Berita Terbaru :
Home » , , , » Germanus Goo: Menghargai Yang Menang dan Menghormati Yang Kalah

Germanus Goo: Menghargai Yang Menang dan Menghormati Yang Kalah

Written By Odiyai Wuu on Jumat, 03 Maret 2017 | 04.19

Paslon Ya! Ok! saat kampanye terbuka di Moanemani, Dogiyai – Jubi/Abeth You
Dogiyai - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada tanggal 15 Februari 2017 di Kabupaten Dogiyai, Papua telah tertata laksana dengan baik, aman, tertib dan damai. Tidak ada kekerasan ragawi merusak citra peradaban Dogiyai sebagai daerah demokrasi di planet bumi ini.
Ketua Dewan Adat Dogiyai, Germanus Goo bahwa “Menghargai yang menang dan menghormati yang kalah.  Belajar dan berbanggalah atas apa yang sudah kita lakukan.” 

Menurut Germanus Goo, dalam setiap kali berdemokrasi harus menerima kenyataan, yakni keputusan rakyat merupakan sesuatu yang mutlak dan tertinggi. 

“Masing-masing paslon dan para pendukungnya justru saling bersaing untuk bersikap dewasa dan kesatria sesuai makna demokrasi sejati yaitu saling menghormati dan saling menghargai di dalam kemelut persaingan memperebutkan suara rakyat di Dogiyai. Tapi, ifnonya ada pasangan bawah ke MK, itu terserah. Tapi, keputusan KPU pada pleno rekapitulasi perolehan suara tanggal 22 Februari 2017 itu resmi. Artinya bahwa, Kabupaten Dogiyai sudah miliki Bupati terpilih, yakni Yakobus Dumupa dan Oskar Makai,” kata Germanus Goo, Jumat, (03/03/2017).  

Bupati Dogiyai terpilih periode 2017-2022, Yakobus Dumupa, S.IP bahkan mensyukuri kepada Tuhan, bahwa telah memperkenankan rakyat Kabupaten Dogiyai untuk mendukung dan memilihnya bersama sang wakil Bupati, Oskar Makai.

“Kami mohon kepada segenap rakyat Kabupaten Dogiyai dan pihak lainnya untuk mendukung kami memperjuangkan dan mewujudkan Dogiyai Bahagia,” jelas Dumupa.

Lelaki sapaan Jack ini bahkan meminta pertolongan kepada tuhan, bahwa tuntun dan berilah kepadanya kebijaksaan untuk melayani masyarakat dan membangun Kabupaten Dogiyai. “Jadikanlah kami alatmu untuk mewujudkan Dogiyai Bahagia,” cetusnya.

“Dalam berdemokrasi rakyatlah yang berdaulat, sedangkan kompetitor hanya menerima kedaulatan kalau dikehendaki oleh rakyatnya. Dalam berdemokrasi sesungguhnya tidak ada yang kalah, sebab yang kalah sekalipun adalah pemenang,” papar dia. (AB)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI