Berita Terbaru :
Home » , » Jual Tanah Untuk “Cari Makan”

Jual Tanah Untuk “Cari Makan”

Written By Odiyai Wuu on Jumat, 06 Februari 2015 | 10.42

Jual Tanah Untuk “Cari Makan” (Gambar:Ilustrasi)
Beberapa waktu lalu, saya berbincang-bincang dengan beberapa orang Ondoafi/Ondofolo mengenai permasalahan tanah di Papua. Ketika saya meminta mereka agar tidak menjual tanah sembarang, seorang Ondoafi secara spontan berkata kepada saya, “Pak, kalau kami tidak jual tanah, kami mau dapat makan dari mana? Kami jual tanah karena kami butuh uang, supaya kami bisa makan.” Saya menjawabnya, “Kalau hanya sekedar untuk makan, bapak tidak perlu jual tanah. Olah bapak punya tanah supaya bisa jadi uang. Saya heran, bapak dan bapak punya masyarakat tidak tahu olah tanah, padahal tanah luas dan subur. Saya lebih heran lagi, pekarangan rumah saja tidak ada tanaman sayur, singkong, atau tanaman makanan lainnya.” Sang Ondoafi diam membisu, tak menjawab pernyataan saya.

Dalam sistem pemerintahan adat keondoafian/keondofoloan (sebagaimana dianut dalam masyarakat adat wilayah Tabi), tanah dikuasai dan/atau dimiliki oleh Ondoafi/Ondofolo atas nama masyarakatnya. Dalam sistem kekuasaan dan/atau kepemilikan tanah seperti ini, sangat rawan Ondoafi/Ondofolo mengatasnamakan rakyatnya untuk menjual tanah karena kepentingan perut sang Ondoafi/Ondofolo semata. Dan memang terbukti banyak tanah dijual sembarang saja oleh Ondoafi/Ondofolo, tanpa memperhatikan proses pelepasan yang semestinya, kepatutan harga, dan dampaknya di masa depan hanya karena alasan “cari makan”. Saya menemukan sejumlah besar kasus tanah di wilayah adat Tabi seperti ini.

Prinsipnya seseorang menjadi Ondoafi/Ondofolo semata-mata untuk memimpin rakyatnya dalam mengarungi hidup menuju hidup yang lebih baik. Dalam ranga itu pula, Ondoafi/Ondofolo juga memegang amanat menjaga dan melindungi tanah adatnya. Tetapi apabila Ondoafi/Ondofolo saja menjadi “tukang jual tanah” tanpa memperhatikan proses pelepasan yang semestinya, kepatutan harga, dan dampaknya di masa depan, maka apa artinya Ondoafi/Ondofolo sekarang? Ondoafi/Ondofolo kehilangan perannya dan sistem kepemimpinan keondoafian/keondofoloan kehilangan maknanya. Sekarang saatnya menyadari “kebodohan” ini.

Oleh : Yakobus Odiyaipai Dumupa
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI