Danau Taage: Destinasi Wisata Eksotik di Tanah Papua - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan
banner 728x250

Danau Taage: Destinasi Wisata Eksotik di Tanah Papua

  • Bagikan
Danau Taage terletak terletak di antara Distrik Yatamo dan Deiyaimiyo, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. Pesona wisata di wilayah adat Meepago itu berada sekitar tiga kilo meter dari Enarotali, kota Kabupaten Paniai atau sebelah selatan Danau Paniai, destinasi eksotik lainnya. Foto: Emanuel You/Odiyaiwuu.com

 1,537 Total Pengunjung,  6 Pengunjung Hari Ini

PAPUA tak sekadar menyimpan pesona wisata alam pegunungan, pantai, dan perkampungan adat dengan aneka kerajinan nan eksotis. Pulau di timur matahari terbit itu juga menyimpan danau yang rebah di hampir sebagian wilayah. Taage, salah satu destinasi favorit yang layak dikunjungi.

Mengunjungi Taage bakal membawa pengalaman baru. Rasa kagum sudah pasti bila tapak kaki menjejal jalanan meraih bibir Taage. Ia tak lebih bagai paras perawan kampung yang menghipnotis jiwa, menaklukkan rasa sang pujaan. Sayang, Taage masih jauh dari rencana pemangku kebijakan lokal mengelola dan mengembangnya sebagai destinasi unggulan demi menggelembungkan pundi-pundi daerah.

Danau Taage terletak terletak di antara Distrik Yatamo dan Deiyaimiyo, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. Pesona wisata di wilayah adat Meepago itu berada sekitar tiga kilo meter dari Enarotali, kota Kabupaten Paniai atau sebelah selatan Danau Paniai, destinasi eksotik lainnya.

Perjalanan dari Enarotali menuju Taage, pengunjung bakal memanjakan mata dengan panorama alam yang indah di sisi kiri dan kanan jalan. Aneka jenis pepohonan liar dan udara yang sejuk. Sepanjang jalur menuju destinasi wisata itu bebatuan raksasa juga menjadi pemandangan lain dengan perkampungan milik penduduk lokal di pesisir Danau Paniai.

Dua alternatif

Bagi pengunjung baru, tak sulit menggapai Danau Taage. Tak perlu malu bertanya kepada penduduk lokal. Informasi yang diperoleh lebih memudahkan lagi menggapai Taage. Namun, Anda, pengunjung bisa menggunakan perahu menelusuri danau atau mengambil rute jalan darat.

Bagi yang ingin mengunjungi atau menikmati panorma Danau Taage sembari memanjakan mata, dapat menyewa speedboat masyarakat setempat dengan harga Rp. 500.000 pergi-pulang menuju Dimiya sebelum Taage. Jarak tempuh sekitar 25 menit.

Selama perjalanan menuju Danau Taage, pengunjung juga bakal disuguhi pesona alam Potama. Potama menyimpan beberapa telaga dan akan menikamti juga bentang alam Mayageya Teraring, pulau mungil dengan bentuk menyerupai seekor kambing. Bila dahaga mendera, silahkan nikmati sejuknya air Kali Dimiya sembari mengarahkan mata memandang telaga Wauyepa di kampung Dimiiya.

Selain mengambil jalur Dimiiya menggunakan speetboat, dari Dermaga Aikai pengunjung bisa langsung menuju Wotai dengan jarak tempuh sekitar 10 menit dengan biaya Rp. 100.000. Dari Wotai, berjalan kaki menuju Danau Taage melewati bukit Kebouya. Dari Tua Kotu, silakan menatap pesona Danau Taage, yang dikelilingi pepohonan hijau.

Danau Taage tergolong besar, sekitar 150 hektar dan dikelilingi batu karang dan hamparan pasir putih yang luas sepanjang sisi danau, tak jauh dari bibir pantai. Danau itu masih asri dikepung pepohonan di sekeliling danau dan kebun warga masyarakat.

Pantai di tepian Danau Taage juga cocok bagi pengunjung bersantai ria sembari menikmati sunset tatkala matahari takluk dan jatuh dalam perut bumi. Sambil menikmati sunset pengunjung dapat merendam badan di pantai sekaligus mengarahkan mata menikmati keindahan gunung Deiyai, yang memiliki ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (dpl).

Deiyai adalah gunung tertinggi di daerah Meeuwodidee yang meliputi Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Dogiyai di sebagian wilayah adat Meepago. Memandang Deiyai tentu membawa sensasi tersendiri. Deiyai ibarat gadis cantik. Ia berselubung pesona kabut yang kerap menggelantung di atas puncaknya

Sembari menikmati suasana alam di sekitar Danau Taage, pengunjung bisa memanfaatkan sisa waktu sekadar joging, barmain bola, jalan-jalan ataupun bercengkrama dengan keluarga di kala air danau surut pada musim kemarau.

Bagi pencinta scubadiving, Anda, pengunjung juga leluasa menikmati keindahan terumbu karang yang membentang mengelilingi Pulau Okogopa dan Poubouda, dua pulau mungil nan asri sekitar danau Taage. Anda juga bisa memancing di sepanjang selat di danau ini.

Bila hendak beristirahat, pengunjung bisa merapat ke kampung Epouto, Dimiya, Mogokebopa, Yupiakuwo, Onepa, Maiyai, Yimouto, Kipoo, Dagowai atau Igona. Di kampung-kampung ini pengunjung beristirahat ala kadarnya mengingat beberapa penginapan kecil di sini belum ditata atau dikelola dengan baik untuk memanjakan pengunjung.

Sejatinya, penginapan kecil di kampung-kampung ini dapat diusulkan Pemerintah Kabupaten Deiyai kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia agar dimasukkan dalam Program Desa Wisata Kemenparekraf sehingga di-cover dan dikelola dengan baik demi meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata menjanjikan bagi daerah.

Kampung-kampung yang menyediakan penginapan kecil pun unik. Kampung Epouto, misalnya. Kampung mayoritas dihuni penduduk lokal bermarga You, Tatogo, Tekege dan lain-lain dari suku Mee. Di Epouto ada perumahan milik para misionaris yang berkarya di wilayah itu.

Bila memilih nginap di Epouto, pengunjung bisa menyewa penginapan tua itu seharga Rp.500.000 per malam. Harga itu tentu tak mahal karena dari beranda rumah tua itu, masih disuguhkan pesona senja saat matahari terbenam di tepian Danau Taage. Bila pengunjung masih punya waktu? Bergeraklah menuju Pantai Igonamarasa. Pesona pantai akan memanjakan mata. Pun air Danau Taage yang tenang.

Alamnya yang masih ’perawan’ dan belum tersentuh tangan-tangan jahil manusia menambah nuansa keteduhan pengunjung. Di sepanjang garis pantai terhampar pasir putih selalu ada deburan ombak menghempas dengan suara menyerupai orang bersiul.

Di sepanjang pantai berjejer pohon cemara seolah tengah melambai tangan menjemput. Pengunjung juga leluasa menikmati telaga air Obiyo, Bunee dan lain-lain yang berair jernih.

Tak hanya itu. Di kampung Dimiiya pengunjung juga bisa menikmata Sungai Dimiiya dengan air yang sanga jernih. Muara sungai itu berhimpitan dengan tepian danau Paniai. Ikan dan udang yang berimain di dasar sungai Dimiiya dapat dilihat dengan mata telanjang.

Dari Epouto menuju Dimiiya dapat ditempuh sekitar 15 menit menggunakan speedboat. Anda juga bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat untuk tiba di sungai Dimiiya.

Di sepanjang jalan Anda bisa menikmati pemandangan perkampungan warga dengan rumah khas orang Mee dan warga yang ramah. Panorama alam di sekitar Danau Taage cocok bagi wisatawan yang suka berpetualang di alam bebas. Danau ini dikenal sebagai danau keramat bagi warga lokal. Airnya jernih, penuh bunga teratai.

Mengunjungi perkampungan warga yang terletak di sekeliling danau, senyum ramah penduduk Meedi. Di sini pengunjung bisa menikmati anek jenis ubi-ubian, ikan, dan udang colo-colo khas suku Mee. Semua ini bakal melengkapi kebahagiaan pengunjung saat mengakrabi keindahan Danau Taage dan pesona alam yang masih perawan. Belum percaya, silahkan buktikan sendiri dengan mengakrabi salah satu pesona danau di tanah Papua itu. (Emanuel You/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :

banner 336x280
  • Bagikan