Berita Terbaru :
Home » , , » Hak dan Kewajiban untuk Mewujudkan Dogiyai Dou Enaa

Hak dan Kewajiban untuk Mewujudkan Dogiyai Dou Enaa

Written By Odiyai Wuu on Sabtu, 19 Maret 2016 | 18.21

Foto : Kantor Bupati Dogiyai (ISt)ae
Beberapa waktu terakhir ini, banyak orang berbicara mengenai “hak” di media sosial, terutama Facebook melalui berbagai group diskusi yang membahas tentang Kabupaten Dogiyai. Anehnya, tak seorang pun yang menyandingkan “hak” tersebut dengan “kewajiban”, padahal keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Seakan-akan manusia hanya mempunyai hak tanpa kewajiban. Dari pembicaraan tersebut terlihat jelas bahwa, (1) sebagian orang hingga kini belum dapat membedakan hak dan kewajiban; (2) sebagian orang lainnya mengartikan hak dan kewajiban secara sembarangan; (3) sebagian orang lainnya tahu dan paham hak dan kewajiban, tetapi pura-pura tidak tahu dan tidak paham karena dan untuk kepentingan tertentu, dan (4) sebagian orang merasa hanya hak yang lebih penting dari pada kewajiban. Padahal sebenarnya setiap orang yang pernah mengeyam pendidikan formal, pasti sudah pernah belajar dan memahami tentang hak dan kewajiban (kecuali mereka yang memang tidak pernah belajar baik dan tidak pernah memahaminya). 

Ada beberapa contoh ketidakpahaman (atau pura-pura tidak paham) orang mengenai hak dan kewajiban. Contoh pertama, sebagian orang mengatakan bahwa pergantian pejabat dalam jajaran Pemerintahan Kabupaten Dogiyai baru-baru adalah “hak” pelaksana tugas (Plt.) Bupati Dogiyai. Lalu bagaimana dengan kewajibannya yang berkaitan dengan hak tersebut? Contoh kedua, sebagian orang mengatakan penggunaan dana APBD Kabupaten Dogiyai adalah hak Bupati dan jajarannya. Lalu bagaimana dengan kewajibannya yang berkaitan dengan hak tersebut? Contoh ketiga, sebagai orang mengatakan bahwa mencalonkan atau dicalonkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai adalah hak setiap orang. Lalu bagaimana dengan kewajibannya yang berkaitan dengan hak tersebut? Contoh keempat, sebagian orang mengatakan berhak untuk berbicara apa saja. Lalu bagaimana dengan kewajibannya yang berkaitan dengan hak tersebut? Dan masih banyak contoh lainnya.

Lantas, bagaimana kita dapat memahami dan memanfaatkan hak dan kewajiban secara baik, benar, dan bertanggungjawab? Berikut tiga catatan penting.

Pertama, setiap orang harus menyadari dan memahami bahwa, selain hak, setiap orang juga memiliki kewajiban. Keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. keduanya harus dilaksanakan secara bertanggungjawab.

Kedua, dalam implementasinya, hak dan kewajiban harus berimbang, tanpa harus saling meniadakan. Setiap orang boleh menikmati haknya, tetapi harus melaksanakan kewajibannya. Bahkan idealnya, setiap orang harus melaksanakan kewajibannya sebelum mendapatkan haknya.

Ketiga, pelaksanaan hak dan kewajiban setiap orang harus mempunyai manfaat. Manfaat dimaksud selain untuk pribadi setiap orang, tetapi juga harus bermanfaat untuk sesama manusia, alam semesta, dan Tuhan.

Pemahaman yang baik dan benar serta pelaksanaan hak dan kewajiban yang bertanggungjawab dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai kedepan mutlak diperlukan. Kita tidak dapat melayani masyarakat dan membangun Kabupaten Dogiyai dengan “hati batu”, “pikiran gelap”, dan “tindakan bejat”. Sekarang waktunya kita berubah; berubah untuk menjadi baik dan benar untuk mewujudkan Dogiyai Dou Enaa.

(Dumupa Odiyaipai)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI