168 Tahun, Usia Pekabaran Injil di Tanah Papua - Odiyaiwuu.com | Membahagiakan Kehidupan
OPINI  

168 Tahun, Usia Pekabaran Injil di Tanah Papua

Pastor Alberto John Bunay Pr. Foto: Istimewa

Loading

Oleh John Bunay Pr

Imam Diosesan Keuskupan Jayapura

MEREKA yang tersebutkan sebagai pahlawan kemanusiaan dan pahlawan profetik, tubuhnya telah terkubur tanah. Raganya hanya dikenang melalui gambar, namanya akan senantiasa tersebutkan sebagai maksud “kredo” membebaskan “koloni” terhadap orang yang mendiami tanah Papua.

Bukan sehari, dua hari. Namun sudah kurang lebih enam puluh satu ribu tiga ratus dua puluh hari. Momen telah berubah menjadi momentum. Peristiwa telah berubah menjadi peringatan. Pelaku telah berubah menjadi pelanjut. Warisan tentang kemanusiaan dan keprofetikan.

Dalam deretan hari dapat tersebutkan betapa banyaknya hari-hari yang terlewati. Dari ukuran tahun dielaborasi menjadi hitungan hari kepada hari, berkontemplasi, dan dalam pertanyaan tersebutkan: apakah setiap hari saya membuat kesetaraan dalam hubungan kemanusiaan? Apakah setiap hari saya dituntun oleh pesan profetik pada setiap aksi?

Tidak menunggu sampai dengan hitungan tahun, namun dalam terjemahan hari perlu disadarkan, saya dan ikhtiar tentang setarakan manusia dan menghidupi keberadaan dengan pesan profetik. Mengapa hari? Karena pada hari, hitungan terdekat, koreksi tercepat, sejauhmana tampilan keberadaan yang diselaraskan dengan maksud yang dititipkan oleh kedua misionaris tersebut.

Saya tidak mengetahui masing-masing pribadi, karena saya tidak punyai alat deteksi yang memantau aktivitas. Namun saya tebarkan pesan warisan untuk masing-masing: sekiranya pesan tersebut dapat dijadikan sebagai bagian korektit tentang “hubungan antar saya dan sesama manusia dan antar saya dengan Tuhan?”. Karena ditugasi ikut teruskan warisan tersebut, maka saya tidak ada dalam peran hakimi, namun peran penyadaaran. Menjadi penting terketahui, peran hakimi akan ada dan datangnya dari Tuhan Yesus.

Adalah selalu menarik. Ketika setiap hari memaksudkan Injil pada diri dari kehidupan masing-masing. Nilai yang terkandung adalah tentang kasih, kasihi antar manusia dan kasihi Tuhan Yesus. Buktikan kepada Tuhan Yesus, bahwa hal menjadi pengikut Tuhan Yesus, profil Tuhan Yesus telah terinternalisasi pada masing-masing pribadi. Buktikanlah kepada Tuhan Yesus, bukan membuktikan kepada manusia untuk mendapatkan puji-pujian, kata sorga. Pembuktian seperti itu, tidaklah menarik.

Demikian catatan kecil ini memaknai 168 tahun dalam maksud deretan hari, mengkoreksi hubungan antar manusia dan hubungan antar pribadi dengan Tuhan Yesus. Selamat Hari Pekabaran Injil. Selamat beribadah. Tuhan Yesus senantiasa sayangi semua.

Tinggalkan Komentar Anda :