Kartu Natal Letjen TNI Doni Monardo - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan
OPINI  

Kartu Natal Letjen TNI Doni Monardo

Marinus Mesak Yaung, dosen Universitas Cenderawasih. Foto: Istimewa

Loading

Oleh Marinus Mesak Yaung

Dosen Universitas Cenderawasih

SEMASA hidup, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Doni Monardo pernah mengirim kartu ucapan Natal untuk Pendeta Willem Maloali, Mesak Koibur, Herman Awom, Theo Suangburaro, dan keluarga Pendeta FJS Rumainum.

Kisah tentang Doni Monardo berinteraksi dengan orang Papua adalah sebuah kisah yang bisa memberikan sedikit gambaran tentang bukti nyata kebenaran nubuatan Pendeta IS Kijne di Mie, Teluk Wondama tanggal 25 Oktober 1925.

Kijne mengatakan, “Barangsiapa bekerja dengan jujur, setia, tulus hati, dan dengar-dengaran di atas tanah Papua atau kepada orang Papua akan berjalan dari satu tanda heran ke tanda heran yang lain.”

Nubuat Kijne di atas penulis urai dalam kisah hubungan dekat penulis dengan Doni Monardo untuk urusan Papua. Secara pribadi dan keluarga benar-benar sedih, merasa kehilangan saat mendengar kabar duka malam ini Letjen TNI Doni Monardo berpulang.

Terakhir, penulis berkomunikasi dengan Letjen Doni Monardo 26 Agustus 2023. Saat itu, ia menyampaikan rencana PPAD untuk kegiatan bhakti sosial lanjutan lainnya di Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Penulis memberikan sejumlah saran dan masukan kepada sang jenderal. Itu saat terakhir saling berkomunikasi.

Dirawat

Akhir September 2023, kabar menyebutkan, Doni Monardo dirawat di Rumah Sakit Siloam Jakarta. Doa lalu terdaras memohon agar agar Tuhan menyembuhkan dan memulihkan kesehatannya. Namun, Tuhan berkehendak lain. Sang jenderal pergi bertemu Tuhan, sang Pencipta pada Minggu (3/13) pukul 17.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Jakarta.

Secara pribadi bersama keluarga, kami sedih dan merasa kehilangan seorang figur pemimpin yang mengabdi dengan tulus dan kemurnian hati nurani. Ada banyak slogan keluar dari sang jenderal: pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memimpin dengan hati nurani. Penulis bersaksi bahwa figur pemimpin seperti itu ada dalam sosok seperti Doni Monardo.

Pada November 2018, penulis ditelpon Letjen Doni Monardo untuk bertemu di kantornya, Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia. Saat itu beliau menjabat Sekjen Wantannas RI. Saat ngobrol, ia mengatakan ingin membagi berkah kasih Natal bersama para pendeta dan hamba Tuhan di Papua.

Penulis cukup terkejut dengan Letjen Doni Monardo. Ide itu sederhana namun mengandung makna Natal dan pesan kasih persaudaraan sangat dalam. Ia menyampaikan ingin mengirim kartu ucapan ‘Selamat Natal’ dan ‘Bingkisan Natal’ buat para pendeta di Papua dan tokoh-tokoh masyarakat di Papua. Namun oleh karena uang pribadinya terbatas, ia ingin khusus untuk para pendeta senior GKI di tanah Papua terlebih dahulu.

Tak menunggu waktu, penulis kemudian membuat daftar nama-nama pendeta senior GKI di tanah Papua yang berdomisili di kota Jayapura dan Sentani. Daftar itu kemudian diserahkan Letjen Doni Monardo. Pada Desember 2018, ia meminta untuk menyampaikan kartu ucapkan “Selamat Natal’ dan ‘Bingkisan Natal’ dari Letjen Doni Monardo dan keluarga besar Wantannas kepada sejumlah tokoh Gereja dan beberapa tokoh masyarakat Papua.

Penulis mengantar sendiri Kartu Ucapan Natal dan Bingkisan Natal tersebut kepada Pendeta Willem Maloali di Dok 5 Jayapura, Pendeta Mesak Koibur dan Pendeta Herman Awom di Angkasa, Jayapura serta Pendeta Theo Suangburaro di kampung Harapan, Sentani.

Leljen Doni Monardo memberkati para pendeta di Papua. Tuhan Allah memberkati Pak Doni Monardo. Bulan Desember 2018 neliau memberkati para pendeta di Papua. Awal Januari 2019 Presiden Jokowi melantik Pak Doni Monardo sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.

Menjelang pelantikan, ada sedikit masalah administrasi. Kepala BNPB harus dijabat orang sipil, bukan militer aktif. Pak Doni Monardo yang saat itu masih militer aktif berpangkat Letjen TNI dengan bintang tiga, belum pensiun sehingga belum bisa memenuhi syarat administrasi.

Penulis kemudian ditelepon Letjen Doni Monardo untuk menceritakan masalah tersebut pada 2 Januari 2019 saat penulis sekeluarga masih liburan Natal di Balige, Tobasa, Sumatera Utara. Melalui sambungan telepon penulis menyampaikan hal penting.

Penulis mengatakan, “mewakili para pendeta dan hamba Tuhan di tanah Papua, Tuhan telah membuka pintu karir untuk Bapak sebagai Kepala BNPB. Kalau Tuhan sudah buka pintu, tidak ada satupun manusia yang bisa menutup pintu tersebut. Presiden Jokowi akan mengubah aturan hukum tersebut dan Bapak akan menjadi orang pertama yang dilantik sebagai kepala BNPB dengan status militer aktif.”

Tepat seperti doa dan ucapan penulis. Presiden Jokowi mengubah aturan tentang syarat administrasi Kepala BNPB dan kemudian melantik Letjen TNI Doni Monardo sebagai Kepala BNPB pada 9 Januari 2019.

Inilah salah satu contoh tanda heran dan ajaib yang sudah dinubuatkan Pendeta IS Kijne untuk setiap orang yang bekerja di tanah Papua atau yang bekerja untuk memberkati orang Papua dengan ketulusan dan kemurnian hati nurani.

Terimakasih, Pak Letjen TNI Doni Monardo. Kebaikan dan ketulusan hatimu untuk melihat damai di bumi Cenderawasih akan selalu kami ingat dan kenang. Selamat jalan, Bapak Doni Monardo. Kami bersaksi bahwa Pak Doni Monardo orang baik. Tuhan Allah pencipta langit dan bumi sayang dan menyambut Bapak di pintu Surgawi.

Tinggalkan Komentar Anda :