Dokter RSUD Nabire Diduga Meninggal Tak Wajar: Luka Lebam dan Patah Tulang Rusuk - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan

Dokter RSUD Nabire Diduga Meninggal Tak Wajar: Luka Lebam dan Patah Tulang Rusuk

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat melayat ke rumah duka mendiang dr Mawartih Susanty di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/3). Sumber foto: Twitter@KemenkesRI

Loading

JAKARTA, ODIYAIWU.com – Masyarakat Nabire terutama keluarga besar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, Kamis (9/3) sekitar pukul 19.00 WIT dibuat heboh. Musababnya, dr Mawartih Susanty, Sp.P, dokter spesialis paru yang berkarya di RSUD Nabire, ditemukan tak benyawa lagi dalam kondisi mulut berbusa di rumah dinasnya, Kompleks RSUD Nabire.

Saat ini misteri kematian tersebut mulai terkuak setelah Martawara, ibunda dr Mawar mengungkap sejumlah kejanggalan terkait kematian sang putri, dokter spesialis paru satu-satunya yang bertugas di RSUD Nabire. Kejanggalan itu, ujar Martawara, seperti luka lebam dan patah tulang di rusuk dan pergelangan tangan.

“Ada banyak luka lebam di dada anak saya. Tulang rusuknya dan pergelangan tangannya patah. Berdasarkan foto-foto dan bukti dari kedokteran yang diberikan kepada kami. Kematian anak saya tidak wajar,” kata Martawara di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/3).

Martawara juga berharap agar aparat kepolisian mengungkap penyebab kematian dr Mawar, sang putri, tidak terjadi lagi jatuh korban tim medis secara misterius.

“Anak saya dokter yang ditugaskan melayani masyarakat di Nabire. Jadi polisi harus ungkap ini kasus, agar tidak ada lagi korban selanjutnya. Kalau kasus ini tidak diungkap, bisa-bisa tidak ada lagi dokter yang mau ke Nabire,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin berjanji mengusut kematian dr Mawar. Pihaknya bahkan meminta bantuan Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono untuk mengungkap kasus tersebut dan menjaga tenaga kesehatan di Papua.

“Kembali dari sini, saya harus ketemu juga dengan Pak Kapolri dan Panglima TNI agar kesehatan masyarakat harus kita jalankan dengan adil dan merata. Selain itu, disertai jaminan keamanan yang baik bagi tenaga-tenaga kesehatan, dokter-dokternya,” kata Budi di Makassar, Senin (13/3).

Budi sudah mengantongi data sementara hasil autopsi dr Mawartih, tapi ia belum mau membeberkannya.

“Sebagai ungkapan rasa duka yang sangat mendalam kami mengimbau kepada segenak anggota Ikatan Dokter Indonesia untuk mengenakan pita hitam di lengan kanan selama tiga hari, yang dimulai dari Senin, 13 Maret,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI dr Ulul Albab, Sp.OG di Jakarta, Senin (13/3). (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Tinggalkan Komentar Anda :