Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Salat Idulfitri di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Salat Idulfitri di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta

Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo saat melaksanakan salat Idulfitri 1444 Hijriah di Masjid Raya Sheikh Zayed, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/4) pagi. (Foto: BPMI Setpres)

Loading

SURAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo, Sabtu (22/4) pagi melaksanakan salat Idulfitri 1444 Hijriah di Masjid Raya Sheikh Zayed, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

Sekitar pukul 06.05 WIB, Presiden Jokowi, Ibu Iriana, dan putra bungsunya Kaesang Pangarep beserta istri tiba di Masjid Raya Sheikh Zayed. Selanjutnya, Presiden Jokowi langsung menempati saf paling depan. Sementara Ibu Iriana menempati tempat yang telah disediakan untuk jemaah wanita di lantai 2 masjid. Tampak Presiden mengenakan pakaian koko berwarna hitam dengan corak etnik silver dan Ibu Iriana mengenakan pakaian muslim berwarna putih gading.

Mengutip setkab.go.id, Sabtu (22/4), tepat pada pukul 06.30 WIB, salat Idulfitri dimulai. Pada kesempatan ini, KH Agus Ma’arif bertindak sebagai imam dan KH Maksum Ahmad Kamal bertindak sebagai bilal. Sementara, bertindak sebagai khatib adalah KH Abdul Karim Al-Hafidz.

Dalam khotbahnya selepas salat, khatib menyampaikan khotbah yang bertema Semangat Idulfitri untuk Memperkuat Tali Silaturahmi Anak Bangsa menjelaskan, ibadah zakat fitrah dan puasa pada bulan Ramadan memiliki dimensi sosial dan mampu memperkuat persaudaraan antarmasyarakat.

“Kedua ibadah ini, yakni zakat dan puasa memiliki tujuan yang mulia. Bukan hanya berdimensi vertikal sebagai penghambaan pada Allah. Namun juga berdimensi horizontal yakni hubungan dengan sesama manusia,” ujar KH Abdul Karim Al-Hafidz.

Selanjutnya, Al-Hafidz menyampaikan bahwa manusia merupakan makhluk yang senantiasa saling membutuhkan sehingga harus memiliki sifat gotong-royong dan saling memberi.

“Seseorang tidak akan dapat hidup seorang diri. Sebab itu harus ada sifat gotong-royong dan saling memberi sehingga jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin dapat ditiadakan, persaudaraan dapat dipupuk dengan hubungan yang lebih akrab,” katanya.

Selesai menunaikan salat Idulfitri, sekitar pukul 07.30 WIB Presiden Jokowi dan Ibu Iriana kembali ke kediaman. Presiden pun tampak menyapa masyarakat yang hadir untuk salat Idulfitri di masjid tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Tinggalkan Komentar Anda :