Berita Terbaru :
Home » , , » POLITIK BERADAB (Jalan Menuju Dogiyai Bahagia, Bagian 2)

POLITIK BERADAB (Jalan Menuju Dogiyai Bahagia, Bagian 2)

Written By Odiyai Wuu on Sabtu, 17 Desember 2016 | 21.53

(Jalan Menuju Dogiyai Bahagia, Bagian 2)
Lebih kurang sejak setahun lalu, media sosial (terutama Facebook) diramaikan dengan hal pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai periode tahun 2017-2022. Banyak orang asli Kabupaten Dogiyai (orang Kamu dan Mapia) "mengiklankan" diri sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai dengan beraneka ragam argumen, mulai dari yang rasional hingga irasional. Tetapi dalam kenyataannya, yang sudah pasti menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai periode tahun 2017-2022 adalah 6 (enam) pasangan calon dengan 2 (dua) pasangan calon memiliki masalah dualisme Partai PKPI (yang menurut rencana akan diputuskan keabsahan dukungannya pada hari ini oleh PTTUN Makasar). Selanjutnya pasangan calon yang telah ditetapkan melakukan kegiatan kampanye hingga tanggal 11 Februari 2017 dan pemilihan pada tanggal 15 Februari 2017.

Banyak orang berasumsi bahwa "semua cara adalah hahal" dalam berpolitik. Dengan mengandalkan asumsi ini, sejumlah orang (terutama para pasangan calon tertentu dan para pendukung tertentu) gemar melakukan "kampanye hitam" (black campaign) dan melakukan tindakan tidak terpuji dan tidak beradab yang bertentangan dengan etika dan aturan perundang-undangan. Misalnya, memfitnah calon tertentu dengan menggunakan identitas (nama dan foto) palsu di media sosial (Facebook, Twitter, dll), memprovokasi masyarakat dengan menyebarkan berita bohong, merusak alat peraga kampanye (APK) pasangan calon tertentu, mengintimidasi anggota Tim Sukses calon tertentu, dan lainnya.

Sesungguhnya cara seperti ini bertentangan dengan etika dan aturan perundang-undangan. Dan juga cara seperti ini dilakukan oleh orang yang lemah; lemah kemampuan intelektual, lemah kemampuan emosional, dan lemah kemampuan spiritual. Kelemahan yang membalut dirinya ini menjadikan dirinya sebagai pecundang, bukan pahlawan; dan provokator, bukan profesionalis.

Mulai sekarang cara berpolitik dengan menghalalkan "cara haram" (tidak terpuji dan tidak beradab yang bertentangan dengan etika dan aturan perundang-undangan) harus dihentikan. Hentikan kebiasaan memfitnah dan memprovokasi dan hentikan kebiasaan melakukan tindakan kekerasan. Berpolitiklah dengan mengedepankan etika dengan berpedoman pada aturan perundang-undangan. Bangunlah peradaban politik yang humanis. Jadilah orang-orang yang bermanfaat bagi kehidupan di dunia maupun akhirat.

Karl Popper (filsuf Inggris) pernah mengatakan, "Memang mutiara dihasilkan oleh kerang, tetapi hanya kerang yang terlukalah yang dapat menghasilkan mutiara." Kebaikan seringkali lahir dari rahim keburukan dan kebenaran seringkali lahir dari rahim kesalahan. Maka, bertobatlah dari kegemaran melakukan keburukan dan kesalahan dan jadilah orang yang gemar melakukan kebaikan dan kebenaran. Jadilah agen kebahagiaan menuju DOGIYAI BAHAGIA.
ALLAH sayang kita. Amin.
YAKOBUS DUMUPA, S.IP
(Calon Bupati Dogiyai 2017-2022, Nomor Urut 1)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI