Berita Terbaru :
Home » , , , , » POLITIK "BUSUK"? (Jalan Menuju Dogiyai Bahagia, Bagian 6)

POLITIK "BUSUK"? (Jalan Menuju Dogiyai Bahagia, Bagian 6)

Written By Odiyai Wuu on Kamis, 22 Desember 2016 | 11.42

(Jalan Menuju Dogiyai Bahagia, Bagian 6)
Banyak orang berpendapat bahwa politik itu busuk. Busuk berarti tidak baik, tidak bermanfaat, dan tidak menguntungkan. Sehingga jelas tidak dibutuhkan. Umumnya pendapat seperti ini muncul berdasarkan pengalaman dan/atau pengamatan orang yang memberikan pendapat. Karena berdasarkan pengalaman dan/atau pengamatannya politik praktis cenderung dilaksanakan dengan cara-cara yang tidak baik dan hasilnya pun tidak memberi manfaat atau menguntungkan masyarakat, maka politik dianggap "busuk".

Apakah benar politik itu busuk? Ataukah yang busuk adalah orang yang berpolitik?

Untuk memahami hal ini, cermatilah perbandingan berikut ini. Apabila orang yang beragama suka mencuri, apakah yang busuk adalah agama atau orang yang beragama itu? Apabila terjadi longsor akibat pembabatan hutan secara liar, apakah yang busuk adalah alam atau orang yang suka membabat hutan? Dan satu lagi, apabila Anda lapar karena Anda tidak berkebun dan memasak makanan untuk Anda makan, apakah yang busuk adalah makanan atau Anda?

Sesungguhnya politik itu mulia. Dan tak seorangpun lepas dari politik dalam hidupnya, sebab "manusia adalah makhluk politik". Sadar atau tidak, hendak mengakui atau mengelak, setiap orang selalu berurusan dengan hal-hal atau urusan-urusan politik hampir setiap saat. Hanya saja hal seperti ini tidak pernah disadari atau karena Anda selalu memahami politik dalam perspektif yang sempit (sesuai kapasitas kemampuan Anda saja). Anda berpendapat mengenai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai berarti Anda berpolitik. Anda berorganisasi apapun konteks dan levelnya berarti Anda berpolitik. Dan satu lagi, Anda terlibat dalam pengambilan keputusan untuk hal tertentu berarti Anda berpolitik. 

Apabila dalam berpolitik praktis terjadi hal-hal yang tidak baik, tidak bermanfaat dan tidak menguntungkan masyarakat, maka yang busuk adalah orang yang berpolitik, bukan politik yang busuk. 

Jika Anda adalah orang yang selalu berpendapat bahwa politik itu busuk, maka ubahlah perspektif Anda mengenai politik mulai sekarang. Janganlah membangun asumsi-asumsi konyol dalam diri Anda dan orang lain seolah-olah asumsi Anda benar. Kalau memang ada fakta tertentu bahwa politik praktis menjadi tidak baik, tidak bermanfaat dan tidak menguntungkan masyarakat, maka salahkanlah (busukkanlah) orang yang berpolitik, bukan menyalahkan (membusukkan) politik.

Marilah kita berpolitik secara cerdas dan bijak. Hasil yang baik dan benar berawal dari pemahaman yang baik dan benar. Pahamilah politik secara baik dan benar, agar keseluruhan proses politik praktis dapat dilaksanakan dengan baik dan benar untuk mewujudkan hidup yang baik dan benar, yakni kehidupan yang bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.
Dogiyai Bahagia!

ALLAH sayang kita. Amin.

Ya! Ok!
YAKOBUS DUMUPA, S.IP
(Calon Bupati Dogiyai 2017-2022, Nomor Urut 1)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI