KPU Kabupaten Tolikara Rampungkan DPT, Total Pemilih Pemilu 2024 Sentuh Angka 234.295 Orang - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

KPU Kabupaten Tolikara Rampungkan DPT, Total Pemilih Pemilu 2024 Sentuh Angka 234.295 Orang

Ketua KPU Kabupaten Tolikara Jundi Wanimbo, SIP Bersama anggota komisioner usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Pemilu Tahun 2024 di aula GIDI Karubaga, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (22/6). Foto: Istimewa

Loading

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolikara, Rabu (21/6) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Tahun 2024 bertempat di aula GIDI Karubaga, Provinsi Papua Pegunungan.

“DPT Tolikara pada Pemilu 2024 sebanyak 234.295 orang. Jumlah ini terdiri dari pemilih laki-laki 127.647 dan perempuan 106.647 orang. Penetapan ini merupakan data yang akan jadi patokan untuk Pemilu 2024 baik Pilpres, Pilkada maupun Pileg,” ujar Ketua KPU Kabupaten Tolikara Jundi Wanimbo, SIP usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Pemilu Tahun 2024 melalui keterangan yang diperoleh Odiyaiwuu.com dari Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (22/6).

Menurut Wanimbo, 21 Juni merupakan limit penetapan DPT secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, pasca penetapan DPT secara serentak tidak ada conplain pihak manapun, termasuk yang tidak hadir dalam pleno tersebut.

“Jika kita bandingkan dengan DPT Pemilu 2019, jumlah DPT Tolikara pada Pemilu 2024 mengalami penambahan tiga ribu lebih meski sebelumnya terjadi pengurangan karena ada warga yang meninggal, pindah domisili, dan pemilih ganda,” kata Wanimbo lebih jauh.

Perubahan jumlah pemilih, kata Wanimbo disebabkan sejumlah alasan seperti meninggal dunia, pindah tempat tinggal atau data penduduk ganda seperti di Distrik Danime, di mana suami tinggal di Kabupaten Lany Jaya. Sedangkan isteri tinggal di Tolikara dan anak berdomisili di Kabupaten Jayawijaya.

“Sebaiknya kepala keluarga ber-KTP Tolikara, anak-anak dan istri ikut. Sebaliknya, warga pendatang yang di Karubaga Wenam harus memiliki KTP Tolikara. Warga yang domisili di Tolikara namun tidak memiliki KTP harus segera mengurus KTP agar menambah jumlah DPT,” ujarnya.

Wanimbo dalam kesempatan tersebut juga mengaku sangat kecewa karena perwakilan pemerintah daerah, pimpinan dan anggota DPRD Tolikara tidak hadir saat berlangsung Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penetapan DPT Pemilu 2024. Undangan KPU Tolikara sudah dikirim tetapi tidak dipenuhi.

“Saya selaku pimpinan KPU Tolikara sangat kecewa kepada pemda, pimpinan dan anggota DPRD Tolikara. Kami sudah berupaya kasih undangan namun tidak dipenuhi,” kata Wanimbo.

Pihaknya mengaku, selama masa kepemimpinannya sebagai Ketua KPU Tolikara sejak dilantik tahun 2018 hingga saat ini undangan yang dikirim tidak pernah datang sehingga hal tersebut menjadi catatan sebagai pimpian Lembaga penyelenggara Pemilu.

“Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sangat penting harus disaksikan bersama, yang berkepentingan adalah partai politik. Pemilik data penduduk adalah Pemda Tolikara sehingga mereka harus ada di sini agar ada keberatan bisa sampaikan kepada pemilik data yaitu Pemda melalui Ducapil Tolikara namun tidak hadir,” ujarnya.

Menurut Wanimbo, yang seharusnya memenuhi dalam ruang ini adalah pemda, pimpinan dan anggota partai politik tetapi hal itu tidak terjadi sehingga membuat dirinya dan para komisioner kecewa.

Padahal, sebagai sesama pejabat publik dan putra daerah mestinya bergandengan tangan menyukseskan Pemilu 2024 sebagai agenda politik nasional. Ketika DPT ditetapkan semua pihaknya berharap agar dapat diterima kemudian dilakukan sosialisasikan kepada masyarakat baik di tingkat distrik maupun kampung.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Pemilu Tahun 2024 diikuti para anggota PPD Distrik Se-Kabupaten Tolikara, pengurus partai politik, Bawaslu Tolikara, Polres Tolikara, dan Kodim Persiapan Tolikara. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :