Pemuda Katolik Pegunungan Bintang Serahkan Buku dan Alat Tulis Untuk Siswa Pace School - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Pemuda Katolik Pegunungan Bintang Serahkan Buku dan Alat Tulis Untuk Siswa Pace School

Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Pegunungan Bintang berfoto bersama usai menyerahkan bantuan berupa buku bacaan dan alat tulis seperti bolpen dan spidol untuk para murid Sekolah Papua Cerdas di SD Negeri Balil, Oksibil, kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Foto: Istimewa

Loading

OKSIBIL, ODIYAIWUU.com — Pemuda Katolik Komisariat Pegunungan Bintang belum lama ini menyerahkan bantuan berupa buku bacaan dan alat tulis seperti bolpen dan spidol untuk para murid Sekolah Papua Cerdas (Pace School) di SD Negeri Balil, Oksibil, kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

Pace School merupakan sekolah swasta berpola asrama yang menampung anak-anak dari beberapa kampung di wilayah Pegunungan Bintang. Bantuan tersebut diberikan setelah gedung dan fasilitas sekolah itu dibakar oleh anggota TPNPB Kodap 35 Bintang Timur. Saat ini, para siswa sekolah menggunakan fasilitas SD Negeri Balil untuk mengikuti kegiatan belajar- mengajar.

“Pengurus dan anggota Pemuda Katolik mencatat musibah yang dialami para siswa sehingga tergerak dan turun tangan ikut membantu anak-anak agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik,” ujar Ketua Pemuda Katolik Pegunungan Bintang Yanuarius Oktemka, SIP, MM kepada Odiyaiwuu.com dari Oksibil, Papua Pegunungan, Kamis (25/1).

Menurut Oktema, bantuan ini diserahkan langsung kepada murid-murid di kelas. Meski bantuan tersebut tidak besar, ujarnya, namun pengurus dan anggota Pemuda Katolik berusaha membantu semampunya.

“Penyerahan bantuan ini didampingi langsung Ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan Salmon Kasipmabin, Sekretaris Vinsen Uropmabin, anggota Bidang Media Natalis Kasipmabin, dan Yahya Benggan dari Bidang Hukum dan HAM. Kami juga berdoa situasi tetap aman sehingga adik-adik belajar dengan baik guna menjempt masa depan lebih baik,” ujar Oktemka.

Bantuan buku-buku dan alat tulis diterima langsung para murid beserta kepala sekolah, dan seluruh staf dewan guru. Usai menerima bantuan para siswa dan guru-guru merasa bersyukur karena ada perhatian pengurus dan anggota Pemuda Katolik.

“Saya, mewakili pimpinan sekolah, menyampaikan banyak terima kasih. Kami benar-benar sangat membutuhkan bantuan dari saudara-saudari pemerhati pendidikan di daerah ini. Kami berharap pemerintah daerah juga melihat kami dan sekolah Pace School sebagai bagian dari aset pembangunan masa depan daerah. Kami memerlukan fasilitas berupa gedung, dan berbagai hal lainnya, karena tempat ini sedang kami pergunakan untuk membina anak-anak Pegunungan Bintang,” ujar Adinda Lewis Ningdana, perwakilan guru Pace School.

Dalam kesempatan itu, Kasipmabin mengatakan, program ini merupakan bagian dari rangkaian program bidang pendidikan yang lebih luas. Selanjutnya, akan diadakan program sosialisasi tentang berbagai program beasiswa yang tersedia di beberapa lembaga pendidikan di Indonesia.

“Fokus utama dari program ini adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak yang akan menghadapi ujian, sehingga mereka dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang peluang beasiswa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya.

Dalam kesempatan itu Kasipmabin meminta para siswa agar tetap semangat belajar karena masih peluang lain untuk mendapatkan beasiswa. Bantuan beassiwa juga tidak harus bergantung kepada pemerintah daerah. Sumber dana pemerintah daerah terbatas dibandingkan dengan jumlah siswa di Pegunungan Bintang yang membutuhkan perhatian.

“Pemda tidak selalu mampu secara finansial. Oleh karena itu, kami mengajak anak-anak secara mandiri mencari beasiswa di luar. Kami akan menjadwalkan diskusi khusus untuk membahas hal ini. Agenda ini berlaku untuk semua sekolah di Pegunungan Bintang, khususnya di Kota Oksibil,” kata Kasipmabin.

Kepala sekolah merespon positif dan meminta agar agenda diskusi tersebut dapat dijadwalkan secepatnya. Idealnya, diselenggarakan pada Februari mengingat bulan Maret masih ada agenda lain di sekolah. Sekolah lain yang mengalami nasib serupa adalah SD-SMA Negeri Kiwirok, SMP Negeri Serambakon, SMA Negeri Oksibil, dan SMK Negeri Oksibil.

Pemuda Katolik juga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius. Seluruh pemerhati pendidikan juga harus serius melihat kondisi di Pegunungan Bintang sebagai tanggung jawab bersama sehingga ikut mencari solusi memperbaiki masa depan pendidikan di wilayah itu.

“Program sosialisasi beasiswa ini diharapkan dapat memberikan arahan yang bermanfaat bagi para siswa, memotivasi mereka untuk meraih kesempatan pendidikan lebih tinggi. Juga membuka wawasan mengenai peluang studi di dalam dan luar negeri. Melalui kerja sama dan kesadaran bersama, diharapkan dapat tercipta perubahan positif untuk masa depan yang lebih cerah di Pegunungan Bintang,” ujar Kasipmabin. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :