Uskup Jayapura Mgr Yanuarius You Tahbiskan Tiga Imam Baru di Katedral Kristus Raja, Berikut Profilnya

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr Dr Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr saat memimpin Misa Tahbisan tiga diakon di Gereja Katedral Kristus Raja, Dok V Jayapura, Minggu (23/11). Ketiga imam baru yakni RD Weakti Rufino Emanuel Kossay, Pr; RD Yufensius Wabiaman; dan RP Ambrosius Weke, OFM. Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Uskup Keuskupan Jayapura Mgr Dr Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr, Minggu (23/11) mulai pukul 09.00 WIT memimpin Misa Tahbisan tiga diakon di Gereja Katedral Kristus Raja, Dok V Jayapura, Papua.

Dalam Misa tersebut, tiga diakon yang ditahbiskan yaitu RD Weakti Rufino Emanuel Kossay, Pr; RD Yufensius Wabiaman; dan RP Ambrosius Weke, OFM. Ribuan umat Katolik khusuk dalam doa sebagai wujud dukungan bagi ketiga imam.

Uskup Matopai dalam homilinya mengatakan, tiga diakon yang ditahbiskan menjadi imam memiliki konsekuensi agar mereka menjadi imam untuk mengikuti teladan Yesus Kristus, Raja Semesta Alam. Teladan dalam karya di mana Yesus datang untuk mewartawakan Kabar Keselamatan, Kabar Gembira agar manusia bertobat dan percaya kepada Allah sehingga beroleh keselamatan.

“Mereka (ketiga imam) juga diberikan tugas untuk mewartakan Kabar Gembira, Kabar Keselamatan agar orang percaya bertobat. Mereka juga akan berbuat baik seperti Yesus yang datang untuk melayani dengan penuh kasih,” ujar Uskup Matopai dalam homilinya yang disiarkan melalui laman YouTube Komisi Sosial (Komsos) Jayapura, Papua, Minggu (23/11).

.Mgr Matopai, Uskup pertama putra asli Papua, juga mengatakan, para imam ditahbiskan untuk mengasihi seperti kasih dari Yesus. Para imam Adalah pembantu Uskup setempat yang mengambil bagian dalam tiga tugas Yesus yaitu sebagai Nabi, Imam, dan Raja.

“Setiap imam juga dipanggil untuk menghayati nilai-nilai Injil yakni ketaatan, kemurnian, dan kemiskinan. Karena itu secara khusus kami memohon dengan rendah hati kepada ketiga diakon agar melaksanakan tugas sebagai pembantu Uskup, sebagai nabi, imam, dan raja,” ujar Mgr Matopai.

Namun, para imam juga diminta menghayati nasehat Injil yaitu ketaatan, kemiskinan, dan kemurnian. Untuk itu, lanjut Uskup Matopai, ketiga imam selalu diminta membina hubungan, relasi yang khusus dengan Tuhan Yesus yang telah memanggil untuk mengikuti-Nya.

“Relasi itu baik melalui doa, pelayanan sakramen-sakramen, terutama Ekaristi dengan menyebarkan Sabda Tuhan. Kemudian, menjaga keutamaan-keutamaan Kristiani. Sebagai imam, hendaknya selalu mawas diri sampai seumur hidup agar tidak jatuh dalam keinginan-keinginan daging, hawa nafsu yang rendah,” ujar Uskup Matopai.

Uskup Matopai juga meminta ketiga imam menjaga hidup yang kudus dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Ekaristi itu Uskup juga mengingatkan umat Katolik bahwa Tuhan Yesus mengajarkan agar meniru keteladanan Yesus Kristus sebagai Raja. Ia yang melayani manusia.

“Demikian pula melalui tugas kita masing-masing sebagai orangtua dalam keluarga atau rumah tangga, sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, dan tugas apa saja. Yesus mau mengajarkan dan memberi teladan kepada kita saat ini, pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam,” ujar Uskup Matopai.

Uskup Matopai melanjutkan, Yesus mengajarkan umat agar hendaknya merendahkan dan mengorbankan diri seutuhnya untuk melayani orang lain. Mulai dalam keluarga, di tengah Masyarakat, dan juga melalui tugas perutusan masing-masing.

“Dalam Visi Gereja Keuskupan Jayapura yang baru yaitu Membangun Gereja Misioner yang Mandiri, Partisipatif, Solider, dan Terlibat di Tengah Masyarakat, kita semua baik Uskup, para pastor, kaum religius, biarawan dan biarawati serta umat, mari kita bekerja sama, berjalan bersama untuk diutus melayani sesama dengan penuh kasih sesuai teladan Yesus,” katanya.

Menurut Mgr Matopai, Uskup, para pastor, kaum religius, biarawan dan biarawati serta umat diajak menolong sesamaa terutama kepada orang-orang kecil, orang-orang miskin, orang-orang yang menderita, kaum difabel. Di sana, ujarnya, di sana semua dipanggil untuk melayani.

“Karena itu, kita semua membangun satu komitmen untuk melawan segala praktik pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, pembunuhan, pengungsian, kerusakan lingkungan hidup, sumber daya alam di atas tanah Papua demi kepentingan pribadi maupun kelompok. Melawan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme, SARA. Kita mesti melawan semuanya,” katanya.

Tahbisan tiga imam baru merupakan rahmat dan kasih Tuhan serta kabar sukacita karena umat Katolik khususnya di Keuskupan Jayapura dan umat Katolik di tanah Papia memiliki tiga gembala baru.

Ketiganya berasal dari keluarga sederhana di mana dua imam merupakan putra asli tanah Papua dan seorang lagi dari tanah Congkasae (Manggarai), Pulau Flores, Nusa Bunga, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berikut sekilas profil imam baru.

RD Yufensius Aituru, Pr lahir di Aworket pada 7 Oktober 1995. Ia dibaptis di Aworket pada 15 Januari 1996 dan menerima Sakramen Krisma di Gereja Gembala Baik Abepura. Pastor Aituru lahir dari pasangan suami-istri Yosep Yawai dan Yosefa Akan.

Pastor Aituru masuk SD YPPK Hati Kudus Pirimapun tahun 2000-2006, SMP YPPK Santo Yohanes Pemandi Agats-Asmat tahun 2006-2009, Kelas Persiapan Pertama (KPP) Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena tahun 2009-2010,

Ia kemudian masuk SMA YPPK Taruna Bakti Waena tahun 2010-2014, Masa Perkenalan (Maper) di Paroki Kristus Terang Dunia Waena tahun 2014-2015, dan Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Seminari Petrus Van Diepen tahun 2015-2016.

Pastor Aituru masuk Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura tahun 2015-2020, Pelantikan Akolit/Lektor di Kapela Seminari Tinggi Yerusalem Baru Abepura pada 12 Juni 2020, dan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Roh Kudus Mabilabol Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan tahun 2021-2022.

Ia studi pada Program Pasca Sarjana (S2) di STFT Fajar Timur Abepura tahun 2022-2025, Persiapan Diakonat di Paroki Gembala Baik Abepura tahun 2025, Tahbisan Diakon di Kapela Seminari Santo Fransiskus Asisi Waena pada 15 Juni 2025, dan Masa Diakonat di Paroki Gembala Baik Abepura pada 19 Juni 2025. Pastor Aituru memilih motto tahbisan: “…..Tuhan mau pake…….” (Mat. 21:3).

Sedangkan RD Weakti Rufino Emanuel Kossay, Pr lahir di Sentani 7 Agustus 1995. Ia dibaptis 7 Juni 1996 dan menerima Sakramen Krisma, 29 Mei 2011 di Gereja Gembala Baik Abepura. Imam asal Wamena (Hubula), Jayawijaya, Papua Pegunungan, lahir dari pasutri Eduardus Kossay dan Dominika Huby.

RD Emanuel Kossay masuk TK Nina Hawai, Sentani tahun 2000-2001, SD YPPK Bonaventura Sentani tahun 2007-2010, Seminari Santo Fransiskus Asisi Waena tahun 2010-2014, SMA YPPK Taruna Bakti Waena tahun 2011-2014, dan TOR di Gereja Santo Paulus Nabire, Papua Tengah tahun 2014-2015.

Kemudian, masuk STFT Fajar Timur Abepura tahun 2015-2019, Pelantikan Akolit/Lektor di Kapela Seminari Tinggi Yerusalem Baru Abepura pada 14 Juni 2019, TOP di Paroki Santo Wilibrordus Arso Kota tahun 2019-2020, dan Tahun Orientasi Kontekstual (TOK) di Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena tahun 2020-2021.

Studi pada Program Pasca Sarjana (S2) di STFT Fajar Timur Abepura tahun 2021-2023, Persiapan Diakonat di Paroki Gembala Baik Abepura kemudian di Abmisibil 18 Juli 2024, Tahbisan Diakon di Kapela Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena 15 Juli 2025, Masa Diakonat di Paroki Bintang Timur Amisibil, Pegunungan Bintang 19 Juli 2025. Pastor mengambil motto tahbisan, Allah Menghendakinya, “Deus Vult” (Yak. 4:15).

Sedangkan RP Ambros Weke, OFM lahir 28 Juni 1994 di Lema, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, NTT. Ia anak kelima dari enam bersaudara dari pasutri Hendrikus Hapan (Alm) dan Melania Lalus. Pastor Ambros masuk SD Katolik Lema tahun 2001-2006, SMP Negeri 3 Lembor, Manggarai Barat tahun 2006-2009.

Ia lalu masuk SMA Katolik Santo Yohanes Brachmas Widya Bhakti Ruteng, Kabupaten Manggarai tahun 2009-2012, Kelas Persiapan Atas (KPA) Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena, Tahun Postulat Santo Fransiskus Wenewolok, Pihke tahun 2014-2015, dan Tahun Novisiat La Verna Sentani tahun 2015-2016.

Kemudian, masuk STFT Fajar Timur Abepura tahun 2016-2020, Pelantikan Akolit/Lektor di Kapela Seminari Tinggi Yerusalem Baru Abepura pada 14 Juni 2019, TOP di Paroki Santa Maria Immaculata Mowanemani, Dekanat Kammapi, Keuskupan Timika tahun 2020-2021, TOK di Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena tahun 2020-2021.

Profesi Meriah/Kaul Kekal dalam Ordo Fratrum Minorum (OFM) pada 21 September 2022, Studi pada Program Pasca Sarjana (S2) di STFT Fajar Timur Abepura tahun 2022-2024, dan Persiapan Diakonat di Provinsialat OFM, Provinsi Fransiskan Duta Damai Papua tahun 2024-2025.

Tahbisan Diakon di Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena kemudian bertugas di Provinsi Fransiskan Duta Damai APO sambil menyelesaikan studi di STFT Fajar Timur 15 Juni 2025, dan Masa Diakonat di Asrama Putra Martin de Pores Agats-Asmat, Keuskupan Agats-Asmat pada 7 Juli 2025. RP Ambros Weke mengambil motto tahbisan: Hendaklah kamu saling mengasihi (Yoh. 15:17), (*)