Almarhum Johanes Eudes Ola Nimanuho, ST, MT. Sumber foto: Facebook Hence Ola Nimanuho

SORONG, ODIYAIWUU.com — Dosen Politeknik Katolik Saint Paul Sorong Johanes Eudes Ola Nimanuho, ST, MT, Rabu (7/1) 16.00 WIT menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit (RS) Solo Beselu, Kilo 12 Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Berpulangnya Hence Nimanuho —sapaan akrab Johanes Eudes Ola Nimanuho— tidak hanya membawa duka bagi istri terkasih, Estepani Topo dan anak semata wayang Gabriela Bengan Kian Nimanuho tetapi juga keluarga besar Almarhum di tanah kelahirannya, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Kabar duka itu juga bukan hanya dirasakan civitas akademika Politeknik Katolik Saint Paul Sorong, kampus tempat Alamrhum mengabdi tetapi juga masyarakat asal Nusa Tenggara Timur di Papua Barat dan kota Sorong serta masyarakat Papua Barat Daya dan Papua Barat serta para kolega.

“Kaka Hence sempat di Kupang pada Kamis, 11 Desember untuk menunaikan tugas di sana. Kemudian Minggu (14/12) ke Larantuka (Kabupaten Flores Timur) lalu terus ke Lewoleba (Lembata). Lalu kembali dan tiba di Sorong pada Selasa (23/12). Lalu terakhir kami diberitahu beliau sudah dipanggil Tuhan. Rasanya beliau ke kampung sekadar pamit,” ujar Aries Nimanuho, adik kandung Almarhum dari Lewoleba, kota Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (8/1).

Para alumni Politeknik Katolik Saint Paul Sorong juga menyampaikan duka berpulangnya Hence Nimanuhu memenuhi panggilan Tuhan, sang Sabda. Doa terdaras semoga Almarhum diterima di sisi Tuhan dan istri serta anak dan keluarga besar beroleh penghiburan.

“Segenap keluarga besar alumni Poltek Saint Paul menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Johanes Eudes Ola. Kiranya istri, anak, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan,” ujar Priska Sweet, admin Facebook Politeknik Katolik Saint Paul Sorong melalui cuitannya di Sorong, kota Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (8/1).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kota Sorong, pada Kamis (8/1) mulai pukul 19.00 WIT akan diadakan Misa Requiem di kediaman Almarhum di KM 7 Gunung Kota Sorong.

“Kamis jam sembilan malam ini akan dipersembahkan Misa Requiem di rumah Almarhum. Kami sungguh kehilangan sosok seorang tokoh muda energik dan dosen yang pintar, pekerja keras, dan rendah hati,” ujar Maria Goreti Ure Wukak di Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (8/1).

Menurutnya, Hence Nimanuho adalah teman kelas saat sekolah di SMP Santu Pius Lewoleba, Lembata. Semasa di SMP Santu Pius, Hence Nimanuho tergolong siswa yang sangat pintar dan rendah hati. Beliau juga seorang aktivis yang selalu memotivasi generasi muda untuk tampil mengabdi sesuai talenta.

“Saat ini ama (Bapak) Hence Nimanuho beliau mengemban tugas sebagai Sekretaris IKF Kota Sorong. Meski sibuk sebagai dosen ia juga mencurahkan perhatiannya kepada kemajuan organisasi IKF Kota Sorong dan generasi muda Papua Barat Daya terutama di kota Sorong,” ujar Etty Wukak lebih lanjut.

Hence Nimanuho lahir di Lewoleba, Lembata 19 Agustus 1971. Ia anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Yoseph Kewaama Nimanuho (Almahrum) dan Bibiana Bengan Kian Rianghepat (Almahrumah).

Hence Nimanuho menyelesaikan sekolah dasar di SDK Lewoleba I, Lembata tahun 1984. Kemudian, masuk SMP Santu Pius X Lewoleba hingga tamat tahun 1987. Ia kemudian melanjutkan SMA di SMA Seminari San Dominggo Hokeng, Kabupaten Flores Timur hingga tamat tahun 1991. Ia lalu masuk novisiat SVD Nenuk, Atambua, Pulau Timor tahun 1992.

Hence kemudian kuliah pada Fakultas Teknik (FT) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang hingga memperoleh gelar Sarjana Teknik (S-1) di Unwira Kupang tahun 2001. Ia lalu merampungkan studi Magister (S-2) di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Semasa sekolah hingga kuliah, Hence Nimanuho aktif dan menjadi pengurus di berbagai organisasi. Ia tercatat pernah menjabat Ketua OSIS SMP Santu Pius X Lewoleba. Pernah pula menjabat Wakil Ketua OSIS SMA Seminari San Dominggo Hokeng, Flores Timur dan Ketua Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Asal Ile Ape (AMMAPAI) Kupang periode 1993-1994.

Menurut Aries Nimanuho, dalam beberapa waktu belakangan Hence Nimanuho mulai mengalami penurunan kesehatan karena sakit. Berbagai upayakan pengobatan dilakukan dengan penuh ketabahan dan terus membuahkan hasil membahagiakan.

Menurut Aries, pada Desember lalu Hence sempat pulang ke kampung halaman di Lembata untuk bertemu keluarga. Setelah kembali ke Sorong, kabar duka datang. Tuhan memanggilnya setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Ia menutup mata selamanya dalam usia 54 tahun, 4 bulan, dan 19 hari.

“Kami keluarga besar memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama hidup Almarhum memiliki kekelirian atau kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Keluarga juga memohon doa agar segala amal ibadah Almahrum diterima di sisi-Nya,” ujar Aries.

Selamat jalan, ama Hence Nimanuho. Damailah di sisi-Nya. Terima kasih atas jasanya bagi sesama selama menunaikan tugas perutusanmu bagi sesama, teristimewa warga kota Sorong dan tanah Papua. (*)