Longsor Terjang Elarek di Jayawijaya, Papua Pegunungan: 3 Warga Meninggal dan 6 Luka-luka - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Longsor Terjang Elarek di Jayawijaya, Papua Pegunungan: 3 Warga Meninggal dan 6 Luka-luka

Pesona Kampung Elarek, Distrik Walaik, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Curah hujan yang tinggi di sebagian distrik sejak Rabu (10/5) malam hingga Kamis (11/5) dini hari mengakibatkan banjir dan longsor menerjang Elarek. Tiga warga meninggal, 6 luka parah, dan lainnya mengungsi ke kampung tetangga. Foto: Dok. Evangelis Marius Elopere, S.Th

Loading

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Curah hujan yang tinggi di sebagian wilayah di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan sejak Rabu (10/5) malam hingga Kamis (11/5) dini hari mengakibatkan banjir dan longsor menerjang wilayah Kampung Elarek, Distrik Walaik.

Terjangan banjir dan longsor tersebut mengakibatkan tiga warga meninggal dan enam lainnya menderita luka-luka. Terjangan banjir dan longsor tersebut membuat warga kewalahan dan berlarian untuk menyelamatkan diri ke titik yang lebih aman di tengah hari yang masih gelap.

Tokoh Gereja Kingmi Jemaat Ebeneser, Klasis Balim Tengah, Koordinator Jayawijaya Evangelis Marius Elopere, S.Th membenarkan, ada 3 warga Elarek meninggal dan 6 orang mengalami luka akibat tertimbun longsor pada Kamis (11/5) pukul 01-00 WIT.  Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Walaik menyebabkan banjir dan longsor menerjang Elarek.

“Korban meninggal atas nama Yan Murib bersama anaknya serta seorang warga lain bernama Elian Elopere. Sedangkan 6 warga mengalami luka parah saat berlari menyelamatkan diri dari terjangan banjir deras dan longsor dini hari saat masih gelap,” ujar Marius Elopere kepada Odiyaiwuu.com dari Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (11/5).

Terjangan longsor terulang setelah peristiwa serupa terjadi tahun 2011 meski tak terlalu besar. Namun, longsor yang terjadi pada Kamis (11/5) dini hari sangat besar. Saat longsor terjadi, rumah warga, kantor desa, dan gereja tersapu banjir.

“Warga yang tinggal di honai (rumah) mereka kena tindis longsor. Warga yang kaget mau menyelamatkan diri, kewalahan sehingga tiga meninggal di tempat dan enam lainnya mengalami luka,” ujar Marius lebih jauh.

Menurut Marius, kampung Elarek dihuni kurang lebih 90 kepala keluarga (KK). Warha kampung Elarek, ujarnya, sempat diusulkan kepada pemerintah agar dipindahkan pasca longsor pertama kali menerjang kampung itu.

“Warga kampung Elarek pernah diusulkan untuk dipindahkan di wilayah terdekat yang lebih nyaman, tetapi belum ada respon pemerintah hingga saat ini. Langkah memindahkan itu sudah terpikirkan mengingat wilayah kampung itu rawan terjadi banjir dan longsor,” ujarnya.

Marius menambahkan, korban longsor sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, Jayawijaya untuk mendapat pengobatan lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, ujarnya, segera turun ke lokasi banjir dan longsor pada Jumat (12/5).

“Saat ini warga korban mengungsi ke atas tempat yang lebih tinggi tak jauh dari kampung Elarek di Kampung Kaliso. Kaliso sedikit di atas ketinggian dan jenazah tiga warga Elarek sementara disemayamkan di sana,” ujar Marius.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Naaman Gwijangge mengaku sedih menyusul banjir dan longsor yang menimpa warga dan kampung Elarek hingga merenggut nyawa tiga orang meninggal dan enam lainnya mengalami luka serta warga korban lainnya mengungsi ke kampung tetangga.

“Saya sedih dan terharu mendengar kisah pilu, musibah banjir dan longsor di Distrik Walait, Jayawijaya. Saya meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan BNPB Daerah segera turun ke lapangan mengevakuasi warga korban di Elarek, Distrik Walait,” ujar Gwijangge kepada Odiyaiwuu.com dari Jayapura, Papua, Kamis (11/5).

“Saya dengar cerita langsung dari Pendeta Marius. Seorang ayah berusaha menyelamatkan anaknya yang dibawa banjir. Sayang, nyawa ayah dan anak itu tak tertolong dan meninggal setelah hilang dalam banjir dan longsor,” lanjut Gwijangge sedih. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :