Presiden Sampaikan Duka Cita Berpulangnya Doni Monardo, Dosen Universitas Melbourne: Almarhum Duta Kemanusiaan - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Presiden Sampaikan Duka Cita Berpulangnya Doni Monardo, Dosen Universitas Melbourne: Almarhum Duta Kemanusiaan

Loading

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita berpulangnya mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) Letjen TNI Purn Dr Doni Monardo, SIP.

“Pertama-tama, atas nama pribadi dan pemerintah saya ingin menyampaikan ucapan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Jenderal Doni Monardo,” ujar Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/12).

Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut juga memanjatkan agar arwah mendiang Doni Monardo diterima di sisi Allah Swt serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan diampuni segala dosa-dosanya.

“Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya, dan diampuni segala dosa-dosanya,” ujar Jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta.

Dosen Kajian Indonesia di The University of Melbourne, Victoria, Australia Dr Justin L Wejak juga menyampaikan dukacita mendalam berpulangnya mantan Doni Monardo. Akademisi. Doni di mata Justin adalah jenderal yang menunaikan tugas-tugas selama menjabat kepala BNPB dengan sukacita dan penuh tanggungjawab.

Hal yang juga terlihat saat Doni masih aktif di militer dengan sejumlah jabatan strategis. Karena itu, ujar dosen asal kampung Lewokukung, Pulau Lembata, NTT, selama menjabat tugas penting mengemban tugas di BNPB prestasinya sangat cemerlang.

“Warga Lembata yang dilanda bencana banjir dan longsor menyusul erupsi gunung Ile Lewotolok tahun 2021 mengenang Almarhum sebagai duta kemanusiaan. Saat bencana di Lembata maupun Adonara di Kabupaten Flores Timur, beliau dan timnya langsung hadir untuk berbagi kasih. Semoga almarhum dibukakan pintu Surga atas kasih dan perhatiannya. Rest in love and peace,” kata Justin, admin grup WhatsApp Ata Lembata, komunitas Lembata diaspora sedunia dari Melbourne, Senin (4/11).

Wakil Ketua Taruna Merah Putih Marianus Wilhelmus Lawe Wahang mengaku sedih mendengar kabar meninggalnya Doni Monardo. Saat terjadi erupsi gunung Ile Tolok di Lembata, Yohanes Baran Waru Wahang (78), ayahnya juga jadi korban. Saat banjir Waru Wahang tak mampu menghindar amukan banjir lumpur akibat sudah sepuh.

“Separuh badan bapa saya terkubur dalam banjir lahar dingin dan lumpur batu menyapu segala sesuatu di depan rumah kami di Lamawolok. Tulang pantat dan kaki kiri bapa saya patah. Remuk. Bapa saya baru berhasil dievakuasi ke Lewoleba setelah akses jalan dari Lewoleba menuju Lamawolo diterabas alat berat,” ujar Marianus dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab kepada Odiyaiwuu.com di Jakarta, Selasa (4/11).

Menurut Lawe, kepala kamar mesin (chief engineer) sebuah kapal berbendera asing di perairan benua Afrika, saat ayahnya dirawat di RSUD) Lewoleba, Doni Monardo juga menyambangi para pasien korban banjir lahar, tak terkecuali ayahnya. Sang ayah mengalami retak tulang belalang pantat dan kaki kirinya patah akibat tertimpa batu besar saat ia tertidur pulas saat banjir.

“Saya jatuh air mata saat diberitahu kalau Pak Doni Monardo mengunjungi bapa saya dan sempat ngobrol menghiburnya. Beliau bahagia sekali dilihat juga Pak Doni. Meski beliau sedang menahan rasa sakit, tetapi sangat terhibur. Karena itu beliau menolak saat diberitahu kakinya mau dipotong (amputasi). Beliau memilih memikul sakitnya sebagai Salib sampai ajal menjemput. Ayah saya bersama Pak Doni tentu sudah bahagia di Surga,” ujar Lawe yang mengaku ayahnya meninggal Jumat (8/10 2021).

Doni Monardo meninggal dunia pada Minggu (3/12) pukul 17.35 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Selatan, Mantan Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 itu dikabarkan menderita sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak 22 September 2023.

Doni dimakamkan di kompleks Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (4/12) pukul 09.37 WIB. Sejumlah anggota BNPB, pasukan TNI AD dan komando Pasukan Khusus (Kopassus) terlihat sibuk memenuhi kompleks TMP Kalibata.

Doni Monardo lahir 10 Mei 1963 di Cimahi, Jawa Barat.Selain mengemban tugas sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona, ia merenda karir panjang di lingkungan TNI.

Setelah lulus Akademi Militer (Akmil), ia bertugas di Kopassus tahun 1986-1998. Kurun waktu itu Doni pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh, dan daerah lainnya. Tahun 1999-2001, Doni ditugaskan di Batalyon Raider Bali. Ia juga pernah menjadi Paspampres.

Doni Monardo diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Dan Paspampres) tahun 2012. Jabatan itu diemban setelah Doni mengikuti pendidikan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVIII) di Lemhannas selama empat bulan.

Ia pernah menjabat Danyonif Raider 900/Satya Bhakti Wirottama Kodam IX/Udayana tahun 1999-2001, kini berubah menjadi Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama. Pernah menjabat Komandan Paspampres ke-20 sejak 15 Juni 2012 hingga 5 September 2014.

Selama bertugas mengawal Presiden, Doni sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara di dunia. Selama berkarier di dunia milier, Doni menduduki berbagai jabatan penting dan strategis. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :