Keluarga Sayangkan Narasi Berulang KPK Kontradiktif dengan Kondisi Lukas Enembe - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Keluarga Sayangkan Narasi Berulang KPK Kontradiktif dengan Kondisi Lukas Enembe

Elius Enembe, adik Gubernur Papua non aktif Lukas Enembe. Foto: Istimewa

Loading

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Elius Enembe, pihak keluarga Gubernur Papua non aktif Lukas Enembe menyayangkan narasi berulang yang terus disampaikan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengenai kondisi Enembe yang dinyatakan sehat.

Dengan demikian, Enembe dianggap bisa untuk dilakukan pemeriksaan dan mengikuti persidangan. Padahal, fakta tersebut kontradiktif dengan kondisi Enembe yang memang sedang sakit.

Fakta Enembe sakit juga bukan atas dasar omongan namun data medis, keterangan dokter pribadi, dokter rumah sakit Singapura, dokter ahli patologi bahkan pihak Rumah Sakit RSPAD Gatot Soebroto.

“Kami tentu saja menyesalkan adanya narasi berulang yang disampaikan KPK melalui juru bicara, Pa Ali Fikri. Kalau beliau sehat kenapa KPK selalu bawa Pa Lukas ke rumah sakit? Saat ditangkap diantar pakai kursi roda? Agak aneh sebenarnya jika KPK selalu membantah kondisi Pa Lukas yang memang senyatanya sakit,” ujar Elius Enembe, adik Lukas Enembe kepada wartawan di Jakarta menanggapi pernyataan KPK soal Lukas yang dinyatakan sehat.

Menurut Elius, berdasarkan keterangan dokter ahli patologi, Enembe berpotensi sakit permanen karena kondisi sakit yang dideritanya seperti hepatitis, ginjal, stroke, jantung, dan dampaknya pada penurunan kinerja otak.

“Terakhir kami update, tensinya terus berubah drastis, mudah pusing. Bukan hanya itu kondisi beliau sejak di tahanan KPK justru tidak membaik, malah semakin memburuk,” jelas Elius prihatin.

Saat ini pihak keluarga terus mengharapkan keadilan yang seadil-adilnya atas penanganan kasus Lukas di KPK. “Ketika kemarin kalah di praperadilan, itu kami anggap Salib yang harus dipikul sekaligus kami doakan para hakim agar sehat dan selamat. Karena telah berhasil memastikan seorang yang jelas sedang sakit untuk dihukum atas kasus yang sampai saat ini masih kabur,” kata Elius.

Ia meyakini adalah tidak pantas seorang Enembe mendapat perlakuan seperti saat ini ketika dia sedang berjuang memulihkan kondisinya karena sedang sakit. “Dari sisi apa pun, apa yang menimpa Pa Lukas hari ini adalah sangat-sangat tidak manusiawi, tidak berperikemanusiaan. Menghukum dan menahan orang yang sedang sakit parah antara hidup dan mati, apakah itu wajar? Ini sangat kami sesalkan,” kata Elius.

Sama halnya sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menurut Elius, tidak memperlihatkan kredibilitas lembaga profesi dokter yang harusnya independen.

“Sejak lama IDI ikut menjadi bagian yang memperkeruh keadaan. Kami sampai saat ini belum melihat apa data medis yang dimiliki IDI sehingga memberi rekomendasi fit to trial pada Pa Lukas. Kami tegaskan lagi, jika sampai terjadi hal paling buruk terhadap Pa Lukas maka IDI harus bertanggung jawab,” kata Elius tegas.

Enembe mengidap sakit permanen, yang sifatnya kronis dan tidak dapat disembuhkan sehingga harus segera dievakuasi untuk dirawat di rumah sakit. Berbagai bukti serta keterangan sejumlah dokter dan spesialis memperihatkan, terdapat fakta hukum yang nyata dan tidak terbantahkan bahwa Enembe adalah seorang yang sedang sakit dan menderita penyakit permanen, kronis, dan berbahaya bagi keselamatan nyawanya.

“Klien kami, Pak Lukas Enembe dalam keadaan komplikasi penyakit serius dan kronis. Beliau tidak sehat untuk mengikuti proses hukum, unfit to trial dan tidak layak untuk ditempatkan pada Rutan KPK sebagaimana dilakukan terhadap klien kami,” kata anggota tim hukum Enembe, Petrus Bala Pattyona usai sidang gugatan praperadilan yang diajukan Enembe di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/5). (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :