Berita Terbaru :
Home » , , » Pemilihan Umum Kepala Daerah, Adven, dan Natal

Pemilihan Umum Kepala Daerah, Adven, dan Natal

Written By Odiyai Wuu on Sabtu, 26 Desember 2015 | 09.47

Pemilihan Umum Kepala Daerah, Adven, dan Natal (Ilustrasi)
Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) atau pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan tahun 2015 secara serentak, waktu pemilihan atau pencoblosannya telah dilakukan pada tanggal 9 Desember 2015. Bagi umat Kristiani, pencoblosan itu dilaksanakan pada 15 hari sebelum perayaan Natal. Atau menurut kalender liturgi (Katolik dan Kristen), pemilihan dan pencoblosan itu dilaksanakan dalam masa Adven, yakni masa dimana umat Kristiani menyiapkan diri dengan bertobat untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus.

Apa relevansi dan esensi antara Pemilukada/Pilkada, Adven, dan Natal? Baik Pemilukada/Pilkada, Adven, maupun Natal mempunyai hubungan yang sangat relevan karena ketiganya mengandung esensi “damai”. Damai secara sederhana diartikan sebagai tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; tidak bermusuhan; rukun; aman; tentram; saling menghargai, mengasihi, mengakui, dan menerima.

Pertama, kedamaian dalam konteks Pemilukada/Pilkada. Pemilukada/Pilkada sebagai wujud demokrasi langsung, dilaksanakan dengan maksud agar suksesi kepemimpinan dapat berlangsung dengan damai dengan melibatkan rakyat secara total. Dengan damai rakyat memilih pemimpinnya sesuai hati nuraninya. Kedua, kedamaian dalam konteks Adven. Dalam masa Adven, umat Kristiani menciptakan situasi yang damai, dengan menyadari kesalahan atau dosanya untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Umat Kristiani berdamai dengan dirinya sendiri, berdamai dengan sesamanya, berdamai dengan alam semesta, dan berdamai dengan Tuhan. Dan ketiga, kedamaian dalam konteks Natal. Kelahiran Tuhan Yesus dalam wujud manusia dimaksudkan untuk membawa damai dan suka cita di bumi. Tuhan Yesus hendak mendamaikan dan menjalin kembali hubungan erat antara sesama manusia, manusia dengan alam semesta, dan manusia dengan Tuhan, yang sebelumnya telah putus akibat dosa manusia.

Setelah selesai dilakukannya pencoblosan secara damai dan demokratis untuk memilih kepala daerah pada tanggal 9 Desember 2015, apakah kita masih bisa menciptakan kedamaian dalam masa Adven dan Natal ini? Jawaban sederhananya adalah tergantung kita, karena kitalah yang harus menciptakan kedamaian itu. Apabila kita hendak menciptakan kedamaian dalam konteks ini, maka kita harus bersikap dan bertindak sebagai berikut.

Pertama, kita harus sadar dan percaya bahwa dalam Pemilukada/Pilkada hanya satu pasang calon kepala daerah yang dapat terpilih dan menjadi kepala daerah. Kekalahan dan kemenangan dalam Pemilukada/Pilkada harus diakui dan diterima sebagai hal yang wajar dalam hidup berdemokrasi. Kedua, tidak memaksanakan kehendak untuk memenangkan diri dari kekalahan dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak sewajaranya, tidak demokratis, dan bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, tidak memprovokasi para pendukung pasangan calon kepala daerah yang kalah maupun menang untuk melakukan tindakan anarkhis yang bertentangan dengan nilai demokrasi, etika, moral, dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Keempat, para pasangan calon kepala daerah yang kalah harus mengakui kemenangan pasangan calon kepala daerah yang terpilih dan memberi selamat atas kemengannya dan mendukungnya selama masa kepemimpinannya. Kelima, pasangan calon kepala daerah yang telah terpilih agar merangkul pasangan calon kepala daerah yang telah kalah dan pendukungnya untuk terlibat dalam proses pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat selama masa kepemimpinannya. Dan keenam, pasangan calon yang menang maupun kalah harus sadar bahwa “kompetisi” pemilihan kepala daerah terjadi setiap 5 (lima) tahun secara periodik, maka masing-masing pihak harus sabar dan menunggu sampai proses Pemilukada/Pilakada berikutnya untuk berkompetisi lagi, sebab “setiap masa ada pemimpinnya, setiap pemimpin ada masanya”.

Apakah kita adalah umat Kristiani yang sesungguhnya? Apakah kita percaya bahwa Tuhan Yesus membawa damai dan suka cita ke bumi? Jika ya dan percaya, marilah “kita menciptakan kedamaian”. Berdamai untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah, Adven, dan Natal; Pemilihan Umum Kepala Daerah, Adven, dan Natal untuk berdamai.
Salam Damai dan Selamat Natal!
(Dumupa Odiyaipai)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI