Penerbangan ke Beoga Kembali Beroperasi Guna Memasok Kebutuhan Harian Masyarakat Kabupaten Puncak - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Penerbangan ke Beoga Kembali Beroperasi Guna Memasok Kebutuhan Harian Masyarakat Kabupaten Puncak

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik. Sumber foto: papua.tribunnews.com, Kamis, 30 Juni 2022

Loading

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Jadwal penerbangan ke Bandara Udara Beoga, kota Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, mulai Kamis (27/4) beroperasi guna memasok kebutuhan harian masyarakat Intan Jaya.

Jadwal penerbangan ke Beoga sempat terhenti sejak Jumat (14/4) menyusul insiden penembakan yang diduga dilakukan kelompokk sipil bersenjata di wilayah itu. Seperti diketahui, akses satu-satunya dari luar ke Beoga dan wilayah Punvak umumnya hanya melalui jalur transportasi udara.

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, SE, M.Si membenarkan, pasca insiden penembakan pesawat Asian One Air pada Jumat, 14 April lalu dan sempat mandeq selama dua pekan, mulai Kamis, 27 April, Bandara Beoga sudah bisa kembali didarati pesawat guna memasok kebutuhan logistik masyarakat Puncak.

“Saya bersyukur kepada Tuhan semua ini berkat koordinasi yang bai kantar semua pemangku kepentingan. Sudah dua minggu lebih 3 hari dari tanggal 14 April pesawat tidak masuk ke sana. Tapi berkat kerja keras, koordinasi, dan hasil negosiasi Pak Kapolres Puncak, Pak Dandim bersama anggota TNI-Polri, masyarakat serta semua pihak di sana, hari ini pesawat berhasil masuk kembali,” ujar Bupati Wandik di Bandara Internasional Mozes Kilangin, Timika, kota Kabupaten Mimika, Kamis (27/4).

Bupati Wandik juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan di Puncak sehingga aktivitas penerbangan ke Bandara Beoga normal kembali. Pihaknya mengkhawatirkan bila selama satu bulan pesawat puasa terbang ke Bandara Beoga dan bahan kebutuhan pokok masyarakat habis, masyarakat akan menderita kelaparan.

“Dalam situasi seperti ini mau bicara normal atau tidak itu susah karena butuh waktu. Jadi harus pelan-pelan tapi untuk tenaga kesehatan, guru semua ada. Kalau pesawat tidak masuk berarti tidak ada makanan. Paling penting pesawat harus masuk dulu. Penerbangan tidak boleh ada hambatan. Puji Tuhan, mulai hari ini barang-barang grosir dari Pemda naik (diangkut ke Beoga) dan besok saya minta pesawat lain masuk,” ujar Wandik, putra asli Papua.

Pihaknya mengakui, dampak peristiwa yang terjadi pada Jumat (14/4) lalu berujung terhentinya logistik ke Puncak, sangat dirasakan masyarakat. Namun berkat kerja keras semua pihak baik masyarakat, tokoh gereja, pesawat dapat masuk kembali ke Bandara Beoga

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Puncak Kompol I Nyoman Punia menambahkan, selama hampir 17 hari pasca peristiwa penembakan di Beoga penerbangan ke Puncak terhenti. Namun, sejak Kamis (27/4), pesawat bisa terbang kembali ke Beoga untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

“Kita tahu bersama, satu satunya transportasi ke Beoga, kota Kabupaten Puncak adalah pesawat. Kalau pesawat tidak terbang ke sana otomatis semua aktivitas tidak berjalan karena kehabisan bahan makanan,” ujar I Nyoman Punia.

Nyoman mengapresiasi langkah sigap dan koordinasi produktif yang dilakukan Bupati Wilem Wandi dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak serta semua pemangku kepentingan, stakeholder sehingga penerbangan ke Beoga kembali normal.

“Pak Bupati membuat terobosan luar biasa. Beliau melakukan koordinasi dengan jajaran Pemkab Puncak serta semua pemangku kepentingan daerah dengan baik. Kita bersyukur, mulai hari ini pesawat bisa mendarat di Bandara Beoga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” lanjut Nyoman Punia, Kapolres berdarah Bali.

“Untuk situasi hingga saat ini kami nyatakan masih rawan tetapi dalam kendali. Saat ini masih ada kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab ada di sekitaran Beoga,” lanjut Nyoman. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :