Berita Terbaru :
Home » , , » Jangan Meremehkan Orang-Orang Kecil Dan Hal-Hal Kecil

Jangan Meremehkan Orang-Orang Kecil Dan Hal-Hal Kecil

Written By Odiyai Wuu on Minggu, 10 April 2016 | 22.20

Ada sebuah kecenderung klasik dalam hidup manusia, yaitu semakin besar status sosial atau kekuasaan seseorang, maka semakin menganggap remah hal-hal kecil dan orang-orang kecil. Misalnya dalam pemerintahan, para pejabat cenderung menganggap remeh para pejabat dan staf yang berada di bawahnya dan rakyat yang dikuasainya; dalam dunia ekonomi, para orang kaya cenderung menanggap remeh orang miskin; dalam dunia keagamaan, para pemimpin agama atau pemimpin umat (di tingkat tertentu) selalu menganggap remeh umatnya; dan begitu seterusnya dalam bidang kehidupan yang lainnya. Begitu manusiannya dianggap remeh, maka semua pemikiran, tutur kata, dan perbuatannya pun akan dianggap remeh atau dianggap tidak ada manfaatnya sama sekali.

Apakah orang-orang kecil dan hal-hal kecil pantas untuk dianggap remeh? Tidak. Seharusnya mereka inilah yang harus dihormati setinggi-tinggi mungkin, dan pemikiran, tutur kata dan perbuatan mereka dihargai semaksimal mungkin. Mengapa? Karena mereka inilah sesungguhnya “pencipta kebesaran”. Keberadaan dan partisipasi mereka inilah yang sesungguhnya menghasilkan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki oleh para penguasa (politik, keagamaan, dan lainnya) dan orang-orang kaya. Tidak mungkin ada orang yang bisa menjadi presiden, gubernur, bupati/walikota, camat/kepala distrik, kepala desa/kepala kampung jika tidak ada rakyat yang sering dianggap remeh itu. Tidak mungkin ada kekuasaan dan segala kenikmatannya di tangan presiden, gubernur, bupati/walikota, camat/kepala distrik, kepala desa/kepala kampung jika tidak ada rakyat kecil yang harus diperintah. Tidak mungkin ada orang-orang yang kaya jika tidak menguasai sumberdaya alam yang dimikili orang-orang kecil. Tidak mungkin ada orang-orang kaya jika sumber pendapatannya tidak ditopang atau dibeli oleh orang-orang kecil. Tidak mungkin ada tokoh-tokoh agama (yang kadang merasa menyerupai nabi) jika tidak ada orang-orang kecil sebagai umat yang harus dilayani.

Intinya, semua kekuasaan, kekayaan, dan kebesaran dibangun di atas pondasi orang-orang kecil dan di atas pondasi hal-hal kecil. Kebaikan besar yang dihasilkan oleh para pemimpin, harta berlimpah yang dihasilkan oleh orang-orang kaya, yang kemudian melahirkan pemimpin besar dan orang kaya raya merupakan wujud dari keberadaan dan pengorbanan orang-orang kecil yang melakukan hal-hal kecil dalam hidupnya. Karena itu, jangan sekali-kali merendahkan orang-orang kecil dan perbuatan-perbuatan kecil yang dilakukannya, karena mereka sesungguhnya yang terbesar dalam kehidupan ini. 

(Dumupa Odiyaipai)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI