Berita Terbaru :
Home » , , » PEMBANGUNAN BERBASIS KESUKUAN/KEWILAYAHAN (Gagasan Pembangunan Dumupa Odiyaipai)

PEMBANGUNAN BERBASIS KESUKUAN/KEWILAYAHAN (Gagasan Pembangunan Dumupa Odiyaipai)

Written By Odiyai Wuu on Minggu, 28 Februari 2016 | 17.59

Foto : Sebuah Ilustrasi

Saya mempunyai impian dan gagasan agar pembangunan di Papua dilakukan dengan
pendekatan model “Pembangunan Berbasis Kesukuan/Kewilayahan”. Gagasan itu, sebagai catatan awalnya telah saya rumuskan dalam buku berjudul “MEMBANGUN MEEUWODIDE: Mengevaluasi dan Menata Pelayanan Pemerintahan dan Pembangunan Masyarakat di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai (Sebuah Pengantar)”. Saya menjadikan “suku” Mee (dan suku sekitarnya seperti Burate, Yerisyam, Hugure, Umar, Mora, Woa, Moni, dan Wolani) dan “wilayah” Meeuwodide (Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Paniai) sebagai sampelnya.

Pembangunan Berbasis Kesukuan/Kewilayahan mempunyai 6 (enam) prinsip dasar sebagai berikut:

Pertama, nilai kearifan dan kreativitas adat/budaya yang dianut oleh satu atau lebih suku dalam wilayah (adat) tertentu menjadi landasan atau pijakan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat.

Kedua, ruang lingkup pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat adalah komunitas satu atau lebih suku yang berada dalam wilayah (adat) tertentu yang berdekatan secara geografis.

Ketiga, pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat dilakukan atas aspirasi, kebutuhan, kepentingan, prakarsa, kearifan, dan kreativitas masyarakat, serta potensi sumber daya alam dalam ruang lingkup wilayah (adat) tertentu yang berdekatan secara geografis.

Keempat, pemerintah bertindak sebagai fasilitator yang melayani dan mengakomodir aspirasi, kebutuhan dan kepentingan masyarakat dengan menyediakan pembiayaan, mengawasi, dan mengevaluasi kegiatan pembangunan masyarakat agar kegiatan pembangunan masyarakat dapat dilaksanakan atas prakarsa, kearifan, dan kreativitas masyarakat, serta potensi sumber daya alamnya.

Kelima, pembangunan dilaksanakan secara sistematis (terencana dengan baik dan benar) dan holistik (mendasar dan menyeluruh) pada semua aspek, tanpa mengabaikan aspek tertentu.

Keenam, tujuannya semata-mata untuk memperoleh manfaat secara kolektif bagi segenap anggota suku/wilayah, termasuk bermanfaat untuk generasi berikutnya (lintas generasi), orang lain di luar komunitas suku/wilayah (lintas teritorial/lintas kesukuan), dan untuk keselamatan bumi dan jagat raya serta dunia akhirat (lintas kehidupan).

Berdasarkan keenam prinsip dasar tersebut, dirumuskan pengertian Pembangunan Berbasis Kesukuan/Kewilayahan sebagai “proses untuk melakukan perubahan dan pertumbuhan masyarakat dalam komunitas suku dan/atau wilayah tertentu secara sadar dan terencana dengan berlandaskan pada nilai kearifan dan kreativitas adat atau budaya setempat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan benar dalam segala aspek kehidupan manusia”.

Pembangunan Berbasis Kesukuan/Kewilayahan tidak bermaksud untuk mengeksklusifkan masyarakat, tetapi justru merupakan model pembangunan alternatif dan kreatif yang bermaksud untuk melindungi, memihak, dan memberdayakan masyarakat dalam komunitas suku/budaya tertentu secara khusus dan terfokus, sebab faktanya model pembangunan lain yang diterapkan selama ini justru merugikan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupannya.

Gagasan Pembangunan Berbasis Kesukuan/Kewilayahan ini harus dilaksanakan dengan semangat (1) kolektivitas (kebersamaan); (2) konektivitas (kesinambungan), dan (3) kontinuitas (keberlanjutan). Dengan demikian, diharapkan agar pembangunan dapat terlaksana dan bermanfaat secara (1) integral; (2) universal; dan (3) partisipasi total.

Gagasan selengkapnya mengenai “Pembanguan Berbasis Kesukuan/Kewilayahan” dapat dibaca dalam buku saya yang berjudul “MEMBANGUN MEEUWODIDE: Mengevaluasi dan Menata Pelayanan Pemerintahan dan Pembangunan Masyarakat di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai (Sebuah Pengantar)” (Odiyai Wuu Press, 2015).

(Dumupa Odiyaipai)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI