Bayi Gizi Buruk Demesto Salla Adalah Putra Pasutri Norten-Marina, Warga Pegunungan Bintang - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Bayi Gizi Buruk Demesto Salla Adalah Putra Pasutri Norten-Marina, Warga Pegunungan Bintang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo Lesman Tabuni, SKM, MM. Foto: Istimewa

Loading

DEKAI, ODIYAIWUU.com — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo Lesman Tabuni, SKM, MM membantah berita yang menyebut Demesto Salla, menderita kurang gizi.

“Berdasarkan data dan fakta, pasien yang disebut kasus kurang gizi di Yahukimo, kami nyatakan bahwa berita ini tidak benar,” ujar Lesman Tabuni melalui keterangan tertulis yang diterima Odiyaiwuu.com di Jakarta, Selasa (10/5).

Demesto lahir di Batan 17 Desember 2021 sebagai anak keempat dari pasangan suami-isteri Norten Salla dan Marina Lulum, warga Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Selain Demesto, pasutri ini juga memiliki tiga anak yaitu George Salla (9 tahun), Anjhones Salla (8), dan Febian Salla (5).

Tabuni menambahkan, Demesto bersama kedua orangtua tinggal di Sentani, Kabupaten Jayapura. Setelah kondisi fisik bayi itu sakit parah, orangtuanya memutuskan membawa bayi itu ke Distrik Nalca, Yahukimo pada Jumat (5/5).

Tiba di Nalca, Demesto langsung dibawa ke Klinik Siloam, Nalca untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Petugas klinik itu melakukan pemeriksaan. Kedua orangtuanya membawa bayi itu ke rumah keluarga.

Menurut Tabuni, setelah bersama tim melakukan identifikasi kasus itu, pada Rabu (10/5) hasilnya dilaporkan kepada Bupati Yahukimo Didimus Yahuli. Bupati Didimus langsung memberi arahan dan petunjuk bersifat segera melakukan penanganan terhadap Demetro.

“Saya langsung koordinasi dengan staf melakukan upaya tanggap darurat dan langsung ke Nalca menjemput pasien bersama kedua orangtuanya untuk diantar ke RSUD Wamena guna dilakukan tindakan cepat mengingat di rumah sakit itu ada dokter spesialis anak,” kata Tabuni.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Maskave Adven Doyo, Sentani untuk transportasi Sentani – Nalca – Wamena. Selain itu, berkoordinasi dengan Kepala BPKAD untuk menyiapkan biaya transportasi, akomodasi, dan biaya lainnya. Ia juga berkoordinasi dengan pihak RSUD Wamena bahwa ada rencana rujuk pasien dari Nalca ke RSUD Wanena.

“Saya memohon bantuan dan kerjasama. Berdasarkan data dan fakta, pasien yang disebut kasus kurang gizi di Yahukimo, kami nyatakan bahwa berita ini tidak benar. Pasien bersama keluarga dalam waktu cukup lama tinggal di luar Yahukimo yakni di Kabupaten dan Kota Jayapura. Kami lakukan upaya dan tindakan segera karena pelayanan kemanusiaan,” kata Tabuni.

Sebelumnya, media ini melansir, Demesto (1,5) di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua dalam kondisi memperihatinkan akibat menderita gizi buruh. Bayi malang tersebut, kini tengah ditangani di Klinik Siloam, Dekai, kota Kabupaten Yahukimo.

“(Bayi itu) atas nama Demesto Salla, 1,5 tahun dengan gizi buruk sedang dibantu Klinik Siloam di Yahukimo. Kondisi hari ini di Yahukimo, dana yang dialokasikan Yahukimo Sehat hasilnya ini,” ujar Ones, melalui cuitannya di sebuah grup WhatsApp di Papua dan dikutip Odiyaiwuu.com di Jakarta, Selasa (10/5).

Menurut Ones, pemerintah harus serius dan lapor kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Kondisi bayi gizi buruk yang menimpa Salla, ujar Ones, sangat memprihatinkan dan serius untuk ditangani segera. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :