Polri Presisi, OPM, dan Isu Papua Merdeka - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan
OPINI  

Polri Presisi, OPM, dan Isu Papua Merdeka

Marinus Mesak Yaung, dosen Universitas Cenderawasih. Foto: Istimewa

Loading

Oleh Marinus Mesak Yaung

Dosen Universitas Cenderawasih

SALAM Presisi. Polri yang presisi sudah terbukti cukup mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh tanah Papua. Polri sukses mengawal dan memastikan agenda nasional Pemilu Presiden dan Pemilu legislatif, bulan Februari 2024, berjalan lancar, aman dan sukses. 

Tidak muncul gejolak politik dan keamanan secara signifikan untuk mengganggu dan menggagalkan Pemilu di Papua. Padahal, menjelang Pemilu, Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan kelompok-kelompok sipil pro Papua merdeka sedang bergerak memobilisasi rakyat Papua untuk memboikot Pemilu dan menuntut digelarnya referendum penentuan nasib sendiri di tanah Papua. 

Polri yang presisi di tanah Papua, di bawah komando Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri telah berhasil mengawal dengan aman dan kondusif agenda nasional suksesi kepemimpinan nasional. 

Komunikasi yang intensif dan terjalinnya hubungan emosional yang baik diantara Jenderal Mathius Fakhiri dengan tokoh-tokoh Papua merdeka, tokoh masyarakat dan tokoh agama pendukung dan simpatisan isu Papua merdeka, membuat proses konsolidasi gerakan politik boikot Pemilu dan gelar referendum Papua, tidak berhasil menemukan momentumnya. 

Padamkan api

Dengan kata lain, sebelum api isu Papua merdeka membesar dan membakar seluruh Papua saat suksesi kepemimpinan nasional berlangsung, Jenderal Fakhiri sukses memadamkan api tersebut dengan menyiram air. Meskipun beberapa anak buahnya di lapangan yang masih nakal, tidak profesional, dan tidak presisi dalam bertugas sering memadamkan api dengan menyiram bensin. 

Namun, secara keseluruhan, Polri yang presisi di tanah Papua cukup sukses mengendalikan isu Papua merdeka dan sukses membonsai konsolidasi politik OPM dan simpatisannya untuk menggelar referendum di Papua. 

Pada prinsipnya, Polri yang presisi di tanah Papua adalah Polri yang menghormati HAM dan demokrasi, serta Polri yang melihat OPM dan ULMWP bukan sebagai musuh tetapi sebagai mitra agent of change untuk masa depan Papua yang lebih baik.

Polri yang presisi juga berpotensi menciptakan Papua tanah damai. Papua tanah kekerasan dan pertumpahan darah. Hal ini dimungkinkan terjadi apabila Polri yang presisi tegak lurus dengan aturan dan profesional. 

Tidak sering memanipulasi dan merekayasa data dan informasi untuk menangkap dan penjarakan orang sembarangan. Tidak menargetkan orang-orang dan kelompok-kelompok tertentu sebagai target operasi untuk dipukul, disiksa, ditangkap, ditembak atau dihabisi.

Kalau Polri itu presisi, tidak selalu mereka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) harus ditargetkan untuk dibunuh atau dihabisi. Karena ada orang-orang Papua pendukung Papua merdeka yang masuk DPO, yang sudah dibina dan sudah bersedia bergabung kembali dengan NKRI.

Kemudian sudah pula berjanji menjadi mitra pemerintah untuk mendukung pembangunan di daerah, justru dieksekusi mati oleh Polri sendiri dalam operasi penegakan hukum. 

Polri yang presisi di tanah Papua, tidak harus selalu haus darah dan mau terus menumpahkan darah sesama anak bangsa. Polri yang presisi sudah harus berpikir strategis untuk sebuah operasi cinta kasih, bagaimana memenangkan hati dan pikiran orang Papua tanpa mengeluarkan sebutir peluru atau menumpahkan darah. 

Polri yang presisi adalah wajah negara dan Pemerintah Indonesia di mata orang Papua. Kalau anggota Polri tidak mampu memaknai dan menterjemahkan arti Polri yang presisi secara profesional, tepat, dan terukur di mata orang Papua, maka OPM akan terus berjuang untuk Papua merdeka dan isu Papua merdeka akan terus mengalami internasionalisasi. 

Kalau Polri yang presisi dilaksanakan secara profesional dan penuh hati nurani yang murni oleh semua anggota Polri dari Jenderal sampai kopral, maka hati dan pikiran orang Papua akan dimenangkan. 

Papua dengan Jakarta akan rekonsiliasi dan berdamai. Orang Papua akan melihat OPM dan isu Papua merdeka sebagai bagian dari sejarah yang sudah selesai dan telah menjadi batu-batu pondasi membangun peradaban manusia dan tanah Papua. 

Selamat HUT ke-78 Bhayangkara 1 Juli 2024. Polri yang presisi adalah instrumen strategis negara menuju generasi emas Indonesia tahun 2045.

Tinggalkan Komentar Anda :