Kaum Muda, Entry Point Pembangunan Papua Pegunungan - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan
OPINI  

Kaum Muda, Entry Point Pembangunan Papua Pegunungan

Frans Maniagasi, pengamat politik lokal Papua. Foto: Istimewa

Loading

Oleh Frans Maniagasi

Pengamat Politik Lokal Papua

AKHIR Desember 2023 selama seminggu saya berada di Wamena, kota Provinsi Papua Pegunungan mengikuti kegiatan dan ekspose perdana Penjabat Gubernur Dr Velix Vernando Wanggai. Ada fenomena menarik yang dapat dijadikan motivasi mengawali pembangunan Papua Pegunungan, sebuah daerah otonom baru provinsi hasil pemekaran dari Papua, induknya.

Realitas itu adalah antausiasme dan tingginya partisipasi kaum muda di provinsi ini dalam setiap event kegiatan yang dilaksanakan oleh penjabat gubernur. Partisipasi dan terutama spiritualitas kaum muda Papua Pegunungan.

Hemat penulis, kaum muda ini merupakan entry point, pintu masuk dan prime mover bagi pemerintah provinsi dan delapan kabupaten lainnya dalam rangka meletakkan dasar diawalinya pesan dan proses pembangunan di wilayah Pegunungan.

Kesadaran kolektif

Betapa tidak. Kegiatan Christmas Day atau Pekan Natal 2023 mengindikasikan adanya perubahan perspektif kaum muda Papua Pegunungan untuk menggapai kemajuan.

Ada kesadaran kolektif kaum muda bahwa mereka merupakan bagian integral yang tak boleh diabaikan dalam rangka aktualisasi membangun peradaban baru di wilayah ini. Seperti mencapai kekuasaan/kewenangan untuk mengatur pemerintahan menurut cara-cara khas kaum muda (Michael Foucault), kepentingan masyarakat (Jurgen Habermas) dan eksistensi mereka (Karl Mannheim).

Eksistensi Penjabat Gubernur Velix Wanggai yang juga orang muda dapat menjadi episentrum berbekal segudang pengalaman di pusat pemerintahan telah membaca dan merangkul serta memeluk kaum muda sebagai kekuatan potensial sekaligus aktor pembangunan masa depan provinsi ini.

Refleksi tentang pengalamannya menjadikan deskripsi fenomenal terhadap kaum muda menjadi pintu masuk dengan seabrek aktivitas bukan konseptual saja tapi juga langkah konkrit memberikan ruang bagi kaum muda Papua Pegunungan.

Kaum muda leluasa mengaktualisasikan diri melalui event KKR yang berbasis kerohanian, seni musik, seni suara, bernyanyi dalam bahasa ibunya, hingga kreativitas potensi promosi dagang sumber daya Papua Pegunungan lewat UMKM yang kita temui pada pameran produk-produk lokal masyarakat di Lapangan Pendidikan Wamena.

Tindakan ekspose dari penjabat gubernur memberikan peluang dan atmosfir untuk orang muda melakukan lompatan kesadaran akan kehadirannya sebagai subyek yang tidak sekadar terkait pemikiran untuk maju dan berkompetisi.

Namun, lebih dari itu pengalaman tindakan bahwa melalui DOB Papua Pegunungan menjadi wadah menggapai kekuasaan (baca kewenangan) untuk mengatur dan memanajemen wilayahnya yaitu penyingkapan jati dirinya melalui pendekatan koherensi dan korespondensinya menjadikan Wamena sebagai centre of excellence dan centre of gravity.

Kaum muda Papua Pegunungan sebagai centre of excellence dan centre of gravity dapat ditarik kesimpulan awal dari realitas saat ini. Perubahan ekonomi politik di provinsi ini sesungguhnya kaum muda akan menjadi pioner baik di level kelembagaan dan desentralisasi pemerintahan (DOB) sebagai sarana baru maupun di tingkat masyarakat (ekonomi lokal).

Kelembagaan dan desentralisasi pemerintahan dan penguatan ekonomi lokal di masyarakat akan menjadi instrumen yang cukup efektif untuk mencapai kemajuan, keadilan, dan kesejahteran rakyat.

Masa depan kaum muda

Penjabat Gubernur Velix Wanggai yang menjiwai kesadaran arah dan masa depan kaum muda di wilayah ini bertumpu pada kearifan lokal (local wisdom) dan nilai-nilai religi dan kultur masyarakat yang kerja keras, survive dalam menghadapi alam, mampu mengelola alam yang subur sebagai petani-petani unggul dengan produk sayur mayur anpa menggunakan pupuk petisida.

Kebijakan yang dilandasi atas kearifan dan nilai-nilai lokal serta spiritualitas kaum muda merupakan faktor penentu bagi kemajuan Papua Pegunungan dan meletakkan investasi modal manusia (SDM) sebagai pemimpin untuk berpikir panjang dan lintas generasi.

Selain itu, memberikan kepercayaan penuh untuk berimprovisasi lewat malam seni dan musik pada penutupan Pekan Christmas. Kemahiran dan kelincahan kolaborasi memainkan alat-alat musik/band, dengan lagu lagu berbahasa lokal mirip para pemusik Afro-Amerika merupakan harmoni indah yang ditunggu-tunggu dan menjadi agenda rutin di masa akan datang.

Kebijakan pada komposisi dan personalia distruktur birokrasi pemerintahan di Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan pun mesti mempertimbangkan keterwakilan berbagai kelompok/unsur bahkan sub- kelompok masyarakat di wilayah ini dengan tentu mengutamakan profesionalisme, integritas, dan pengalaman di birokrasi pemerintahan dan afirmasi tanpa mengabaikan pluralisme kebangsaan Indonesia.

Memberikan kepercayaan penuh kepada putra-putri terbaik asal pegunungan untuk menyelenggarakan prioritas kebijakan pemerintahan di provinsinya. Hindari sejauh mungkin dominasi satu kelompok atau unsur dalam pemerintahan sehingga tidak terjadi potensi kecembruan dan perasaan terpinggirkan oleh kelompok lain.

Jika keterpaduan berbagai unsur baik dari “dalam” maupun “luar” akan menghasilkan semacam orkestrasi indah yang akan membawa simponi merdu dan enak didengar. Atau ibarat warna pelangi yang tampak indah di langit nan biru usai renai hujan mengguyur.

Pembangunan manusia dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan menjadi salah satu sasaran dari seorang penjabat gubernur. Selain tugas pelayanan pemerintahan dan pembangunan sehari-hari tapi mengingat DOB baru dengan rentang waktu yang pendek kurang lebih setahun tampak susah untuk diwujudkan. Namun, meletakkan fondasi awal menjadi referensi bagi siapapun gubernur definitif.

Keberhasilan gubernur administratif diharapkan selain menjadi referensi paling tidak membekas sebagai jejak langkah yang akan ditapaki bagi keberlanjutan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Papua Pegunungan.

Paling tidak peletakan kerangka dasar menjadi momentum pertumbuhan dan kebangkitan bersama lewat kaum mudanya sebagai prime mover sesuai yang telah digariskan dalam Rencana Induk Percepatan Papua 20 tahun ke depan hingga 2041 dan empat tahun menyongsong Indonesia Emas 2045, Papua Pegunungan dan provinsi-provinsi lain di Tanah Papua secara Bersama-sama mampu berdiri tegak dan setara sebagai sesama warga negara Indonesia. Semoga.

Tinggalkan Komentar Anda :