Bupati Ateng Edowai Tugaskan Dr Ferry Pakage Tata 67 Kampung di Kabupaten Deiyai

Bupati Ateng Edowai Tugaskan Dr Ferry Pakage Tata 67 Kampung di Kabupaten Deiyai

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Deiyai Dr Ferdinant Pakage, MM, MAP dan jajarannya bersama masyarakat saat menggelar rapat bersama di kantor Dinas PMK, Kampung Waghete, Distrik Tigi, Deiyai, Papua Tengah, Senin (4/12). Foto: Istimewa

Loading

WAGHETE, ODIYAIWUU.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Deiyai Dr Ferdinant Pakage, MM, MAP dan jajarannya bersama masyarakat menggelar rapat bersama di kantor Dinas PMK, Kampung Waghete, Distrik Tigi, Deiyai, Papua Tengah, Senin (4/12).

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung, Ferdinant mengatakan ia ditugaskan Bupati Deiyai Ateng Edowai, S.Pd, K, M.Pd menata 67 kampung atau desa sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta peraturan pelaksana lainnya terkait desa.

“Saya mendapat tugas Pak Bupati agar melalui koordinasi dan kerjasama dengan staf, para kepala distrik, kepala kampung beserta jajaran dan masyarakat menata dan membangun 67 kampung,” ujar Ferdinant Pakage melalui keterangan tertulis kepada Odiyaiwuu.com dari Waghete, kota Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Selasa (5/12).

Penataan tersebut, lanjut Ferry Pakage, sapaan akrabnya, mulia dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan keuangan desa, melakukan monitoring dan evaluasi hingga mekanisme pelaporan. Sebab penggunaan dana desa merupakan salah satu Program Rencana Aksi (Renaksi) Pemberantasan Korupsi Pengelolaan Keuangan Desa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pertemuan dihadiri Tenaga Ahli (TA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Deiyai bersama 67 kepala kampung, sekretaris serta bendahara. Ferr Pakage didampingi Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemerintahan Kampung Anton Goo, Staf DPMK Yulianus Ukago, Ones Pekei, Auwer Dogopia, Martina Adii, Marsela Bukega, Roni Pekei, Yohanes Pekei serta TA P3MD Deiyai Ursula, Dita, dan Yesaya Gobai.

Dalam pertemuan tersebut keputusan rapat menegaskan, mulia akhir 2023 pengelolaan dana desa wajib dilakukan secara transparansi atau terbuka agar publik atau masyarakat mengetahui seluruh program beserta besaran anggaran yang diperuntukkan membangun berbagai aspek yang telah direncanakan bersama untuk membangun kampung atau desa.

“Sesuai amanah pengelolaan keuangan desa setiap aparat kampung diwajibkan mempublikasikan APBK mulai 2022 dan 2023. Seluruh item anggaran wajib dipasang di masing masing 67 balai kampung di Deiyai. Saya juga menegaskan agar pembentukan struktur aparat kampung dan anggota Bamuskam sesuai standar nasional,” kata Ferry Pakage, putra asli Deiyai dan doktor lulusan Universitas Merdeka, Malang, Jawa Timur

Menurut Ferry, kerjasama semua pemangku kepentingan untuk menata pemerintahan kampung yang diberikan di masa kepemimpinan Bupati Ateng Edowai dan Wakil Bupati Hengki Pigai diperlukan agar para kepala kampung beserta aparat bekerja sungguh-sunggu membangun kampung lebih baik.

“Di waktu-waktu mendatang kami dari Dinas PMK Deiyai tidak tinggal diam. Kita semua kawal bersama pemerintah kampung agar masyarakat merasa dilayani dengan baik. Tugas yang dipercayakan kepada saya punya batas namun pembangunan kampung berkelanjutan. Karena itu, saya minta agar kerjasama tetap terjalin untuk membangun kampung-kampung kea rah lebih baik sehingga masyarakat merasakan kehadiran kita semua,” ujar Ferry.

Sejumlah kepala kampung dari Distrik Tigi Barat seperti Kepala Kampung Gakokebo dan Wagimani mengaku pertemuan sangat berharga karena semakin membuka wawasan bagaimana pengelolaan administrasi kampung lebih baik di masa akan datang. Dengan demikian, diharapkan agar peningkatan pengelolaan administrasi dan keuangan kampung pada tahun-tahun mendatang.

“Selaku kepala kampung lama saya merasa terharu dengn pertemuan ini karena kami dipertemukan kembali oleh Dinas PMK dan bertatap muka degan pendamping desa mulai dari tingkat kampung sampai pendamping kabupaten. Melalui kesempatan ini kami leluasan berdiskusi secara langsung degan mereka,” ujar Kepala Kampung Wagimani Ruben Waine.

“Kami senang karena dalam pertemuan ini kami dibimbing bagaimana cara mentata administrasi pemerintahan kampung yang benar sesua aturan. Kami tidak mau berurusan dengan hukum akibat minim pengetahuan sehingga melalui Pak Ferry Pakage dan jajarannya kami mohon bimbingan agar membangun sesuai aturan,” ujar Zefanya Mote, kepala kampung dari Distrik Bouwobado.

“Kami percaya penuh kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas PMK Deiyai Pak Ferry Pakage bahwa ke depan pemerintahan kampung akan ada berubahan meski tidak seratus persen,” ujar Yahya Badokapa, perwakilan Distrik Kapiraya menambahkan.

Sedangkan Tenaga Ahli P3MD Deiyai Ursula menambahkan, untuk akhir 2023 pemerintah kampung mendapat empat sumber dana yakni dana desa, ADD, BLT, dan tambahan dana bagi 15 kampung. Rinciannya, Distrik Tigi sebanyak satu kampung, Bouwobado satu kampung, dan Tigi Barat tiga belas kampung,

“Syarat memperoleh tambahan dana desa dilihat dari kinerja pemerintah kampung dalam hal pelaporan aset desa, penggunaan program prioritas dari Kementerian Desa, penginputan IDM Desa. Sehingga ke depan dana ini tertambah sehingga wajib mengikuti arahan tenaga ahli pendamping desa dan pihak Dinas PMK Deiyai,” ujar Ursula. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :