Berita Terbaru :
Home » , » Kalau Mau Menyapu “Kotoran Dogiyai”, Sapunya Harus Bersih

Kalau Mau Menyapu “Kotoran Dogiyai”, Sapunya Harus Bersih

Written By Odiyai Wuu on Sabtu, 19 Maret 2016 | 19.46

Gambar (Ilustrasi)
Tidak seorang pun yang suka dengan kotoran, karena kotoran apapun jenisnya memang menjijikan dan sumber penyakit (kecuali kotoran tertentu yang karena kasiatnya barangkali bermanfaat positif bagi tubuh manusia). Karenanya, orang cenderung menghindar dari kotoran dan selalu berusaha untuk menjaga kebersihan, entah kebersihan tubuh, kebersihan benda maupun kebersihan lingkungan. Banyak cara dilakukan untuk menghindar dari kotoran dan menciptakan kondisi bersih. 

Ada sebuah kalimat bijak, “Kalau mau menyapu, sapunya harus bersih.” Ada dua arti penting dari kalimat bijak ini, yakni (1) hanya dengan sapu bersih kita bisa membersihkan kotoran; dan (2) kalau menyapu dengan sapu kotor justru akan semakin mengotori.

Jika kaliman bijak tersebut kita gunakan untuk mengilustrasikan kondisi Kabupaten Dogiyai, maka ilustrasikan sebagai berikut. Berbagai permasalahan yang muncul di Kabupaten Dogiyai, terutama yang berkaitan dengan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat adalah “kotoran”. Tentu saja, segenap komponen di Kabupaten Dogiyai (kecuali mereka yang memang menciptakan dan memelihara masalah tersebut) tidak menginginkan adanya kotoran tersebut dan hendak membersihkan kotoran tersebut. 
Untuk itu, dibutuhkan orang yang mau membersihkan kotoran tersebut. Dan orang tersebut adalah “sapu”. 

Agar “kotoran” dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai dapat dibersihkan, maka orang yang bertindak sebagai “sapu” wajib memiliki dua “kehebatan”, yakni (1) tidak mempunyai dan/atau menciptakan masalah dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai selama ini; dan (2) mempunyai gagasan hebat dan keberanian untuk membersihkan kotoran dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai kedepan. 

Sebaliknya, apabila yang bertindak sebagai “sapu” adalah orang yang menciptakan dan memelihara “kotoran” dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai selama ini, maka orang tersebut tidak akan pernah membersihkan kotoran tersebut, bahkan akan semakin menambah kotoran dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai kedepan.

Apakah orang yang selama ini menciptakan “kotoran” di Kabupaten Dogiyai mempunyai hak untuk menjadi “sapu” agar dapat membersihkan kotoran dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai? Tentu saja mempunyai hak. Dan oleh karenanya, boleh saja berimpian dan berupaya menjadi “sapu” (walaupun “sapu kotor”), tetapi untuk menjadi pembersih kotoran ditentukan oleh masyarakat. Karena itu, masyarakat sebagai penentu harus berpikir dan bertindak secara bijaksana. 

Yang jelas, apapun alasannya, “kalau mau menyapu, sapunya harus bersih,” sebab hanya sapu bersih yang dapat membersihkan kotoran. Sapu kotor hanya menambah kotoran. Akankah ada sapu bersih di Kabupaten Dogiyai untuk membersikan “kotoran” Kabupaten Dogiyai? Ataukah sapu kotor akan terus mengotori Kabupaten Dogiyai kedepan?

(Dumupa Odiyaipai)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI