Berita Terbaru :
Home » » Pendidikan Politik Beradab Dari Partai Nasional Demokrat

Pendidikan Politik Beradab Dari Partai Nasional Demokrat

Written By Odiyai Wuu on Selasa, 23 Februari 2016 | 19.41

Pendidikan Politik (Ilustrasi)
“Setelah melewati berbagai diskusi mendalam dan pencermatan secara mendetail, maka kami dari DPP Ndan DPW serta tim tujuh Nasdem memutuskan untuk mencalonkan Saudara Ahok (Basuki) menjadi cagub DKI Jakarta masa bakti 2017-2022. …Dengan melihat semangat, konsistensi, dan spirit yang luar biasa dari Ahok, maka kami menyatakan mendukung Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta kembali. Karena Ibu Kota membutuhkan pemimpin yang mau bekerja keras dan mampu berinovasi untuk membawa kota Jakarta lebih berwibawa, menarik, indah, dan beradab. …Itulah yang membuat kami serius memberikan dukungan kepada Ahok. Dan telah memerintahkan DPW dan jajarannya segera melakukan konsolidasi untuk memenangkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kami akan mengundang Ahok untuk mengambil surat dukungan ini di sini pada pekan depan,” kata Victor Laiskodat, Koordinator Wilayah (Korwil) Partai NASDEM DKI Jakarta ketika mengumumkan dukungan Partai NASDEM bagi pencalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta Periode Tahun 2017-2022, pada tanggal 12 Februari 2016, di Kantor DPP Partai NASDEM Jakarta (Berita Satu, 12 Februari 2016).

Sebelumnya Partai NASDEM menjadi partai politik pertama yang dengan konsisten memberikan dukungan kepada Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi calon Presiden RI dalam Pemilihan Umum Presiden tahun 2014.

Belajar dari dua dukungan pencalonan tersebut serta sengetahuan dan sepengalaman saya, ada beberapa pelajar berharga yang dapat kita pelajari dari “gaya berpolitik” Partai NASDEM ini.

Pertama, Partai NASDEM selalu menggratiskan dukungan pencalonan Presiden/Wakil Presiden, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota. Partai NASDEM tidak pernah meminta bayaran apapun kepada para calon yang didukungnya (kecuali mungkin “pengutan liar” oleh pengurus Partai NASDEM tertentu).

Kedua, Partai NASDEM selalu menentukan calon Presiden/Wakil Presiden, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota berdasarkan pertimbangan yang obyektif dan rasional. Partai ini selalu mencalonkan dan/atau mendukung orang yang baik dan benar (cerdas, bijak, sederhana, dan punya visi, misi, dan program pembangunan yang pro-rakyat).

Ketiga, Partai NASDEM tidak selalu mengutamakan kader dalam pencalonan Presiden/Wakil Presiden, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota, tetapi juga mengutamakan non-kader yang berkualitas untuk dicalonkan sebagai Presiden, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota.

Keempat, Partai NASDEM tidak selalu terjebak dalam kepentingan politik pragmatis (kepentingan sesaat), tetapi cenderung mengejar dan mementingkan kepentingan politik jangka panjang yang berkualitas bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.

Apakah partai politik lainnya juga dapat bersikap dan bertindak seperti Partai NASDEM dalam berpolitik, terutama dalam hal menentukan dan/atau mencalonkan Presiden, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota kedepan?

 (Dumupa Odiyaipai)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI