Badan Penghubung Papua Audiensi dengan Manajemen TMII Terkait Surat Teguran Penutupan Sepihak Anjungan Papua - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Badan Penghubung Papua Audiensi dengan Manajemen TMII Terkait Surat Teguran Penutupan Sepihak Anjungan Papua

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua Hems Lisye Suwae, ST dan Kepala UPTB Anjungan Papua TMII Edwin Leonardo, SAP, MAP bersama staf saat beraudiensi dengan Pelaksana Tugas Presiden Direktur TMII Arie Prasetyo dan pihak manajemen di Ruang Rapat Topeng Lantai III Gedung Pengelola TMII, Jakarta Timur, Jumat (21/6). Foto: Istimewa

Loading

JAKARTA, ODIYAIWUU.com Pihak Kantor Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua melalui Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Anjungan Papua di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beraudiensi dengan pihak manajemen TMII di Ruang Rapat Topeng Lantai III Gedung Pengelola TMII, Jakarta Timur, Jumat (21/6).

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua Hems Lisye Suwae, ST mengatakan, audiensi bertujuan melakukan klarifikasi terhadap surat pihak manajemen TMII terkait surat teguran penutupan sepihak Anjungan Papua di TMII. Dalam audiensi tersebut sejumlah agenda penting.

“Dalam audiensi ini kami membahas tiga agenda penting. Agenda dimaksud yaitu teguran penutupan operasional secara sepihak tanpa pemberitahuan kepada manajemen TMII,” ujar Hems Suwae kepada Odiyaiwuu.com di Jakarta, Minggu (23/6). 

Selain itu, ujar Hems, surat teguran dari pihak manajemen TMII menutup paksa gerbang anjungan Papua saat pengunjung berada di dalam anjungan, sehingga membuat situasi kurang kondusif dan tidak nyaman bagi pengunjung. Kemudian, teguran sikap kurang menyenangkan dari petugas anjungan kepada guide, pemandu TMII dan penjaga pintu.

“Surat teguran belum dijelaskan detail terkait tiga poin perlu dijelaskan pihak manajemen TMII karena pihak Anjungan Papua tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu. Apalagi poin ketiga tentang perlakuan tidak enak kepada guide TMII,” ujar Hems lebih lanjut.

Kepala UPTB Anjungan Papua TMII Edwin Leonardo, SAP, MAP menambahkan, terkait surat klarifikasi pertama, isinya menjawab semua yang telah disepakati terkait audiensi. Terkait Anjungan Papua TMII di mana setiap hari Senin tutup agar diinfokan lebih lanjut kepada para pengunjung.

“Terkait dengan konsep green zone tentu sudah tidak bisa ditawar lagi. Kami berharap pihak manajemen TMII menambah armada di masing-masing pintu penyekatan yang awalnya dua unit menjadi empat agar bisa mobile secara bergantian terutama di jam sibuk. Pegawai tidak saling menunggu dan waktu bisa lebih efisien agar pegawai bisa parkir di tempat yang sudah disiapkan pihak taman mini,” kata Edwin.

Pelaksana Tugas Presiden Direktur TMII Arie Prasetyo mengatakan, manajemen TMII untuk menyambut pihak Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua khususnya UPTB Anjungan Papua untuk mengikuti audiensi klarifikasi terkait surat teguran pihak manajemen kepada Anjungan Papua.

Terkait surat teguran ke gubernur, ujarnya, lebih baik jika berkenan surat bisa ditujukan kepada kepala badan saja. Surat-menyurat diharapkan juga bisa lebih direspon dengan cepat, terkait dengan jaringan internet.

“Balasan surat dari pihak Anjungan Papua TMII tidak sepenuhnya salah. Isu operasional harian, konsep go green akan tetap diberlakukan karena amanah dari Sekretariat Negara, Setneg. Untuk akses masuk TMII diberlakukan sesuai konsep green zone di mana semua kendaraan yang bukan listrik tidak diperbolehkan masuk dalam kawasan TMII. Ini sesuai aturan dari Setneg,” ujar Arie Prasetyo. 

Arie mengatakan, terkait dengan masalah akses tidak ada solusi karena harus meminta izin dari Setneg. Solusi yang bisa diberikan pihak manajemen TMII kepada pihak Anjungan Papua adalah mendedikasikan angkutan listrik (mobil listrik) kepada pihak Anjungan Papua.

“Jika berkenan mobil yang merah dan kuning diberikan kepada Anjungan Papua untuk digunakan sementara sampai pihak Anjungan Papua memiliki kendaraan sendiri. Meski demikian, pihak Anjungan Papua berkenan menyiapkan sopir untuk menjemput pimpinan dan karyawan,” kata Arie.

Sedangkan terkait penyekatan di mana harus dibuka pihak TMII kedua belah pihak, baik manajemen TMII maupun pihak Anjungan Papua sama-sama mengusulkan ke Setneg.

Dalam audiensi tersebut hadir pula Staf Badan Penghubung Papua Dorthea, Pelaksana Tugas Kepala TU Anjungan Papua Raimon Fidman Kareth, S.STP, dan Kepala Sub Bagian Umum Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua Yulitta Brantasina Airori, S.Sos. 

Selain itu, Kepala Sub Bidang Promosi Anjungan Papua TMII Wendie Ruth AN Hegemur, SE, MM, Staf Lapangan Anjungan Papua Adolof Tumengkol, pegawai Anjungan Papua TMII, dan Staf Keamanan Manajemen TMII. 

Sedangkan dari pihak manajemen TMII, selain Arie Prasetyo, hadir juga General Manager Operasional TMII Putu, Tim Operasional Lapangan TMII Pian. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :